Apa Sih Ciri-ciri Penyakit Megalomania?

93

Apakah kamu memiliki teman yang terlihat super duper lebay sampai pernah menyebabkan masalah besar karena sikapnya tersebut? Meskipun menyebalkan, kamu tidak boleh langsung membenci dirinya. Karena mungkin sebenarnya dia menderita penyakit mental yang dinamakan megalomania.

Mengutip dari practicalpie.com, biasanya penderita megalomania terbiasa untuk membesar-besarkan sesuatu seperti contohnya masalah kecil dianggap malapetaka. Mereka juga haus akan pujian dan pengakuan dari orang-orang sekitarnya. Tak berhenti di situ, penderita megalomania juga akan mengalami sebuah delusi dan halusinasi seperti menganggap dirinya sendiri merupakan orang kaya raya, memiliki kekuasaan tak terkalahkan, atau lebih cerdas dari orang sekitarnya. Padahal kenyataannya dirinya biasa-biasa saja. Tidak sulit kok melihat gejala gangguan megalomania. Yuk intip ciri-cirinya di bawah ini.

Terlalu percaya diri

Memiliki karakter yang percaya diri memang penting agar tidak mudah dijatuhkan orang lain dan sebagai bekal utama saat terjun ke dunia kerja. Tapi kalau sudah berlebihan rasanya menyebalkan ya mendengar orang lain memuji dirinya sendiri terus menerus setiap hari? Nah, terlalu percaya diri merupakan indikasi utama seseorang mengidap megalomania loh.

Anti kritik

Salah satu ciri seseorang mengalami gangguan megalomania adalah membesar-besarkan segala sesuatu. Kamu bisa melihatnya ketika dirinya dikritik oleh orang lain. Biasanya penderita megalomania menganggap kritik sebagai hinaan dan cacian. Begitu pun dengan pujian. Mereka juga akan menganggap pujian yang tulus sebagai cara orang lain “menjilat” dirinya karena ada maunya saja.

Merasa paling dominan dan superior

Tidak punya jabatan tinggi dan tidak pernah memberikan kontribusi tapi merasa dirinya yang paling dibutuhkan oleh perusahaan. Akibatnya penderita akan memperlakukan orang di bawahnya dengan seenaknya karena merasa superior. Tak hanya itu, penderita megalomania juga tak segan untuk menyebarkan gosip dan fitnah agar saingannya dipecat. Wah kalau sudah begini sih harus mulai waspada dan mencari bantuan profesional. Karena gangguan megalomania bisa sangat merugikan orang lain.

Emosi tak stabil

Salah satu ciri gangguan megalomania pada seseorang bisa dilihat dari stabilitas emosinya. Jika seseorang mudah marah pada hal yang sangat sepele dan bisa “ngambek” dalam waktu yang cukup lama, orang tersebut mungkin mengidap megalomania. Penderita megalomania sangat mudah marah terhadap orang lain dan biasanya akan mereda ketika orang yang dianggap berbuat salah tersebut memohon maaf berkali-kali bahkan hingga berhari-hari.

 

Penulis: Maria Theresia

Foto ilustrasi: Pixabay/ RyanMcGuire

Follow instagram: @etalaseserpong