4 Persiapan untuk Kamu yang Ingin Kuliah di Luar Negeri    

33

Lepas SMA, kamu harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu universitas. Hidup dan belajar di universitas akan terasa jauh berbeda dengan jenjang Pendidikan sebelumnya. Di universitas, kamu akan belajar secara mandiri dan dituntut untuk bisa mengatur waktu sendiri agar semua tugas kuliah selesai tepat waktu. Kemandirian dan kedewasaanmu diuji dan dilatih di masa kuliah ini.

Tak sedikit lulusan SMA kemudian memutuskan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Salah satu alasannya, yaitu mengejar jurusan yang memang hanya ada di universitas di luar negeri. Lainnya beralasan ingin memperkaya pengalaman hidup dengan hidup di negara orang dan mengenal lebih banyak orang dari latar belakang ras yang beraneka ragam.

Apa pun alasannya, bagi kamu yang sudah memutuskan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri, persiapan matang adalah kuncinya. Dan, ingat, persiapan tersebut perlu dilakukan sejak jauh-jauh hari agar rencanamu tinggal di negara lain bisa terealisasi dengan baik.

Berikut beberapa persiapan yang harus kamu lakukan untuk mempersiapkan diri kuliah di luar negeri.

Kemandirian

Tinggal di luar negeri berarti kamu akan jauh dari keluargamu. Bagi kamu yang belum pernah berjauhan dengan keluarga sebelumnya, tinggal sendirian di luar negeri bisa jadi akan menguji ketahanan mentalmu.

Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan diri dengan melatih kemandirian. Mulailah untuk mengurus segala keperluan harianmu sendiri, seperti menyetrika pakaian, membuat sarapan, dan mengatur uang jajan secara bijak.

Skill-skill ini nantinya akan sangat membantumu untuk survive di negara orang.

Biaya

Untuk hal yang satu ini, tentu saja orang tuamu yang lebih berkepentingan. Namun, jangan salah, belajar di luar negeri membutuhkan biaya yang sangat besar. Biaya kuliah, biaya asrama, makan, buku, dan lain sebagainya tentunya tidak murah. Jadi, kamu bisa mempersiapkan diri dengan cara menabung. Tabungan ini nantinya bisa kamu jadikan dana darurat ketika kamu butuh mengeluarkan uang secara dadakan selama kuliah.

Ada juga beberapa mahasiswa yang ikut memikirkan biaya kuliahnya. Contohnya Sam, warga Golden Park, yang berkuliah di Korea University, Department of Home Economics Education. “Waktu masih SMA, saya bertekad untuk kuliah di luar negeri. Waktu itu papa berpesan, kalau mau kuliah di luar negeri harus dapat beasiswa. Papa hanya mau mengizinkan saya kuliah di luar kalau saya dapat beasiswa. Jadi, selama SMA saya giat belajar agar bisa lolos beasiswa berdasarkan nilai rapor. Jadi, biaya yang dikeluarkan keluarga saya tidak terlalu besar, hanya membiayai hidup saya dan kebutuhan primer lainnya.”

Mengenal budaya dan bahasa negara yang dituju

Kamu mungkin tertarik untuk pergi ke negara-negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris, seperti Jepang, Thailand, Filipina, Korea, China, dan lain sebagainya. Yang perlu digarisbawahi, negara-negara ini memiliki universitas yang menerapkan peraturan bahwa mahasiswa diwajibkan mengikuti perkuliahan menggunakan bahasa nasional negara tersebut. Oleh karena itu, sangat penting bagimu ketika sudah memutuskan untuk berkuliah di negara yang tidak fasih bahasa Inggrisnya, kamu harus bekerja ekstra keras untuk mempelajari bahasanya.

Kamu bisa mengikuti kursus-kursus bahasa yang tersebar di area Serpong. Jangan terpaku dengan kemahiran berbahasa Inggris, ya! Banyak negara yang justru meminta calon mahasiswanya sudah menguasai dengan fasih bahasa nasional mereka. Salah satu contohnya, yaitu Hong Kong.

Mempersiapkan dokumen

Universitas luar negeri mungkin memiliki kebijakan yang berbeda-beda masalah teknis pendaftaran.  Kamu perlu memastikan ini semua sejak awal dan mulai menimbang: manakah yang sesuai untukku? Ketika kamu sudah memutuskan universitas yang disasar, kumpulkan persyaratan yang mereka minta jauh-jauh hari agar tidak ada yang terlupa yang tentunya akan memperbesar peluangmu diterima di universitas di luar negeri.

Penulis: Krista Rai

Foto: Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong