5 Tips Move On dari Kantor Lama

473
Attractive smart creative Asian business women in smart casual wear working on laptop while sitting on desk on office desk. Lifestyle women work at office concept.

Berapa lama Anda mengabdi pada sebuah perusahaan? 5 tahun? 10 tahun? Masa kerja yang lama tentu membuat kita akan semakin sulit meninggalkan sebuah perusahaan. Bisa jadi karena lingkungannya yang sangat kekeluargaan, teman-temannya yang menyenangkan, atau bos yang baik hati.

Namun, ada beberapa hal yang membuat Anda harus menatap tegap ke depan dan memutuskan untuk meninggalkan kantor lama yang sudah begitu membekas di hati Anda. Jika Anda sedang dalam kondisi ini, ada beberapa tips yang bisa diikuti untuk bisa move on dari kantor lama dan “bersinar” di kantor baru.

  1. Mencari teman baru

Salah satu tips paling jitu ketika kita memulai karier di kantor baru, yaitu beradaptasi. Walau terlihat sulit, Anda harus memaksakan diri untuk mulai bergaul di tempat baru. Tak masalah jika Anda memutuskan untuk mengobservasi keadaan selama beberapa waktu sampai akhirnya memutuskan untuk memulai pertemanan dengan seseorang. Namun, yang perlu digarisbawahi, ikutilah pace di kantor baru. Misalnya, jika rekan kerja biasa keluar makan siang pukul 12.00, ikutilah kebiasaan tersebut. Saat jam pulang, tinggallah 15–30 menit lebih lambat untuk bisa mengobrol dengan rekan terdekat. Anda bisa bertanya hal-hal seputar kantor baru yang belum Anda ketahui.

  1. Mencari keunggulan kantor baru

Ketika Anda memutuskan untuk menerima pekerjaan di kantor baru, setidaknya Anda mengetahui beberapa keunggulan perusahaan tersebut. Mungkin dari lingkungan kerja, kebiasaan-kebiasaannya, fasilitasnya, dan lain sebagainya. Ketika Anda menemukan keunggulan di kantor baru, Anda akan lebih mudah menerima keadaan saat ini tanpa lagi sibuk membanding-bandingkannya dengan kantor lama Anda.

  1. Melihat peluang yang bisa dikembangkan

Berada di kantor baru, berarti terbuka lebar berbagai peluang. Anda bisa mempelajari pekerjaan baru Anda dan mencari peluang baru, misalnya mengerjakan proyek baru. Dengan melihat peluang baru, Anda akan semakin tertantang dan semangat kerja pun bertambah.

Bertanya kepada atasan mengenai peluang-peluang yang bisa Anda dapatkan bisa menjadi sebuah permulaan.

  1. Mengingat kembali alasan resign

Ketika Anda merindukan kantor lama dan merasa tak bersemangat di kantor baru—karena alasan apa pun, ingat kembali alasan awal Anda memutuskan untuk resign dan menerika tawaran di kantor baru. Kerucutkan prioritas Anda dan fokuslah pada yang ada di depan Anda. Selalu ada alasan kuat di balik keputusan untuk resign dari kantor lama.

  1. Membangun relasi dengan teman-teman lama

Walau Anda sudah tak lagi bekerja di kantor lama dan (mungkin) Anda meninggalkan kantor tersebut dengan setengah hati, tak kemudian membuat Anda menjauh dari lingkungan lama Anda.

Pindah kerja tak lantas membuat Anda harus melupakan segala hal dari tempat itu. Jika Anda berusaha melakukan ini, yang ada justru Anda semakin sulit move on.  Anda memang membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa move on dan itu adalah wajar. Jika Anda merasa kangen dengan teman-teman lama, melakukan kunjungan sejenak ke kantor lama bisa menjadi pilihan. Sempatkan untuk bertemu dengan rekan-rekan kantor lama sekadar untuk bertukar kabar. Aktivitas ini akan mengobati kerinduan Anda.

Penulis: Krista Rai

Foto: Tirachardz/Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong