Agar Dana Bantuan Pemerintah Tak Sia-Sia

31
Jangan hamburkan dana bantuan pemerintah.

Baru-baru ini pemerintah meluncurkan paket bantuan. Kucuran dana yang ditujukan pada karyawan swasta bergaji di bawah Rp 5 juta yang terdaftar di BPJS senilai Rp 600 ribu selama empat bulan. Kesempatan berharga yang perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin. Tapi bagaimana caranya agar tidak sia-sia?

Tentunya perlu berkaca pada tujuan awal pemberian bantuan. Pemerintah berharap setelah dana sampai ke rekening penerima, bantuan dapat segera diputar untuk dibelanjakan. Menaikkan kembali daya beli masyarakat, sehingga roda perekonomian pelan-pelan mulai bergerak kembali.

Akan tetapi, sebelum membelanjakan, ada baiknya penerima juga menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. Sebab pandemi yang kian tak menentu ini belum jelas kapan akan usai. Pertimbangkan setiap rupiah benar-benar teralokasikan dengan baik. Minimal sebagai pegangan sehari-hari. Terlebih belum tentu bantuan akan diterima lagi di masa mendatang.

Tahan diri untuk tidak menganggapnya sebagai hadiah cuma-cuma. Seperti memakainya untuk aktivitas yang sifatnya hiburan sesaat dan membeli barang-barang yang tergolong tersier. Pikirkan kebutuhan jangka panjang, baik untuk diri sendiri maupun anggota keluarga yang menjadi tanggungan.

Sebagai tabungan

Sah-sah saja untuk tidak membelanjakan dana bantuan. Tetap menyimpannya sebagai tabungan atau masuk alokasi dana darurat. Artinya bakal diperuntukkan bukan saat ini, melainkan di waktu lainnya. Khususnya untuk Anda yang memang sekarang tetap dapat memenuhi kebutuhan dengan pemasukan yang ada dan tidak terbebani utang, contohnya.

Serta tak mengapa menimbun sesaat andai memang Anda sudah mempunyai rencana tersendiri. Seperti memanfaatkan dana bantuan untuk membeli sesuatu yang saat ini belum terbeli sehingga perlu mengumpulkan uang terlebih dulu.

Belanja kebutuhan

Gunakan dana bantuan untuk belanja kebutuhan. Lalu kebutuhan apa saja? Prioritaskan pada kebutuhan yang bersifat primer dan tidak bisa ditunda. Sembako, membayar listrik, kuota internet untuk anak belajar online, bayar sewa rumah, dan sebagainya.

Setelahnya, jika masih ada sisa, tak masalah untuk keperluan-keperluan yang lain. Misalnya membeli dagangan teman dengan maksud menolong. Dana bantuan terbelanjakan, teman terbantu, dan uang tetap berputar sesuai tujuan awal.

Menutupi kebutuhan mendesak

Kemudian sebagai dana penolong mengatasi kebutuhan yang mendesak. Bila tidak segera dipenuhi akan mendatangkan masalah yang lebih besar lagi. Di antaranya melunasi utang, menutup tagihan-tagihan yang datang, membayar biaya bulanan sekolah anak agar dapat mengikuti ujian, sebagai dana istri yang akan melahirkan, memperbaiki atap rumah yang rusak supaya tidak bocor, dan lain-lain.

Modal kerja

Bila dana bantuan masih menganggur, Anda dapat melihat peluang baru untuk menjadikannya sebagai modal kerja. Memang terbilang angka yang kecil, tapi tetap mampu menjadi gerbang awal dimulainya sebuah usaha. Ingat, sekecil apapun skema usaha, tetap mendatangkan laba. Dengan syarat, adanya modal dibarengi dengan strategi dan usaha yang sungguh-sungguh.

Investasi

Opsi lainnya adalah investasi. Memutarnya untuk mendapat keuntungan yang lebih banyak lagi. Misalnya membeli reksadana dengan nilai kecil. Bentuk investasi aman, terpantau, dan keuntungan dapat dipetik secara berkala. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay.com/nosheep

Follow Instagram @etalaseserpong