6 Kiat Membeli Rumah Bekas Agar Tak Menyesal di Kemudian Hari

30

Tren harga rumah yang terus naik setiap tahunnya membuat banyak orang, khususnya keluarga muda, harus pintar-pintar memasang strategi. Ada banyak cara untuk memiliki rumah, yaitu membeli rumah baru secara inden di kompleks perumahan yang baru akan dibangun atau membeli rumah bekas.

Kebanyakan milenial memilih untuk membeli rumah baru karena mengejar lingkungan. Saat ini, tren rumah memang berbentuk kluster, berbeda dengan rumah-rumah lama yang dibangun di perumahan yang masih memiliki pagar.

Namun, jika diperhatikan, tak ada salahnya membeli rumah bekas. Salah satu keuntungannya, yaitu Anda tidak akan dibebankan pajak pertambahan nilai (PPN). Selain itu, membeli rumah bekas berarti Anda sudah bisa melihat lingkungan sekitarnya yang biasanya sudah terbentuk dan sudah mapan.

Berikut beberapa kiat membeli rumah bekas agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.

Cek usia bangunan

Ketika Anda melihat fisik sebuah bangunan rumah, Anda perlu meneliti usianya. Usia bangunan terbagi menjadi tiga, yaitu baru (di bawah 10 tahun), sedang (10–20 tahun), dan tua (lebih dari 20 tahun). Ketika rumah yang Anda taksir memiliki usia lebih dari 20 tahun, Anda perlu menanyakan kapan renovasi terakhir dilakukan.

Kondisi dan harga rumah

Anda bisa mengajak kontraktor untuk melihat kondisi rumah dan mengecek beberapa bagian rumah. Dengan mengetahui kondisi rumah, Anda bisa menghitung biaya renovasi yang harus Anda lakukan. Selain itu, kontraktor akan membantu Anda untuk menaksir harga rumah agar Anda tidak terkecoh membeli rumah bekas dengan harga yang terlalu tinggi.

Mengecek lingkungan sekitar

Seperti yang sudah kami sebut di atas, keuntungan membeli rumah bekas, yaitu lingkungannya sudah terbentuk. Anda bisa mengelilingi kompleks dan melihat kondisi lingkungan. Contohnya, mengecek sistem keamanan, perilaku tetangga, dan lain sebagainya. Ada baiknya Anda menyisihkan waktu yang cukup panjang untuk menyurvei lingkungan sekitar dengan melakukan kunjungan beberapa kali sebelum akhirnya memutuskan.

Beli rumah yang Anda kontrak

Salah satu cara jitu yang bisa Anda lakukan, yaitu membeli rumah yang sedang Anda kontrak. Salah satu keuntungan mengontrak rumah, yaitu Anda bisa melakukan “trial” tinggal di rumah tersebut selama beberapa tahun. Anda bisa merasakan kondisi rumah, lingkungan, dan aspek lainnya. Jika Anda merasa nyaman tinggal di rumah dan lingkungan tersebut, langsung saja tanyakan kepada pemiliknya apakah rumah mereka boleh Anda beli.

langkah ini dilakukan oleh Heri, warga Regency Melati Mas. Heri berkisah bahwa dia pernah berpindah kontrakan hingga lima kali sampai akhirnya menemukan lingkungan dan rumah yang cocok untuk keluarganya. “Kami pindah lima kali dalam 10 tahun. Ternyata, kami baru cocok sama rumah ke-5. Kebetulan saat itu pemiliknya memang mau jual. Jadi, saya langsung tawar harga. Enaknya, kami sudah tinggal di lingkungan itu selama 3 tahun sebelum akhirnya membeli rumah itu. Jadi, sudah tahu betul kondisi sekitar.”

Cek dokumen kepemilikan rumah dengan detail

Ketika Anda sudah cocok dengan satu rumah, saatnya memeriksa dokumennya secara lengkap. Minta pemilik rumah untuk menunjukkan sertifikat asli (SHM), IMB, dan bukti pembayaran PBB. Lakukan pengecekan atas semua dokumen ini.

Jika nama yang tertera di sertifikat berbeda dengan nama penjual rumah, pastikan bahwa pemilik memiliki akta jual-beli (AJB). Anda juga perlu memastikan bahwa rumah yang Anda beli bukan rumah sengketa. Tanya lebih lanjut kepada pemilik ketika ternyata rumah tersebut sedang dijaminkan ke bank atau merupakan rumah warisan (pemilik lebih dari satu orang). Mintalah penjelasan lanjutan mengenai penyelesaikan urusan sebelum rumah tersebut dipindahtangankan.

Penulis: Krista Rai

Foto: Pixabay

Follow Instagram @etalaseserpong