Etika Bertamu Di Zaman Pandemi

32

Sejak dulu, bertamu ke rumah orang ada tata kramanya. Sama seperti zaman pandemi ini. Etika berkunjung ke tempat seseorang tetap perlu dilaksanakan. Namun punya perbedaan yang menonjol dan bakal menjadi ciri khas tersendiri.

Tidak sebatas hanya pada rumah sanak saudara, tapi juga berlaku bagi kediaman tetangga maupun teman-teman dekat. Apalagi orang yang tidak begitu kenal. Menerapkan etika bertamu sangat penting dan terasa wajib.

Baca juga: Aman Berinteraksi Dengan Tetangga Saat Pandemi

Sebab ada situasi yang berbeda. Di mana saat ini, faktor kesehatan dan keselamatan bagi semua sangat diutamakan. Kedatangan seseorang ke suatu rumah belum tentu diterima dengan ramah. Apalagi jika bukan karena dilatarbelakangi kekhawatiran tertular dan sebagainya.

Sementara pemilik rumah kadang juga enggan mengutarakan langsung pada sang tamu agar tak memasuki area rumahnya. Berharap tamu mengerti dengan sendirinya, namun malah tak kunjung peka. Karenanya, demi kebaikan bersama, coba pahami situasi. Agar jalinan silaturahmi tak perlu diwarnai saling tak enak satu sama lain.

Minta izin

Sebelum benar-benar datang, sebaiknya Anda permisi dulu. Lewat telepon atau pesan singkat tertulis. Menanyakan apakah tak masalah bila Anda datang berkunjung. Lalu sampaikan pula waktu kedatangan dan jamnya.

Tujuan permisi ini adalah untuk meminta persetujuan. Selain itu, menghormati sang empu rumah bila mereka menyatakan keberatan dengan alasan kesehatan tadi atau adanya kesibukan lain yang tidak bisa diganggu. Misalnya jam yang diusulkan bertamu ternyata bertabrakan dengan jam kerja.

Cuci tangan

Sesampainya di tempat tujuan, segera cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Lalu terapkan protokol kesehatan. Tetap menggunakan masker, tidak perlu salaman, menyentuh, dan selalu menjaga jarak.

Baca juga: Prediksi Desain Rumah Masa Mendatang

Dalam kondisi sehat

Bertamulah dalam kondisi sehat. Tidak demam, menunjukkan gejala flu meski ringan, tidak batuk, kepala sakit, atau tanda-tanda sakit yang lain.

Dengan fisik yang sehat, pemilik rumah tidak akan merasa was-was tertular dan senang-senang saja.

Sebaliknya, bila tamu tidak peduli dengan kondisi dirinya sendiri, bukan tidak mungkin pemilik rumah jadi marah, berkata kasar, dan segera mempersilahkan tamu keluar. Hubungan keduanya jadi taruhan.

Di samping, tubuh yang sakit lebih rentan tertular virus yang beredar di lingkungan luar. Seperti di perjalanan menuju rumah yang dituju. Sama saja dengan membahayakan diri sendiri.

Patuhi aturan

Patuhi aturan yang dibuat oleh pemilik rumah. Jika Anda hanya dipersilahkan duduk di teras saja, maka jangan masuk rumah dengan seenaknya. Tunggu arahan atau permisi dulu. Atau ketika diperbolehkan duduk di ruang tamu, hindari berlalu lalang ke ruang lain tanpa permisi.

Jangan sekali-kali pula menyentuh barang-barang yang ada di rumah. Terlebih ada orang tua dan anak-anak. Sebab mereka menjadi kelompok yang sangat rentan tertular. Sapa dan kontak secukupnya saja.

Baca juga: Sumber Penularan Covid-19 Meski Di Rumah Saja

Secukupnya

Secukupnya juga berlaku untuk berapa lama Anda di sana. Begitu urusan sudah selesai, ada baiknya lekas mengundurkan diri. Serta hindari mengajak orang lain yang tidak disebutkan dalam izin berkunjung. Apalagi berjumlah besar. Pemilik rumah tidak siap, bahaya lainnya adalah terjadi kerumunan dan muncul klaster-klaster baru di rumah. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow instagram: @etalaseserpong