3 Tips Mempersiapkan Anak Kembali Bersekolah

76

Salah satu hal yang membahagiakan anak adalah saat-saat liburan sekolah. Pada momen ini, mereka bisa bebas beraktivitas dan tak perlu mengerjakan pekerjaan rumah. Mereka juga tak perlu bangun pagi dan bergegas berangkat ke sekolah. Kebebasan beraktivitas yang mereka rasanya selama satu bulan ini bisa jadi membuat mereka merasa nyaman dan kesulitan beradaptasi lagi ketika sekolah kembali dimulai.

Hal ini kadang memusingkan orangtua. Bagi anak yang lebih kecil, di kelas TK, misalnya, proses adaptasinya akan lebih sulit karena anak pada usia ini masih belum begitu paham mengenai konsep sekolah. Lalu, apa yang bisa dilakukan? Kami mengumpulkannya untuk Anda!

Membiasakan pola tidur baru

Pada saat liburan, orangtua mungkin sedikit longgar mengenai pola tidur anak. Anak dibebaskan tidur malam cukup larut. Menjelang kembali ke sekolah, pola tidur ini perlu diperbaiki. Sebaiknya Anda mengambil waktu cukup, misalnya seminggu sebelum masuk sekolah kembali, untuk membiasakan anak dengan pola tidur yang baru.

Untuk anak yang berusia lebih besar, Anda bisa mulai membatasi aktivitasnya hingga pukul 7 malam. Setelah itu, Anda bisa mengajaknya melakukan aktivitas ringan, misalnya membaca buku baru. Hindari penggunaan gadget pada jam-jam ini karena akan membuat anak semakin penasaran dan sulit tidur. Tentukan waktu tidur, misalnya jam 9 malam, dan minta anak untuk sudah berada di kamarnya sampai waktu tidur tiba.

Jika anak Anda terbiasa tidur di siang hari, untuk anak yang berusia lebih besar, pola ini harus diubah. Jadwal sekolah yang cukup padat pastinya tak akan memungkinkan anak untuk tidur siang. Anda bisa memberikan pengertian kepadanya untuk membiasakan diri tidak tidur siang. Anda bisa mengganti sesi tidur siang dengan aktivitas bersama anak, misalnya mempersiapkan hal-hal untuk ke sekolah. Anda juga bisa mengajak anak untuk mengasah keterampilan mereka, misalnya keterampilan bermain musik, kemandirian, dan lain sebagainya.

Berikan motivasi

Ada beberapa anak yang mengalami kecemasan ketika harus menghadapi hari pertama kembali ke sekolah. Berikan dukungan penuh Anda bahwa anak bisa melewati hari-hari pertamanya di sekolah. Ajak bicara mengenai seberapa menyenangkannya kelas barunya nanti dan banyaknya teman baru yang akan dia kenal. Sebutkan juga beberapa aktivitas di sekolah yang digemarinya dan dorong anak untuk mau mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan tersebut.

Lina, yang anaknya bersekolah di SMA Sekolah Athalia, mengatakan bahwa memotivasi anak adalah cara yang sangat jitu. Beberapa anak yang terlalu terlena dengan liburan memiliki motivasi yang rendah untuk kembali ke sekolah. Anak Lina termasuk kategori ini dan dia selalu memotivasi anaknya untuk bersemangat kembali ke sekolah. “Saya sering puji pencapaiannya dia di sekolah pada semester lalu atau di kelas yang lalu. Saya juga yakinkan kalau tahun ini dia pasti bisa melewatinya dengan baik. Saya selalu dorong dia untuk menjadi dirinya sendiri dan menikmati sekolah tanpa beban berlebihan. Cara ini selalu berhasil membuat anak saya lebih termotivasi. Karena tahu orangtuanya support dia dan yakin kalau dia pasti bisa melalui tahun ini dengan sebaik-baiknya.”

Sementara itu, untuk anak yang lebih kecil, Ria, orangtua anak yang bersekolah di TK Sekolah Athalia, lebih suka memberikan motivasi berupa banyaknya mainan di sekolah. “Saya selalu bilang ke anak, di sekolah ada lebih banyak mainan dan aktivitas. Kamu akan lebih suka di sekolah karena ada teman-teman dan bu guru yang akan main sama kamu.”

Bermain dengan teman sekolah

Musim liburan bisa jadi membuat anak-anak kehilangan kontak sementara dengan teman-teman sekolahnya. Beberapa hari sebelum kembali ke sekolah, dorong anak untuk kembali bertemu dengan teman sekolahnya, entah untuk bermain bersama di rumah atau melakukan kegiatan di luar rumah. Untuk anak yang lebih kecil, orangtua bisa mengatur jadwal playdate sehingga anak-anak bisa kembali mengakrabkan diri.

Penulis: Krista Rai

Foto: Pixabay

Follow Instagram @etalaseserpong