Cara Diplomasi Generasi Sandwich Saat Menolak Paksaan Orang Tua

53
Jalan tengah bagi generasi sandwich dan orangtua.

Generasi sandwich kerap menghadapi situasi yang rumit dan pelik. Apalagi bila suatu saat ada permintaan orang tua yang sifatnya memaksa. Perlu ada diplomasi yang cerdas dan sehat untuk mengatasi, sekaligus menyelamatkan relasi antara orang tua dan anaknya.

Seperti yang ramai oleh suatu utas di media sosial. Seorang anak mendapat kekerasan fisik dari orang tua lantaran menolak memberikan gaji guna merenovasi rumah. Padahal selama ini anaknya sudah memberikan 80 persen upahnya setiap bulan. Komentar pun ramai berdatangan. Sebagian menilai generasi sandwich seperti contoh tadi sering mendapat tekanan luar biasa akibat memiliki toxic parents.

Layaknya menghadapi buah simalakama. Mengabulkan permintaan tapi menyengsarakan diri sendiri, sementara menolak juga merusak relasi. Terlebih saat pasangan dan anak-anak juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Atau terpaksa mengabaikan kebutuhan diri sendiri demi permintaan orang tua. Namun jauh di lubuk hati, banyak keinginan jadi terpendam.

Menolak dengan halus

Tidak mudah memainkan diplomasi ketika ditujukan pada orang tua sendiri. Namun bagaimanapun lebih baik berterus terang. Ketimbang terus mengulur waktu. Tolak secara halus bahwa Anda tidak bersedia.

Bila tidak memungkinkan ketika orang tua usai mengajukan permintaan, pilih waktu lain. Saat emosi stabil dan siap berbicara dengan tenang.

Jelaskan alasan

Sertakan alasan yang jelas. Walau mungkin dari sudut pandang orang tua tidak penting. Misalnya yang tersisa dari gaji akan ditabung guna keperluan mendadak, liburan, atau tabungan sekolah anak. Paling tidak dengan menyebutkan alasan penolakan, orang tua menjadi lebih empati serta menghormati kebutuhan anaknya sendiri.

Tawarkan alternatif

Tawarkan alternatif untuk membantu mereka.

Dengan demikian Anda tetap membantu akan tetapi tidak dalam bentuk materi.

Contohnya menyarankan orang tua menunda keperluan bila tidak tergolong urgen, mengajukan bantuan ke anak lainnya atau saudara, menjual aset yang ada, dan kemungkinan opsi yang lain.

Bagaimana jika orang tua menolak dengan alternatif Anda? Serahkan semua keputusan pada orang tua. Dan tetap tegaskan mengenai permintaannya yang tidak dapat dituruti.

Balik ke maksud pemberian

Coba sedikit balik ke maksud semula membantu orang tua selama ini. Apakah murni keinginan diri sendiri, paksaan, mengikuti norma sosial yang berlaku, atau karena apa? Khususnya ketika tidak diawali dengan kesepakatan dalam bentuk apapun, baik lisan maupun tulisan. Sebab generasi sandwich juga punya hak merdeka menentukan urusan finansialnya sendiri. Tidak harus terbebani atau dipenuhi rasa bersalah saat tak dapat membantu.

Minta bantuan orang terdekat

Minta bantuan orang terdekat untuk mediasi. Misalnya orang yang diseniorkan dalam keluarga. Terutama ketika bara api dengan orang tua mulai terpercik dan untuk menghindari konflik yang lebih besar lagi.

Sementara menghindar

Ada baiknya sementara menghindar. Pertemuan tatap muka dan komunikasi dalam bentuk lainnya. Gunakan waktu tersebut untuk menenangkan diri sembari memikirkan jalan keluar terbaik. Barangkali dengan diamnya generasi sandwich, dengan sendirinya orang tua menyadari bahwa tidak semua keinginannya bisa dipaksakan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay.com/geralt

Follow Instagram @etalaseserpong