Cara Mempertahankan Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi

10
Strategi bisnis di tengah kuliner.

Dulu banyak yang meyakini bisnis kuliner akan selalu aman-aman saja. Tapi kedatangan Covid-19 dan kebijakan PPKM Darurat mengakhiri anggapan itu semua. Bisnis kuliner juga perlu bertahan sekuat tenaga di tengah pandemi ini.

Tampak di mana-mana gerai makanan perlahan menutup cabangnya. Atau secara drastis mesti terpaksa mengurangi jumlah karyawan. Tak lain imbas dari minimnya pembeli yang berdampak besar pada jumlah keuntungan. Maka mau tak mau, bertahan dengan segala cara adalah langkah terbaik. Meski hasilnya tak segemilang sebelum Corona datang, terpenting tetap eksis agar nantinya lebih mudah mengembangkan usaha. Ketimbang sekarang harus bangkrut dan kelak merintis ulang.

Baca juga: Tren Baru Bisnis Kuliner Saat Pandemi

Jadi, bagaimana caranya agar bisnis kuliner yang memang ikut kena imbas pandemi Covid-19 tetap bisa bertahan? Tetap mendulang untung dan tetap digemari oleh pelanggan. Juga mendapat minat calon konsumen untuk mau mencoba pertama kali.

Jaga mutu

Satu, harus jaga mutu. Khususnya pada cita rasa makanan yang sudah menjadi ciri khas. Terlebih rasa menjadi keunggulan dari sebuah menu yang ditawarkan pada pelanggan. Rasa adalah pertahanan mengapa pelanggan itu tetap mau datang. Rasa juga merupakan penghibur ketika ada duka atau hampa. Sehingga ketika tidak dijaga, apalagi nantinya yang akan dicari oleh pelanggan pada kuliner Anda?

Selain itu, mutu juga perlu melingkupi faktor-faktor yang lain. Misalnya kemasan yang menarik dan tetap aman melindungi dari virus berbahaya. Pelayanan yang ramah dan sigap kapan saja. Atau kualitas branding di media sosial agar selalu tampak positif di mata publik.

Buat varian menu

Buat varian menu untuk semakin menarik minat banyak orang. Seperti rasa baru kekinian yang sedang trending, pengemasan yang lebih ciamik untuk hari-hari besar atau versi hampers, atau ukuran mini dengan harga yang lebih murah, atau menu sehat untuk paket isolasi mandiri. Langkah cerdas yang menyediakan banyak opsi bagi pembeli untuk memilih yang mana. Bukan hanya yang itu-itu saja. Sehingga produksi tetap bisa dijalankan dan bisnis kuliner tetap bertahan.

Baca juga: Bisnis Kuliner Yang Bakal Terus Bersinar

Buat promosi

Buat promosi, terlebih di hari-hari tertentu. Iringi dengan persyaratan yang mudah supaya pembeli ramai-ramai memesan. Contohnya gratis ongkos kirim untuk minimal pembelian di angka tertentu, gratis tambahan minum untuk dua pesanan menu makan sekaligus, dan sebagainya. Tambahkan interaksi yang menyenangkan saat mengumumkan adanya promo. Sehingga pelanggan merasa tidak hanya di posisi pembeli saja, tapi juga merasa diajak bicara. Alhasil ke depannya relasi yang terbangun lebih erat.

Cepat adaptif dengan perubahan

Kini jika tidak mau tergeser, maka jangan hanya menunggu dan pasrah. Gunakan segala daya yang dipunya dan adaptif terhadap perubahan. Luncurkan solusi yang paling mungkin untuk dilakukan dan disukai pelanggan sehubungan dengan aturan teranyar. Seperti tetap buka dengan hanya melayani take away dan delivery order.

Baca juga: Trik Membuka Usaha Kuliner Kekinian Agar Terus Bertahan

Jaga cash flow

Sementara di lingkungan internal, jaga selalu cash flow dalam kondisi sehat. Hemat biaya produksi, berikan upah karyawan sesuai jadwal, pangkas ongkos operasional yang tidak perlu, hingga cari alternatif sebanyak-banyaknya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram: @etalaseserpong