3 Tips Mempersiapkan Anak Masuk Prasekolah

400

Dalam hitungan bulan, tahun ajaran baru akan dimulai. Bagi Anda yang memiliki anak berusia balita, inilah saat-saat mendebarkan karena si kecil sebentar lagi akan masuk prasekolah. Rasa khawatir mungkin akan muncul dalam benak Anda: apakah anak saya akan menikmati hari-hari pertamanya di sekolah?

Bagi balita, sekolah bisa jadi sebuah tempat yang asing. Jadi, kebanyakan dari mereka biasanya mengalami kesulitan adaptasi di awal. Namun, Anda sebenarnya bisa meminimalisasi hal ini dengan melakukan persiapan-persiapan beberapa bulan sebelumnya.

Seperti yang dilakukan oleh Rina (36) yang anak keduanya akan masuk Pra-TK tahun ini. Rina berbagi tips mempersiapkan anaknya sejak tahun lalu. “Anak saya, Niken, sedikit pemalu. Jadi, saya membiasakan dia dengan lingkungan sekolah sedini mungkin. Kebetulan dia akan satu sekolah dengan kakaknya, jadi saya ajak dia ke sekolah setiap antar-jemput kakaknya. Lumayan, sekarang dia mulai terbiasa dengan lingkungan sekolah dan ngga sabar masuk sekolah!”

Trik yang dilakukan Rina memang sudah sepatutnya dilakukan, apalagi jika sang anak memang tipe pemalu. Selain trik yang dilakukan Rina di atas, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti agar si kecil merasa bersemangat menyambut hari-harinya di sekolah!

Asah keterampilan dasar anak

Menghadapi dunia baru, yaitu sekolah, anak dituntut sudah memiliki beberapa keterampilan dasar. Misalnya, sudah bisa buang air ke toilet, mampu mengutarakan keinginannya, mampu makan sendiri, bisa bersosialisasi dengan baik, dan kemampuan life skills lainnya.

Selama menanti datangnya tahun ajaran baru, Anda bisa terus mengasah kemandirian anak dengan melatihnya setiap hari. Anak-anak yang sudah matang dalam hal life skills memiliki rasa percaya diri lebih tinggi ketika terjun ke dunia sekolah yang menuntutnya untuk melakukan hampir semua hal tanpa bantuan orang dewasa.

Bacakan cerita tentang sekolah

Salah satu cara untuk mengenalkan konsep sekolah adalah dengan membacakan buku tentang sekolah. Anda bisa membeli buku yang berkisah tentang pengalaman bersekolah. Atau, Anda juga bisa mengarang cerita sendiri tentang serunya kegiatan di sekolah. Ajak anak untuk berinteraksi, misalnya dengan bertanya kepadanya mengenai warna seragam, barang apa saja yang dibawa, nama teman-teman, hingga aktivitas seru yang ingin dilakukan selama berada di sekolah.

Bermain peran bersama

Ajak anak untuk bermain peran dengan tema sekolah. Misalnya, Anda menjadi guru dan anak Anda menjadi murid. Ajak anak untuk melakukan aktivitas layaknya di ruangan kelas. Tentukan tema aktivitas hari itu dan ajak anak untuk aktif dalam kegiatan tersebut. Anda bisa mengubah peran jika memang memungkinkan. Hal ini berguna untuk memberikan insight untuk anak mengetahui peran guru dan murid agar dia tak terlalu asing dengan lingkungan kelas.

Ajak anak “tur” keliling sekolah

Ketika Anda menghadiri open house sekolah incaran, ada baiknya Anda mengajak serta anak untuk mengetahui reaksinya. Biarkan anak bermain-main sebentar sembari mengenali lingkungan sekolah. Selalu ajak anak ketika Anda perlu melakukan kunjungan ke sekolah. Anda bisa mengulang-ulang informasi bahwa sekolah itu nantinya akan menjadi “rumah” kedua si anak tempat dia bermain bersama teman-teman.

Ajak anak mengomunikasikan perasaannya tentang sekolah tersebut. Tanyakan apa yang paling disukainya dari sekolah itu. Pandu anak untuk tertarik mengeksplor area sekolah dengan mengajaknya ke playground, perpustakaan, atau ruang kelas.

Biarkan anak memilih perlengkapan sekolahnya

Salah satu momen menyenangkan dari mempersiapkan anak masuk sekolah adalah membeli peralatan sekolah. Libatkan anak dalam memilih perlengkapan sekolahnya, misalnya tas, sepatu, alat tulis, perlengkapan makan, dan lain sebagainya. Dengan begini, anak akan merasakan semangat untuk bisa segera memakai perlengkapan tersebut di hari pertama sekolah.

Selalu tanyakan kepada anak perihal perasaannya menghadapi masa-masa persiapan sekolah untuk digunakan sebagai dasar Anda dalam bertindak. Ketika anak masih menunjukkan keengganannya untuk berpisah dari orangtua dan bermain di sekolah, tak perlu kecil hati. Akomodasi kecemasan dan ketakutannya, kemudian perlahan berikan sugesti positif kepada anak bahwa sekolah adalah tempat bermain yang menyenangkan.

Selamat mencoba!

Penulis: Krista Rai

Foto: Jcomp/Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong