Bijak Mengolah Sampah Tekstil Dari Rumah

85
Sampah tekstil bisa diolah atau dialokasikan kembali.

Akhir-akhir ini sampah tekstil sering dibicarakan. Terutama limbah tekstil dari rumah. Sekilas lebih mudah diselesaikan, namun nyatanya tidak demikian. Perlu ada kerja sama dari banyak individu, komunitas, juga rumah tangga itu sendiri agar pengelolaan sampah tekstil bisa optimal.

Terlebih saat ini, limbah tekstil yang dibuang begitu saja ternyata banyak mencemari laut. Di tempat-tempat pembuangan sampah, banyak sampah tekstil menumpuk dan tidak mudah terurai. Lantaran saat ini bahan tekstil banyak terbuat dari serat sintesis, yang paling tidak membutuhkan waktu 200 tahun untuk bisa teruari sama sekali. Jadi bayangkan saja ketika sudah sangat menumpuk, tak ubahnya gunung yang tinggi. Tidak hanya mencemari, melainkan juga rawan meningkatkan efek gas rumah kaca. Khususnya jika sejak awal pemusnahan sampah tekstil dilakukan secara asal.

Baca juga: Sepele Saat Wisata, Tapi Merusak Lingkungan

Jangan campur dengan sampah lain

Perlu diingat baik-baik sebelum memutuskan untuk membuang bahan tekstil yang sudah tidak terpakai, ada baiknya tidak mencampur dengan jenis sampah lain. Seperti sampah plastik, kaca, atau organik sekalipun. Pilah dan tempatkan tersendiri. Jika memungkinkan, beri label tulisan dengan jelas. Siapa tahu petugas yang mengambil akan menyadari, hingga selanjutnya sampah bisa ditindaklanjuti lewat cara-cara yang lebih tepat.

Juga hindari untuk langsung membakarnya. Bahan serat kain yang berubah jadi abu dan menghasilkan asap, merupakan salah satu sumber efek gas rumah kaca, seperti yang sudah disebutkan tadi.

Serahkan pada yang membutuhkan

Sampah tekstil dari rumah, contohnya pakaian bekas yang masih layak pakai, bisa dialihkan dengan memberikan pada yang membutuhkan. Misalnya korban bencana alam atau kelompok target lain.

Akan tetapi, sekarang sering terdengar, sumbangan baju bekas justru tidak bermanfaat. Alih-alih digunakan, nyatanya banyak yang dibuang serampangan. Selain akibat banyaknya baju yang sudah usang, tidak cocoknya selera, hingga keengganan memakai baju bekas. Karena itu, pikir kembali saat ini untuk menyumbangkan baju bekas hanya demi mengurangi limbah tekstil di rumah.

Baca juga: Persiapan Utama Tinggal Di Daerah Rawan Bencana

Salurkan lewat dropbox atau lembaga

Atau pilihan lainnya, salurkan lewat dropbox (kotak penampung) milik lembaga yang kompeten. Dapat pula dikirim ke alamat lembaga yang bersangkutan. Oleh lembaga ini, limbah tekstil akan dibersihkan dan kemudian diproses lebih lanjut. Sebagian ada yang dijual, sebagian lagi ada yang didaur ulang untuk menjadi barang-barang yang lebih produktif.

Daur ulang sendiri

Daur ulang juga bisa dilakukan di rumah. Dengan cara berkreasi untuk beberapa bahan yang masih bisa dimanfaatkan agar tidak lekas jadi sampah. Misalnya sebagai sarana latihan menjahit anak-anak, diubah untuk baju dan aksesoris boneka, dan sebagainya. Tekstil yang tadinya tampak tidak berharga jadi punya nilai lebih.

Baca juga: Pikir Ulang Sebelum Menikmati Diskon Akhir Tahun

Pikir ulang sebelum membeli produk tekstil

Di samping itu, yang kerap tak disadari, mengelola dan meminimalisir limbah tekstil sebenarnya sudah bisa dimulai sejak sebelum membeli tekstil itu sendiri. Pikir ulang apakah produk tersebut memang benar-benar dibutuhan atau sekadar mengikuti tren fashion? Jadi tidaknya membeli jelas akan berpengaruh pada kuantitas tekstil di rumah. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow instagram: @etalaseserpong