Cegah dan Atasi Nyeri Tulang Belakang

44
Nyeri tulang belakang tak bisa diremehkan.

Ingin menjaga kesehatan tulang belakang? Berikan tempat duduk Anda kepada orang yang lebih membutuhkan. Ya, karena duduk ternyata memberikan beban kepada tulang belakang 1,5 kali lipat lebih besar dibanding berdiri. Karena itu pula, para pekerja yang sering duduk terlalu lama juga rentan terkena nyeri pada tulang belakang bagian bawah (low back pain).

“Beberapa masalah penyebab low back pain yang sering terjadi adalah masalah pada otot punggung dan masalah pada bantalan sendi,” ujar dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT, spesialis ortopedi RS Premier Bintaro. Namun menurutnya, tidak semua keluhan nyeri tersebut harus dioperasi. “Sebenarnya nyeri tulang belakang 80% bisa sembuh sendiri. Dengan istirahat, obat, dan fisioterapi.”

Kapan Perlu Operasi?

Namun jangan remehkan pula nyeri tulang belakang. Ada beberapa kondisi yang harus Anda waspadai, yaitu bila nyeri tak kunjung hilang setelah 1-2 minggu padahal telah ditangani dengan benar. “Atau nyeri terasa dari pinggang hingga ke kaki, terasa seperti kesemutan. Yang paling parah bila sudah mengganggu buang air kecil dan buang air besar. Itu harus dioperasi,” jelas dr. Harmantya.

Tak perlu takut. Saat ini di RS Premier Bintaro sudah tersedia metode operasi baru untuk mengatasi nyeri pada tulang belakang akibat saraf terjepit. Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD) adalah teknik operasi minimal invasif. Selain menggunakan bius lokal, operasi ini hanya membutuhkan sayatan sebesar 8 mm. “Dan bisa dilakukan one day care. Pasien bisa pulang hari itu juga,” terang dr. Harmantya.

Yang terpenting, Anda selalu menjaga kesehatan tulang belakang. Berdiri sebentar, 1-2 menit setelah duduk 40 menit, sudah membantu tulang belakang Anda. (ADV)

Foto ilustrasi: Pixabay.com/Tumisu

Follow Instagram @etalaseserpong