Cara Membedakan Batik Tulis dan Batik Cap

31

Selamat Hari Batik Nasional! Apakah hari ini Anda diminta menggunakan pakaian bermotif batik ke kantor? Apa jenis kain batik yang Anda gunakan? Batik tulis atau batik cap?

Banyak yang berpikiran bahwa yang masuk kategori batik hanyalah batik tulis, yang harganya memang premium. Batik cap, yang dianggap kategori kelas dua, justru yang lebih terjangkau oleh masyarakat kelas menengah—dan yang dipilih oleh sebagia besar orang.

Lalu, apakah perbedaan keduanya hanyalah dari segi harga? Tentu tidak! Nah, berkaitan dengan Hari Batik Nasional, yuk pelajari lebih lanjut perihal perbedaan kedua jenis batik ini.

Harga

Seperti yang sudah dibahas sedikit di atas, perbedanan signifikan kedua jenis batik tersebut teletak pada harganya. Satu meter batik tulis paling murah dihargai Rp300.000. Namun, ada juga harganya yang mencapai jutaan. Harga yang sangat tinggi ini disebabkan cara pembuatan batik tulis yang membutuhkan kreativitas tinggi, kejelian, dan waktu pengerjaan yang sangat lama—bisa berbulan-bulan hingga tahunan.

Sementara itu, harga batik cap cenderung lebih murah, minimal setengah harga batik tulis (untuk per meter). Harganya yang lebih terjangkau inilah membuat batik cap dipilih oleh banyak orang.

Aroma

Ketika Anda memegang sehelai kain batik, Anda bisa menentukan jenisnya dari aromanya. Batik cap memiliki aroma yang menyengat dan itu biasanya langsung tercium ketika Anda memegang kain tersebut. Hal itu tidak terjadi pada batik tulis yang memiliki aroma lebih ringan. Aroma ini merupakan aroma alami malam yang digunakan untuk melukis kain.

Sherly, warga Eminent, punya hobi “menciumi kain batik”. “Sebagai kolektor batik, aku dan mama mengandalkan teknik ini. Tiap mau ngecek itu batik tulis atau bukan, aku ciumin satu-satu. Bau malam itu sangat khas, ngga menyengat seperti bau tinta pada batik cap,” kisahnya sambil tertawa.

Goresan malam

Untuk menentukan sebuah kain merupakan batik tulis atau batik cap bisa dari goresan pada motifnya. Batik tulis, yang ditulis tangan, akan memiliki goresan yang cenderung tidak rapi. Liukan garis, teknik pewarnaan, dan bentuk motif sangatlah sulit dibuat presisi. Selain itu, di awal dan di akhir motif biasanya Anda akan menemukan goresan yang lebih tebal. Karakteristik ini hanya dimiliki oleh batik tulis.

Sementara itu, batik cap terlihat memiliki motif yang lebih rapi dan presisi karena pembuatannya menggunakan cap yang dibubuhi malam.

Tinta yang menembus

Setelah menelaah motifnya, baliklah kain tersebut. Batik tulis memiliki karakteristik malamnya tembus sampai bagian belakang kain. Sementara itu, batik cap biasanya hanya ada di satu sisi kain saja. Bagian belakangnya berwarna seperti warna asli kainnya.

Penulis: Krista Rai

Foto: Masbet Christianto/Pixabay

Follow Instagram @etalaseserpong