Hitung Ulang Biaya Operasionalisasi Kantor Yang Tutup

36
Perhatikan biaya operasional kantor.

Tren bekerja di rumah membuat banyak sekali ruang-ruang perkantoran jadi tak terpakai. Otomatis berpengaruh ke pembiayaan operasional. Hitung ulang agar dapat dilakukan penghematan, apalagi di situasi pandemi seperti saat ini.

Tak hanya gedung perkantoran yang memiliki banyak lantai. Yang mana terdiri dari banyak ruang, penggunaan listrik berskala tinggi, dan segala pembiayaan gedung yang kompleks. Tempat bekerja dengan luas minim, seperti usaha rumahan, pun perlu melakukan hitung ulang.

Baca juga: Faktor Penyebab Bisnis Rumahan Bisa Gagal

Sehingga yang tadinya memang dialokasikan sebagai biaya operasional sehari-hari dapat ditekan dan dialihkan untuk hal lain. Misalnya disimpan atau untuk menggenapi kebutuhan perusahaan yang lebih penting.

Hemat listrik, air, dan AC

Saat ini merupakan kesempatan besar menghemat pengeluaran untuk biaya listrik dan air. Terutama AC, lampu, dan mesin-mesin produksi yang cukup banyak menyedot anggaran. Bisa jadi kantor yang benar-benar kosong hanya akan dikenakan biaya minimal atau abonemen. Atau ongkos ringan untuk penggunaan berskala kecil. Mengingat sebagian kantor masih ada yang memberlakukan jadwal masuk.

Matikan semua alat yang membutuhkan listrik dan air selama memang tidak terpakai. Gunakan secukupnya guna menekan biaya operasional yang keluar. Seperti cukup menyalakan lampu luar di kantor untuk menerangi bagian depan. Sementara di siang hari bebas dari pemakaian listrik dan air.

Pakai di ruangan tertentu

Untuk kantor yang masih ada jam masuk lewat mekanisme shift, ada baiknya menggunakan satu ruangan saja. Dengan pertimbangan tetap mematuhi protokol kesehatan dan ventilasi udara yang memadai.

Jadi pemakaian listrik untuk AC, lampu, alat air maupun alat lainnya dapat diminimalisir. Berbeda jika tetap menggunakan banyak ruang, yang membuat banyak alat listrik terpakai. Ujung-ujungnya biaya operasional tetap tinggi.

Baca juga: Strategi Bisnis Bertahan Di Tengah Pandemi

Tetap lakukan perawatan

Meski kosong, gedung dan segala macam isinya tetap membutuhkan perawatan. Dari yang sifatnya ringan, seperti membersihkan debu pada berbagai perangkat. Sampai perawatan pada alat-alat penting yang sebelumnya sering digunakan.

Lama tidak digunakan justru membahayakan keberlangsungan awetnya benda tersebut.

Misalnya sesekali nyalakan AC, lampu, mesin air, mobil kantor, dan sebagainya. Sebentar saja lalu matikan lagi. Bila ada kerusakan pada bagian tertentu, langsung dapat diperbaiki. Perawatan yang sekaligus jadi tindak pencegahan. Mengingat besarnya biaya memperbaiki kerusakan tentu lebih besar dari biaya perawatan rutin.

Biaya keamanan dan kebersihan

Biaya keamanan dan kebersihan perlu tetap ada. Satu sisi untuk menjamin gedung tempat bekerja selalu aman dari tangan-tangan jahil. Sisi lain, tetap terawat dan terjaga walau lama tidak digunakan. Kelak ketika situasi sudah kembali kondusif, gedung kantor masih layak untuk dipergunakan kembali tanpa usaha ekstra sebab selama ini tetap dijaga dan dirawat.

Baca juga: Fungsi Branding Saat Pandemi

Biaya sewa

Akan tetapi, bagaimana dengan gedung yang bukan milik sendiri alias sewa? Ada banyak opsi agar biaya sewa tidak memberatkan. Mulai dari menghentikan masa sewa, meminta keringanan karena masih memerlukan gedung fisik, atau tidak perlu membayar biaya-biaya tertentu mengingat banyaknya aktivitas yang terkurangi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow instagram: @etalaseserpong