Etika Makan Di luar Bersama Teman

95
Perhatikan etika makan di restoran.

Dari dulu sampai kapanpun, ada etika yang melekat saat makan bersama teman. Khususnya di tempat makan umum. Terapkan agar teman merasa nyaman dan acara makan bisa jadi kenangan.

Mayoritas aturan makan bersama teman tidak tertulis. Seringnya juga tidak disebutkan dalam kesepakatan. Namun masuk dalam tata pergaulan. Di mana masing-masing individu yang terlibat dalam acara makan diharapkan sudah memahami. Membangun interaksi sosial yang beradab dari melaksanakan etika makan yang baik dan benar.

Baca juga: Etika Beramai-ramai Di Restoran

Jadi, jangan menganggap bahwa teman sendiri tidak perlu dihormati. Entah itu masih sebaya, teman akrab di sekolah dulu dan lama tidak bertemu, rekan kantor yang setiap hari bekerja bareng, atau sabahat karib sekalipun. Semuanya membutuhkan aturan yang melekat dan pantas diberikan pada mereka.

Hargai pilihan menu dan cara makan teman

Etika makan dimulai dari menghargai menu makan yang dipilih oleh teman. Sebagaimana Anda juga ingin dihargai, jadi sebaiknya hindari memberikan kritik atau komentar tidak enak pada teman. Apalagi hanya sekadar berdasar ketidaksukaan Anda pada menu tersebut.

Juga pada cara makan mereka. Yang mungkin dalam sudut pandang pribadi, tidak memenuhi standar. Jika ingin mengingatkan, lebih baik seusai makan. Katakan saja terus terang, namun dalam porsi secukupnya. Misalnya sikap mana yang dijaga, mana yang perlu dihilangkan.

Saat makanan masih di dalam mulut

Ingat-ingat selalu saat makanan masih ada di dalam mulut Anda.

Pertama hindari berbicara dengan mulut penuh makanan.

Selain dianggap tidak sopan, juga menimbulkan kesan jorok pada orang lain karena makanan bisa berhamburan keluar dari mulut.

Kedua, telan makanan sampai selesai baru mengambil makanan lagi atau minum. Tujuannya untuk menciptakan penampilan mulut yang tidak penuh, tidak rakus dengan hidangan di depan, juga tersedak yang tentunya berpengaruh ke acara makan. Sehingga teman pun menilai Anda memang menikmati acara makan bersama. Bukan terkesan tergesa-gesa hingga ingin cepat mengakhiri.

Baca juga: Kebiasaan Makan Orang Indonesia Yang Bikin Gemuk

Pilih tema obrolan yang netral

Perbincangan pasti terjadi. Namun upayakan untuk selalu membahas tema yang netral saja. Misalnya tidak berhenti mengoceh tentang kasus kecelakaan, yang mana teman jadi kehilangan minat untuk makan. Terkecuali Anda dan teman punya kesepakatan akan membicarakan bahan obrolan tertentu atau punya kesukaan di bidang yang sama.

Ikuti aturan tempat makan

Di samping itu, ikuti aturan tempat di mana Anda makan. Termasuk kebiasaan yang melekat di suatu negara. Contohnya usai makan mesti dibereskan dan dikumpulkan pada tempat yang sudah disediakan, tidak sendawa (beberapa negara menilai sendawa justru pertanda sangat menikmati makanan), harus menghabiskan seporsi yang disuguhkan, dan sebagainya. Semakin sempurna Anda mematuhi etika yang berlaku, semakin banyak pula apresiasi dari teman.  

Baca juga: Membangun Kesepakatan Ketika Anak Mau Jalan-Jalan Sendiri

Bayar sendiri atau sesuai kesepakatan

Di akhir, tunjukkan inisiatif untuk membayar sendiri makanan yang telah dipesan. Atau ingin mentraktir teman atau sesuai perjanjian. Misalnya tagihan ditanggung berdua. Tapi jangan sekali-kali menunggu dibayari oleh teman, apalagi menodong untuk ditraktir. Sebab sangat mungkin teman tak membawa uang lebih. Hormati posisi mereka, agar suatu saat acara makan bisa diulang kembali. Dan tentu saja, saat sekarang ini selain etika juga patuhi protokol kesehatan, agar acara makan bersama tak menjadi sakit berbarengan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow instagram: @etalaseserpong