Diet Sehat Pasca Melahirkan

55
Diet sehat pasca melahirkan.

Pasca melahirkan biasanya bentuk tubuh ibu mengalami banyak perubahan. Ingin melakukan diet dengan tujuan penurunan berat badan, tapi terhalang kondisi. Apalagi ada bayi yang juga membutuhkan asi.

Sebab dikhawatirkan, tindakan memilah-milah konsumsi makanan akan menghalangi proses menyusui dan gizi bagi diri sendiri. Untuk mendapat asi yang melimpah, nutrisi yang dibutuhkan juga mesti banyak. Tapi keinginan untuk segera mendapat berat badan yang ideal juga tak bisa dibendung.

Baca juga: Perawatan Penting Pasca Melahirkan

Paling tidak, untuk ibu menyusui di rentang usia 19-29 tahun pada 6 bulan pertama membutuhkan energi 2590 kkal, protein 80 gram, lemak 67,2 gram, karbohidrat 405 gram, serat 47 gram, dan air 3150 ml. Sementara untuk usia 30-49 tahun pada 6 bulan pertama memerlukan energi 2480 kkal, protein 80 gram, lemak 67,2 gram, karbohidrat 415 gram, serat 38 gram, dan air 3000 ml.

Jangan terburu-buru diet

Sebenarnya ibu menyusui tidak disarankan untuk terburu-buru melakukan diet penurunan berat badan. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), saat menyusui asupan kalori yang dibutuhkan lebih banyak ketimbang saat hamil. Pembatasan makanan, apalagi ternyata sangat dibutuhkan saat menyusui, dikhawatirkan mendatangkan efek negatif bagi bayi.

Sesering mungkin menyusui

Tetap menyusui bayi seperti biasa dan lakukan sesering mungkin. Pasalnya, menyusui juga merupakan diet alami. Di mana ketika proses menyusui berlangsung, proses pembakaran kalori terjadi dengan sendiri. Berat badan pun perlahan mengalami penurunan. Terutama bagi yang menyusui eksklusif atau lebih dari enam bulan.

Baca juga: Langkah Sederhana Agar ASI Lancar Keluar

Tetap penuhi kalori dan nutrisi

Sekalipun demikian, jika masih ingin diet, usahakan untuk tetap memenuhi kebutuhan kalori dan nutrisi. Seperti yang sudah dijelaskan tadi.

Idealnya, tiap minggu berat badan hanya menurun 0,5-1 kilogram saja, tidak lebih dari ini.

Plus, jangan membatasi asupan dengan berlebihan. Sebagai gantinya, atur pola makan dan menunya. Minum lebih banyak air putih, konsumsi lebih banyak sayuran dan buah, ikut sertakan protein hewani dan nabati dengan porsi seimbang.

Selain itu, hindari gorengan juga gula berlebih. Sumber yang membuat kenyang semu tapi efektif meningkatkan berat badan.

Lakukan secara bertahap

Kunci penting lain yang perlu dilaksanakan selama diet pasca melahirkan adalah tidak mendadak. Jalankan diet secara bertahap. Misalnya dengan perlahan mengurangi jumlah porsi. Dengan patokan, semua kebutuhan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh masih dalam angka yang aman.

Olahraga ringan

Selain itu tetap olahraga, yang mana lebih baik ketimbang melakukan diet ketat. Cukup beberapa menit saja dalam sehari dan ada baiknya berjenis olahraga ringan. Tujuannya untuk menghindari ibu menyusui kelelahan, dan lantas berpengaruh ke produksi asi dan kehabisan tenaga mengasuh bayi.

Baca juga: Jangan Terkecoh, Kenali Mitos Dan Fakta Seputar Laktasi

Bagaimana jika sering lapar?

Wajar jika ibu menyusui merasa sering lapar. Mengingat banyak kalori yang sering terbakar. Bila ini yang terjadi saat sedang diet, makan saja. Jangan terlalu membatasi diri tidak makan sama sekali. Jalani diet dengan happy tanpa menyiksa diri. Pilih menu ringan tapi tetap sehat. Contohnya potongan buah atau granola bar untuk mengganjal lapar yang datang. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow instagram: @etalaseserpong