5 Kebiasaan yang Membahayakan Tubuh

50

setiap hari, kita melakukan banyak sekali aktivitas. Banyak di antaranya sudah menjadi habit yang kita lakukan secara otomatis. Misalnya, bangun tidur langsugn ke kamar mandi untuk buang air. Kemudian, dilanjutkan dengan sikat gigi dan mandi.

Begitu juga dengan pekerjaan yang kita lakukan secara rutin tiap hari. Kita sering merasa semua rutinitas tersebut sudah menjadi jadwal harian yang membuat kita tak memberikan perhatian penuh—berjalan dengan otomatis.

Begitu juga dengan beberapa kebiasaan yang kita tidak sadari. Tiap manusia pasti menjalani satu atau dua kebiasaan yang sudah dilakukannya selama bertahun-tahun. Misalnya, terbiasa membaca buku sebelum tidur, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, dan lain sebagainya.

Nah, ternyata ada beberapa kebiasaan buruk yang jika dilihat justru sangat remeh. Namun, ternyata jika dibiarkan akan menimbulkan gangguan kesehatan di masa depan.

Apa sajakah kebiasaan-kebiasaan tersebut? Yuk, simak penjabarannya berikut.

Duduk bersama orang yang sedang merokok

Banyak literatur yang sudah menjelaskan dengan rinci bahaya yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif. Memang, berbeda dengan perikok aktif, perokok pasif menghirup lebih banyak asap ketimbang perokok aktif sendiri.

American Cancer Society memaparkan bahwa partikel yang dikeluarkan dari hasil bakaran rokok, bergabung dengan gas yang ada di udara, membentuk senyawa penyebab kanker yang tersebar di udara. Contohnya, senyawa NNK dan PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons), racun yang merupakan penyebab kanker paru-paru, ditemukan di sampel debu di dalam rumah seorang perokok. Riset ini meningkatkan perhatian terhadap rumah-rumah yang memiliki bayi atau balita yang masih dalam fase oral. Anak-anak ini dengan mudah memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut, termasuk partikel debu di dalam rumah yang sudah tercampur dengan senyawa racun tadi.

Walau terlihat tak berbahaya, berkumpul bersama rekan atau keluarga yang sedang merokok bisa sangat mengancam jiwa Anda. Sebaiknya, hindari orang-orang yang sedang merokok. Jika ada tamu yang bertandang ke rumah, tegaskan mengenai aturan di rumah Anda. Ada baiknya menyediakan area merokok di teras, bukan di dalam rumah.

Memendam emosi

Ada banyak orang yang memilih untuk memendam emosinya karena satu dan lain hal. Walau terkesan tidak berbahaya, memendam emosi ternyata bisa memicu keluhan fisik, lho!

Times.com memaparkan, upaya memendam emosi mengakibatkan terjadinya penyempitan otot-otot di dalam tubuh. Kecemasan dan depresi tak hanya berakibat pada kesehatan psikis, melainkan juga kesehatan fisik, misalnya gangguan pencernaan, sakit kepala, insomnia, kelainan autoimun, hingga penyakit jantung.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa semakin banyak emosi dan konflik yang dirasakan seseorang, semakin besar kecemasan yang mereka rasakan. Hal itu disebabkan oleh saraf vagus yang mengatur emosi manusia. Saraf ini merespons emosi yang dipicu oleh otak tengah, kemudian mengirimkan sinyal ke jantung, paru-paru, dan usus. Tubuh Anda pun bersiap bereaksi terhadap “bahaya” yang sedang mengancam. Sayangnya, “bahaya” ini jika salah dikelola justru bisa menyerang tubuh Anda.

JIka Anda merasakan stres atau depresi, ada baiknya Anda segera mencari pertolongan, entah bercerita kepada teman dekat atau berkonsultasi dengan psikolog.

Malas minum

Berapa liter air yang sudah Anda minum hari ini? Kesibukan kerja sering membuat orang lupa bahwa dirinya sudah tidak minum selama berjam-jam. Belum lagi suhu ruangan yang biasanya sejuk karena AC; Anda semakin lupa jika harus minum minimal 2 liter sehari.

Habit ini memang tidak memberikan efek signifikan dalam waktu dekat. Namun, dalam waktu yang panjang, bisa menimbulkan gangguan pada ginjal atau munculnya infeksi saluran kencing (ISK).

Tidak suka olahraga

Setiap harinya, kita disarankan untuk berolahraga minimal 30 menit per hari. Namun, apa daya pekerjaan kita sangat sibuk sehingga saya terlalu lelah untuk melanjutkan aktivitas dengan berolahraga.

Padahal, berolahraga rutin setiap hari bisa membantu tubuh Anda semakin ringan dan sehat. Namun, kebiasan yang terbentuk sekarang ini justru orang-orang yang minim gerak. Bekerja selama beberapa belas jam di depan komputer akan menimbulkan masalah baru: keluhan-keluhan yang mengerucut pada hipertensi, obesitas, penyakit jantung, kerusakan sendi otot, depresi, osteoporosis, dan lain sebagainya.

Sering lapar mata

Pernahkah Anda secara refleks mengambil camilan, padahal satu jam sebelumnya Anda baru saja selesai makan siang? Jika Anda punya kebiasaan ini, perlu tanya kembali ke diri sendiri: apakah saya merasa lapar sungguhan atau hanya lapar mata? Rita Ramahyulis, DCN, MKes menjelaskan, sesuai yang dikutip oleh DetikHealth, bahwa emotional eating memiliki dampak buruk. Beberapa di antaranya, yaitu obesitas, naiknya kadar kolesterol jahat dalam tubuh, hingga masalah jantung.

Penulis: Krista Rai

Foto: Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong