Demam Kabin: Masalah Kesehatan Mental karena Terlalu Lama di Rumah

173

Selama pandemi, sudah banyak orang yang melakukan aktivitas dan bekerja di rumah hampir satu bulan. Masyarakat diimbau tidak keluar rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sayangnya, terlalu lama di rumah ternyata juga bisa menimbulkan cabin fever atau demam kabin. Apa itu demam kabin? Simak ulasannya, ya.

MENGENAL DEMAM KABIN

Demam kabin bukanlah demam dalam arti sesungguhnya, yaitu badan panas dengan suhu tubuh lebih tinggi daripada biasanya. Akan tetapi, demam kabin merupakan masalah kesehatan mental yang disebabkan oleh stres berkepanjangan dan juga trauma akibat terlalu lama di rumah.

Dikutip dari The Straitstime (12/4/2020), demam kabin bisa digambarkan sebagai suatu kondisi di mana seseorang merasa gelisah ketika terjebak dalam ruangan tertutup yang terbatas dalam jangka waktu yang lama.

Jika terlalu lama dibiarkan, masalah ini bisa menjadi sangat serius karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial dan butuh berinteraksi dengan orang lain agar bisa bertahan hidup.

KENALI GEJALANYA

Gejala yang muncul jika seseorang menderita demam kabin adalah gelisah, sedih, depresi, lemas, tidak sabaran, sulit tidur, merasa putus asa, tidak bersemangat, mudah tersinggung, dan sulit berkonsentrasi.

Perilaku berubah menjadi lebih banyak makan juga termasuk gejala demam kabin. Mereka akan mengalami penambahan berat badan dan gangguan tidur, seperti sulit tidur atau sulit bangun tidur.

DAMPAK YANG DITIMBULKAN

Beberapa dampak juga akan timbul akibat demam kabin, seperti kekurangan kontrol diri, merasa kesepian, rasa takut kepada orang lain, serta memiliki rasa kekhawatiran berlebihan. Ditambah, kesulitan finansial serta berita-berita mencemaskan selama pandemi juga semakin memperburuk kondisi kesehatan mental seseorang.

RISIKO YANG TERJADI

Risiko yang terjadi pun sangatlah serius, jika terlalu lama mengalami demam kabin, seseorang bisa mengalami kondisi kejiwaan yang tidak stabil yang memiliki risiko tinggi, seperti depresi sampai berujung keinginan untuk melakukan bunuh diri, konsumsi alkohol, atau obat-obatan terlarang, bahkan kekerasan dalam rumah tangga.

CARA MENGATASINYA

Ingat motivasi diri

Hal yang paling bisa kita lakukan saat menghadapi pandemi ini adalah berdiam diri di rumah agar virus ini segera bisa diatasi. Dengan berdiam diri di rumah, kamu berkontribusi memutus rantai pesebaran serta membantu meringankan tugas para tenaga medis. Dengan berdiam diri di rumah, kamu juga melindungi orang-orang yang kamu sayangi. Dengan berdiam diri di rumah, kamu akan lebih cepat bertemu dengan orang tersayang yang belum bisa kamu jumpai sekarang. Dengan selalu mengingat motivasi itu, kamu akan terus menyadari kenapa kamu melakukan hal ini.

Melakukan aktivitas yang menyibukkan diri

Daripada kamu terus menyalahkan keadaan saat ini, sebaiknya kamu lakukan hal-hal positif yang bisa menyibukan dirimu sendiri. Misalnya, membaca buku, menonton, memasak, bercocok tanam, melakukan hobi baru, mengasah keterampilan, mengikuti kursus, dan lain sebagainya.

Rencanakan semua kegiatan ini perharinya selama masa di rumah saja. Kalau kamu bingung membuat daftar kegiatan dalam waktu sebulan, buatlah daftar tersebut perminggu. Hal ini dilakukan agar ketika kamu sudah menyelesaikan tugas hari ini, kamu ingat bahwa masih ada kegiatan lain yang harus dikerjakan besok. Ini akan selalu membuatmu merasa sibuk setiap harinya.

Buatlah rutinitas

Dalam satu hari, kita diberi 24 jam yang dibagi dalam tiga waktu, yaitu 8 jam untuk kerja, 8 jam untuk waktu luang, dan 8 jam untuk waktu tidur. Selama di rumah saja, cobalah untuk melakukan rutinitas kecil yang terus berjalan. Misalnya, sehabis bangun tidur tiap hari, mandi dan berdandan simpel meski tidak ke kantor. Kemudian membuat sarapan tiap pagi sambil membaca buku. Setelah itu, baru kamu lanjutkan bekerja. Berikan waktu istirahat juga untuk makan siang layaknya bekerja di kantor.

Beri jeda rutinitas

Terus melakukan rutinitas yang kita lakukan juga terkadang membuat kita bosan. Untuk itu, kamu harus menghentikan rutinitas itu beberapa kali dengan membuat hari pengecualian. Misalnya, ada satu hari di mana kamu bebas melakukan aktivitas apa pun, seperti membuat video tutorial makeup atau berbagi resep masakan dan kegiatan apa pun yang kamu sukai setiap seminggu sekali.

Tetap terhubung dengan orang-orang terdekat

Imbauan untuk tetap di rumah saja, membuat kita tidak bisa terhubung langsung dengan orang-orang terdekat. Namun, berkat adanya teknologi, tidak ada lagi alasan untuk tidak berkomunikasi karena jaraknya jauh. Kamu bisa telepon atau melakukan panggilan video dengan mereka yang jauh di sana. Dengan terus berkomunikasi dengan orang lain, bisa membuatmu tidak merasa kesepian.

Berjemur

Berjemur memiliki manfaat yang sangat banyak, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menguatkan tulang, meningkatkan kualitas tidur, serta mengurangi depresi ringan.

Seperti dikutip dari kesehatan.kontan.co.id hasil studi melaporkan bahwa orang-orang yang berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat terhindar dari stres. Pasalnya, sinar matahari memicu otak untuk melepaskan hormon serotonin, yakni suatu hormon yang bisa meningkatkan suasana hati dan memberikan perasaan tenang.

Waktu terbaik untuk berjemur adalah pada siang hari sekitar pukul 10.00 – 15.00 WIB. Alasannya, karena pada waktu tersebut risiko kanker kulit jenis cutaneous malignant melanoma (CMM) tergolong paling rendah. Selain itu, menjadi pemicu produksi vitamin D yang bisa bertahan dua kali lebih lama dalam darah, jika dibandingkan dengan vitamin D dalam bentuk suplemen atau makanan. Untuk itu, batasi waktu berjemur sekitar 10 – 20 menit. Jangan lupa untuk tetap pakai tabir surya selama berjemur.

Melihat sisi positif dan selalu ingat ini hanya sementara

Selalu meihat sisi positif di tengah pandemi ini membantumu terhindari dari demam kabin. Dengan waktu lebih lama di rumah, kamu bisa menjalin hubungan dan komunikasi lebih erat dengan keluarga, memiliki banyak waktu untuk belajar keterampilan baru, menghargai hal-hal kecil, lebih peduli pada kesehatan, atau mungkin bisa lebih berhemat.

Selalu ingat, apa pun yang terjadi di dunia ini, hanyalah sementara, begitupun setelah kesulitan pasti akan ada kabar baik setelahnya. Maka, bersabarlah dan terus ikuti anjuran pemerintah agar permasalahan yang terjadi ini segera selesai, dan kita bisa kembali berkumpul, berpelukan, dan berangkulan dengan orang-orang tersayang ya, ETALASER!

 

Penulis: Linda Irawati

Foto ilustrasi: Anthony Tran/Unsplash

Follow Instagram: @etalaseserpong