Bijak Menyikapi THR Yang Tak Kunjung Turun

72

Esok Lebaran telah tiba. Sayangnya, sama seperti tahun lalu, mudik masih dilarang dan THR kabarnya banyak yang belum sampai ke tangan. Bagaimana menyikapi bonus gaji yang nihil untuk menyambut Lebaran?

Memang pada dasarnya dan telah diatur secara hukum, THR adalah kewajiban yang mesti diberikan oleh pengusaha kepada karyawannya. Namun pandemi yang tak lekas usai membuat pengusaha kesusahan untuk memenuhinya. Tidak sedikit yang mengajukan keringanan pada pemerintah maupun pada para pekerjanya secara langsung. Mengingat ada denda dan konsekuensi besar jika sampai pengusaha sengaja tak membayar.

Baca juga: Langkah Yang Diambil Pengusaha Saat Tak Sanggup Bayar THR

Jadi menimbulkan dilema. Ingin memahami situasi yang dialami perusahaan, tapi THR juga hak setiap karyawan yang harus dijunjung tinggi. Terlebih bila selama pandemi sudah ada pemotongan gaji yang lumayan. Turunnya THR jadi harapan untuk memperbaiki keuangan dan memenuhi banyak kebutuhan.

Tenang

Pasti banyak emosi yang datang. Sedih, khawatir, jengkel, marah, dan sebagainya. Terlebih bila perusahaan belum menunjukkan aba-aba sama sekali. Namun ada baiknya tetap tenang. Rebahkan diri sejenak dan rileks.

Di saat seperti ini akan sangat berguna tetap memasang cara berpikir yang positif. Meski tak yakin bakal segera turun, paling tidak tanamkan pada diri sendiri pasti ada jalan keluar.

Sebaliknya, bila memutuskan mengambil tindakan gegabah tanpa berpikir panjang, dikhawatirkan dampaknya panjang. Atau malah merugikan diri sendiri di kemudian hari.

Cari tahu

Jika diri sedang atau sudah tenang, baru cari tahu. Mengapa hari raya sudah mendekati dan batas tempo pembayaran THR sudah lewat tapi tak kunjung didapat? Misalnya pada rekan-rekan satu divisi atau ke bagian keuangan. Keterangan yang valid akan lebih memudahkan Anda memikirkan jalan keluar selanjutnya dibanding percaya pada berita yang simpang siur.

Baca juga: Agar THR Tak Sekadar Numpang Lewat

Jangan mudah terprovokasi

Ingat, sangat sering tidak turunnya THR dibarengi dengan aneka suara. Hati-hati, jangan mudah untuk terprovokasi. Pilah dan cerna masing-masing informasi yang datang. Apalagi yang sifatnya mengajak untuk berbuat di luar batasan normal.

Lakukan mediasi sehat

Anda dan semua karyawan melalui perwakilan dapat melakukan mediasi ke pemilik perusahaan. Meminta alasan, kepastian waktu cair, hingga mekanismenya. Jika masing-masing pihak, yakni perusahaan dan karyawan, saling terbuka dan menghargai, kemungkinan mediasi mudah untuk diwujudkan. Penting pula sedari awal tidak meninggikan ego, melainkan saling respek dan tetap peduli pada masalah pihak lawan.

Ikuti kesepakatan

Andai dari mediasi menghasilkan kesepakatan yang harus dipatuhi, maka mau tak mau Anda harus mengikuti. Walau akhirnya THR tahun ini mesti ditunda atau bahkan tidak ada. Terkecuali belum ada keputusan final yang mengikat dan masalah terus mengambang tanpa kesudahan.

Baca juga: Mengamankan Finansial Saat PHK Di Depan Mata

Laporkan

Masih ada lagi cara lain ketika THR tidak turun. Yaitu melaporkan pada pos-pos resmi yang sudah dibentuk oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Atau melalui badan perwakilan pekerja. Khususnya jika setelah ditanyakan dan dimediasi berulang kali, perusahaan terus mengelak serta tidak menunjukkan itikad baik akan kewajibannya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram: @etalaseserpong