5 Hal yang Harus Diperhatikan ketika Menyewakan Rumah

129

Rumah merupakan aset yang harganya akan terus naik seiring berjalannya waktu.  Oleh karena itu, banyak orang berlomba-lomba menginvestasikan uangnya dalam bentuk rumah. Biasanya, para pebisnis memutar uangnya dengan cara merenovasi rumah tersebut kemudian menjualnya, atau menyewakannya.

Menyewakan rumah juga menjadi salah satu trik bisnis agar aset kita menghasilkan uang. Namun, tak semudah itu berbisnis sewa-menyewa rumah. Anda perlu mengetahui trik dan strategi jitunya agar bisnis ini bisa mendatangkan return yang optimal.

Dikutip dari Rumah123.com, berikut poin-poin yang harus Anda perhatikan ketika ingin berbisnis penyewaan rumah.

Mengetahui latar belakang penyewa

Ketika ada seseorang tertarik dengan rumah Anda dan ingin menyewanya, percakapan harus dua arah. Tidak hanya calon penyewa yang bisa bertanya detail tentang spesifikasi rumah, biaya sewa, dan lain sebagainya. Anda sebagai pemilik rumah perlu mengetahui latar belakang dan identitas calon penyewa. Anda bisa memulai dengan mengetahui asal-usulnya, tujuan menyewa rumah Anda, dan pekerjaannya.

Cari tahu juga nantinya akan ada berapa orang yang menempati rumah tersebut. Hal ini harus Anda pertegas di awal karena semakin banyak anggota keluarga yang tinggal di sana, semakin tinggi risiko kerusakan yang terjadi.

Durasi penyewaan

Pada umumnya, perjanjian sewa-menyewa rumah dihitung per tahun. Ini merupakan strategi yang paling efektif agar Anda mendapatkan jaminan bahwa penyewa akan tinggal di sana dalam waktu setahun. Pembayaran full di awal juga menjadi keuntungan bagi Anda karena Anda tak perlu mengurusi kemungkinan pembayaran sewa terlambat dan lain sebagainya.

Namun, kekurangan dari perjanjian sewa tahunan adalah Anda tak bisa sewaktu-waktu menaikkan harga sewa. Anda harus menunggu selama satu tahun untuk mengubah harga sewa.

Pilihan lainnya, yaitu sewa bulanan. Masih banyak penyewa rumah yang mau memakai sistem ini, khususnya jika yang disewakan adalah rumah petakan. Memberlakukan sistem sewa bulanan akan sangat meringankan penyewa yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Jika Anda mencari perputaran uang yang cepat, Anda bisa mengambil skema ini. Namun, yang harus digarisbawahi adalah Anda harus selalu siap jika penyewa tiba-tiba memutuskan untuk pindah rumah. Dengan begitu, rumah sewa Anda akan kosong dalam kurun waktu tertentu yang berarti tidak ada pemasukan sama sekali, tetapi Anda masih harus tetap membayar biaya-biaya pemeliharaan, seperti listrik, air, dan IPL.

Buatlah perjanjian kontrak

Bisnis sewa-menyewa rumah kesannya merupakan bisnis nonformal. Jadi, banyak penyewa yang menganggap bisnis ini tak memerlukan formalitas. Padahal, formalitas seperti surat perjanjian bermaterai diperlukan untuk “mengamankan” kedua belah pihak. Pemilik rumah akan mendapatkan jaminan bahwa penyewa akan membayar sewa tepat waktu, tidak melakukan pengrusakan terhadap rumahnya, membawa anggota keluarga untuk tinggal sesuai kesepakatan, sampai batasan-batasan hak dan kewajiban pemilik maupun penyewa rumah.

Perhitungkan biaya sewa

Kebanyakan pebisnis di bidang ini tak memiliki standar dalam mematok harga sewa rumah. Satu rumah dengan lainnya bisa saja memiliki kesenjangan harga yang signifikan. Anda bisa memakai formula 5 persen dari nilai rumah Anda yang bisa Anda ketahui di setruk PBB. Walau begitu, ketika Anda sudah melakukan renovasi dan penambahan fasilitas, tentunya harganya akan berbeda. Setidaknya, Anda sudah mengetahui formulanya, kemudian bisa menyesuaikannya dengan spesifikasi rumah Anda.

Memastikan keamanan

Ketika Anda menyewakan rumah kepada orang lain, semua kunci yang Anda punya harus diserahkan kepada penyewa. Setelah sekian lama menyewa rumah Anda, mereka memutuskan untuk pindah rumah. Nah, ada baiknya Anda mengganti semua kunci untuk penyewa berikutnya. Hal ini untuk memastikan bahwa penyewa terdahulu tak lagi memiliki akses masuk ke dalam rumah Anda.

Tindakan ini sebagai pencegahan untuk menghindarkan kejadian yang tidak diinginkan. Ini yang dilakukan oleh Liaw Mie Moy, pemilik beberapa rumah di daerah Cisauk, Tangerang. Ami, nama panggilannya, selalu mengganti semua kunci pintu rumah setelah penyewa menyelesaikan masa sewanya. “Saya pernah kejadian ada penyewa baru rumahnya dibobol. Setelah tertangkap, ternyata pencuri rumah itu kerja sama dengan penyewa sebelumnya. Mereka menggandakan kunci rumah dan saya tidak bisa mengendalikan itu,” ujarnya.

 

Penulis: Krista Rai

Foto: Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong