Tanda Belajar Online Tidak Berdampak Positif Pada Perkembangan Anak

138
Metode belajar online masih butuh perkembangan lebih lanjut.

Sudah setahun lebih sistem belajar dari rumah berjalan. Tentu sangat penting melakukan evaluasi untuk melihat dampaknya pada anak. Sebab sia-sia jika selama ini belajar online tidak mendukung perkembangan anak sama sekali.

Orang tua pun diharapkan melakukan evaluasi atau instropeksi bagaimana kegiatan belajar berlangsung di rumah. Lewat beberapa tanda yang ditunjukkan anak setiap hari. Sehingga dapat mengenali ada tidaknya dampak baik pada diri anak. Ketika memang didapati ada yang salah, orang tua sebagai support system terdekat dapat segera menempuh jalan keluar. Contohnya berdiskusi dengan guru kelas mengenai jalan keluar.

Baca juga: Parameter Belajar Online Efektif Bagi Anak

Di samping itu, mengenai jalan keluar itu sendiri, berarti mengupayakan bagaimana sistem belajar online yang sekarang masih berjalan bisa efektif. Pada diri anak dan pada tumbuh kembangnya. Hingga nanti kelas tatap muka dimulai kembali anak sudah menggenggam hasil terbaik selama belajarnya di rumah.

Sering dibujuk untuk segera bergabung

Coba amati bagaimana reaksi anak ketika kelas online akan dimulai. Reaksi anak dapat menjadi parameter dan tolak ukur sejauh mana dampaknya. Dari cukup diingatkan bahwa sesi daring akan dimulai hingga harus dibujuk berulang kali agar mau mengikuti. Bila anak sering harus dibujuk atau diiming-imingi sesuatu dulu agar mau belajar, ada baiknya orang tua segera memikirkan solusi.  

Tidak antusias dan mudah bosan

Gejala lain yang mengindikasikan belajar online tidak berdampak adalah anak tidak antusias dan mudah bosan. Seperti tidak mempersiapkan buku-buku yang dibutuhkan untuk materi di hari itu, masih harus dibantu orang tua menyediakan perangkat belajar setiap hari, menguap saat guru menerangkan, menyalakan tombol off untuk video dan lebih tertarik membuka kanal lain, serta masih banyak lagi. Semakin banyak tanda yang ditunjukkan, berarti semakin tidak ada dampak yang dihasilkan.

Baca juga: Mengatasi Bosan Kala Belajar Online

Menunda-nunda mengerjakan tugas

Lalu anak juga sering menunda-nunda mengerjakan tugas. Atau menunggu hingga diingatkan dan diperintah oleh orang tua. Bisa pula mengerjakan sambil asal, yang penting jadi. Tidak diiringi kreativitas atau minim keunikan. Kemungkinan, selain dipicu oleh rasa bosan, anak juga merasa tidak ada manfaatnya dari mengerjakan tugas yang diberikan. Oleh karena itu, jangan mudah menyalahkan anak saat dia tak tertarik menuntaskan tugas. Lebih baik ajukan pertanyaan mengapa dan bagaimana sebaiknya.

Tugas diambil alih orang tua

Hati-hati bila selama ini tugas sering diambilalih orang tua. Dengan harapan cepat selesai dan bisa segera dikirim lewat aplikasi. Posisi anak aman di mata guru kelas dan mendapat nilai bagus.

Memang aman, tapi sesungguhnya anak tidak belajar, tidak bereksplor, dan selalu dikondisikan dalam zona nyaman. Sangat membahayakan, sebab salah satunya membiasakan anak tidak menyelesaikan kewajiban dan tanggung jawab.

Baca juga: Dampak Negatif Belajar Online Pada Anak Yang Perlu Diwaspadai

Sekadar mendengarkan

Lihat kembali jika kelas online usai, tidak ada pendalaman materi. Seperti pendalaman lewat kegiatan gim, diskusi, riset, olah permainan bersama orang tua. Tandanya anak hanya sekadar mendengarkan. Hasilnya jelas sangat kurang bagi tumbuh kembang mereka. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow instagram: @etalaseserpong