Ciri-Ciri Jebakan Pinjaman Online Ilegal

22

Pinjaman online (pinjol) ilegal memang sering melancarkan jebakan mematikan. Rayuannya hanya manis di awal, tapi amat pahit di belakang. Karenanya terus waspada, jangan sampai Anda jadi korban berikutnya.

Lantaran kasus-kasus terjebak utang pinjol ilegal masih saja terdengar. Bisa jadi, dipicu oleh mendesaknya kebutuhan finansial yang tidak dapat ditunda. Sialnya, pinjol online siap membantu kapan saja beserta segala kemudahannya.

Baca juga: Waspada Utang Ke Pinjaman Online Ilegal

Sayangnya bantuan yang diberikan tidak tulus. Sudah terbukti justru pihak pengutang hampir-hampir tidak terbantu sama sekali. Malah makin menambah beban yang sudah ada. Sehingga jangan mudah terayu. Waspadai modus dan kelihaian mereka dalam melancarkan jeratan.

Syarat yang terlalu mudah

Saat ini pinjol ilegal getol menawarkan bantuan lewat sms spam. Biasanya disertai sebutan yang persyaratan yang mudah. Seperti cukup menyerahkan foto diri, nomor ponsel yang biasa digunakan, dan permintaan akses ke ponsel pribadi. Plus angka pinjaman tidak dibatasi dan tidak perlu ada penyesuaian dengan latar belakang peminjam. Bahkan seringkali tidak ada kesepakatan resmi yang berdasarkan hukum legal.

Jumlah pinjaman yang disetor tidak sesuai

Sekilas mudah saja mengikuti syarat-syarat tadi. Tapi nyatanya setelahnya peminjam akan mulai merasakan jebakan jahat. Pertama, jumlah uang yang disetor ke rekening tidak sesuai pengajuan. Cenderung dipotong 40% atau lebih. Sesuka-suka pinjol ilegal tanpa alasan yang jelas.

Baca juga: Kenali Kedok Arisan Bodong Agar Tak Jadi Korban

Suku bunga tidak disebutkan

Ditambah besar suku bunga yang dibebankan tidak disebutkan di awal. Artinya, lagi-lagi, pinjol ilegal seenaknya menentukan suku bunga per hari atau per bulannya. Suku bunga yang besar jelas menjadi penyebab mengapa tagihan atau cicilan jadi sangat membengkak. Peminjam mesti mengembalikan berlipat ganda dari angka awal.

Permintaan akses data pribadi ilegal

Jebakan lainnya adalah permintaan akses data pribadi yang sebenarnya dipersiapkan untuk meneror. Bukan semata-mata meminta pertanggungjawaban si peminjam. Terlebih sudah rahasia umum, dari data pribadi yang kena getah bukan hanya peminjam. Melainkan juga siapa saja yang datanya tersimpan dalam ponsel.

Waktu pengembalian sepihak

Selain itu, penentuan waktu pengembalian dilakukan sepihak. Di iklan disebutkan waktu pengembalian dapat sebulan atau lebih, namun rata-rata begitu uang sudah ditransfer, pinjol ilegal menagih dalam sepekan harus lunas. Pastinya penerima tak hanya kaget. Tapi juga menemui kesulitan. Sebab dalam tempo singkat harus mengembalikan berikut bunga.

Tidak memiliki lembaga pengaduan

Oleh karena ilegal, maka pinjol tidak sah ini tidak punya lembaga pengaduan. Lantaran tidak tercatat pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu keuntungan yang membuat mereka sampai sekarang tetap berjaya dan tak ragu melancarkan segala rayuannya. Akan tetapi jelas sangat tidak menguntungkan bagi konsumen yang sudah terlanjur bergabung.

Baca juga: Lakukan Ini Jika Ditelpon Debt Collector Karena Utang Teman

Penagihan yang tidak beretika

Hampir pasti mereka tidak pernah menyebutkan mekanisme penagihan bila cicilan terlambat dibayar. Tanpa basa basi langsung saja melancarkan serangan yang tidak beretika. Dari meneror, mengancam, menghubungi nomor-nomor yang tertera di ponsel, melakukan perbuatan tidak senonoh, mendatangi langsung ke kediaman, dan sebagainya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram: @etalaseserpong