Elegan Melarang Orang Lain Menyentuh Anak

95
Senantiasa menjaga anak.

Pandemi memang membuat orang tua serba salah. Apalagi ketika ada momen orang lain ingin menyentuh anak. Dilarang rawan menimbulkan masalah, dibiarkan khawatir anak sendiri tertular virus mematikan.

Sebab tak semua orang memahami larangan untuk tidak menyentuh anak. Apalagi bila orang lain itu masih tergolong keluarga sendiri. Atau yang terbiasa mengabaikan protokol kesehatan. Sekadar untuk mengingatkan saja bisa berbuah relasi yang tidak menyenangkan di kemudian hari.

Baca juga: Agar Si Kecil Tidak Tertular Sakit Saat Berkumpul Keluarga

Padahal sangat dibutuhkan kesadaran bahwa bertemu dan berinteraksi dengan sesama kini sudah perlu cara yang berbeda. Termasuk untuk anak-anak yang membutuhkan perlakuan khusus. Bertujuan menjamin kesehatan bagi semuanya dan segera mengakhiri masa pandemi ini.

Begitu pula dengan datangnya momen hari raya atau hari besar. Bertemu sanak keluarga atau tetangga. Terdorong oleh rasa sudah merasa kenal, anggota keluarga sendiri, sering bertemu membuat orang lain jadi sah-sah saja menyentuh anak. Mencegah sentuhan perlu dilakukan dengan cara-cara yang elegan.

Jarak yang aman

Karenanya tetap laksanakan 3M kapan saja dan di mana saja. Walau orang lain yang ditemui merupakan keluarga sendiri, tetap beri jarak sesuai anjuran. Minimal 1,5 meter. Jarak yang seharusnya bisa memberikan peringatan bagi orang lain untuk tidak mendekat, apalagi menyentuh.

Namun ingat, sebaiknya jarak tersebut tidak hanya berlaku untuk anak dengan orang lain yang sudah dewasa. Jarak juga perlu ditegakkan di antara anak-anak yang kadang belum sepenuhnya memahami sehingga rawan terjadi sentuhan. Sebab anak-anak tetap berpotensi menularkan virus pada yang lainnya.

Letakkan anak dalam posisi terlindung

Berikan posisi yang melindungi. Cara halus untuk memberitahu bahwa sebaiknya tidak menyentuh anak sama sekali. Contohnya dengan meletakkan anak di kereta dorong dan beri jarak aman dari keberadaan orang lain. Atau posisikan anak dalam gendongan orang tua. Sehingga kapan saja ada yang ingin menyentuh, orang tua dapat mengeluarkan gerakan tubuh secukupnya dan secepatnya guna menghindar.

Baca juga: Cara Menolak Teman Anak Yang Ingin Main Ke Rumah Saat Pandemi

Selalu ada di dekat orang tua

Hal ini juga menegaskan bahwa sebaiknya anak selalu ada didekat orang tua. Senantiasa terawasi dan mengatasi sentuhan-sentuhan yang tidak diinginkan. Jadi pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. Dan bukan hanya itu. Orang tua juga lebih mudah untuk mengawasi perilaku anak yang kemungkinan cenderung abai akan protokol kesehatan ketika berada di luar rumah. Seperti membuka masker, menyentuh benda-benda yang belum bisa dipastikan kebersihannya, dan kebiasaan menyentuh-nyentuh area wajah.

Sinyal-sinyal keberatan

Tak usah ragu untuk memberikan sinyal-sinyal keberatan jika ada yang ingin menyentuh anak. Meski dimaksudkan untuk hal yang baik, contohnya mengajak anak bersalaman. Cegah dengan mengajak anak mundur perlahan ke belakang sambil mengatupkan kedua telapak tangan. Ajakan bersalaman tetap dibalas walau dengan cara yang berbeda. Di samping orang lain memahami keberatan orang tua.

Baca juga: Perlu Diperhatikan Ketika Pergi Dengan Anak Umur Dua Tahun Ke Bawah

Tegas berkata tidak

Atau tegas berkata tidak. Ketegasan yang agaknya perlu dilancarkan bagi orang lain yang tidak menghargai kepentingan pada sesama dan yang sebelumnya sudah diingatkan tapi masih menganggap sepele. Sampaikan dengan tegas tapi bukan berarti kasar. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram: @etalaseserpong