Dampak Buruk Terlalu Sering Memarahi Anak

83
Hindari sikap terlalu keras terhadap anak.

Keterampilan orangtua dalam mendidik anak berbeda-beda. Semua berangkat dari latar belakang keluarga serta pendidikan sang orangtua. Itu lah kenapa mendalami ilmu parenting sebelum menikah sangat penting. Minimal kamu memiliki gambaran bagaimana suka dan duka membimbing anak sejak lahir hingga ia dewasa dan siap membangun keluarga baru.

“Menjadi orangtua itu gampang-gampanng susah. Apalagi kalau menyangkut cara mendidik anak. Tidak boleh terlalu keras, tapi juga tidak boleh terlalu longgar. Salah langkah sedikit, bisa rusak masa depan anak,” ujar Nia selaku warga Gading Serpong.

Mengutip dari healthline.com, orangtua seringkali mengalami frustasi saat anaknya sulit diatur dan tidak bisa diam. Padahal kunci sukses dari parenting sehat adalah bisa tetap sabar saat mendidik anak. Jika kamu terlalu keras dan sering membentak anak, mereka akan tumbuh menjadi pemberontak dan memiliki emosi yang tidak stabil. Simak ulasan berikut ini.

Pemberontak

Anak yang tumbuh di bawah didikan keras akan menjadi pemberontak sejati. Setiap manusia memiliki kebebasan dalam berpendapat dan menentukan sesuatu. Jika kamu sedikit-sedikit marah, besar kemungkinan untuk mereka membangkang dari aturan rumah ketika sudah dewasa. Karena pada dasarnya anak kecil pun memiliki hak untuk bebas meskipun tetap dalam pengawasan orangtua.

Sering berbohong

Anakmu sering berbohong? Bisa jadi penyebabnya karena kamu terlalu keras kepadanya. Akibat terlalu takut membuatmu marah karena berbuat kesalahan, anak memilih untuk menutupinya dengan kebohongan. Mereka menganggap kamu tidak akan marah selagi tidak tahu apa-apa.

Tindakan kriminal

Didikan orangtua yang terlalu keras berisiko membuat anak memendam amarah sejak kecil. Tentu saja amarah ini pada akhirnya akan meledak ketika dia sudah dewasa. Ledakan emosi ini bisa berupa pemberontakan atau bahkan tindakan kriminal. 

Tidak percaya diri

Tugas orangtua adalah membuat anaknya tumbuh dewasa menjadi pribadi yang baik dan percaya diri. Kerasnya perlakuan serta kata-kata orangtua akan menumbuhkan rasa bersalah di hati anak bahkan hingga ia dewasa. Berangkat dari rasa bersalah ini lah anak menjadi tidak percaya diri setiap melakukan sesuatu.

 

Penulis: Maria Theresia

Foto ilustrasi: Pixabay/ cocoparisienne

Follow instagram: @etalaseserpong