Ide Bisnis untuk Para Milenial!

440

Saat ini, dunia didominasi oleh generasi paling produktif, yaitu generasi Y atau yang lebih populer disebut “milenial”. Generasi ini “memenuhi” segala bidang perekonomian, baik di perusahaan-perusahaan maupun di ranah bisnis.

Nah, apakah kamu seorang milenial dan sedang menggumuli kariermu? Mungkin sudah saatnya kamu mendirikan kerajaan bisnis sendiri!

Tak ada istilah terlambat untuk membangun bisnis. Asal, kamu mau terus belajar dan mengumpulkan yang namanya “Keberanian”. Membangun sebuah bisnis adalah sebuah langkah besar yang penuh risiko. Mereka yang berani memulai adalah mereka yang punya keberanian besar menghadapi tantangan di depan. Nah, apakah kamu salah satunya?

Dewasa ini, pilihan industri bisnis semakin luas. Saat ini, semakin banyak varian bisnis yang bisa digeluti. Pilihlah yang paling sesuai dengan minatmu! Berikut kami jabarkan beberapa contoh bidang yang bisa kamu geluti, mengutip dari situs web Koinworks.

Kafe atau coffee shop

Siapa, sih, yang tidak pernah nongkrong di kafe? Tidak hanya para eksekutif muda, para mahasiswa pun sekarang merasa sangat nyaman untuk mengerjakan tugas kelompok atau individu di kafe—dibandingkan di rumah. Ambiens kafe yang cozy, menu enak yang ditawarkan menjadi daya tariknya.

Kamu yang punya hobi nongkrong di kafe, sudah saatnya tak melulu membeli produk orang, tetapi menciptakan produk sendiri!

Salah satu kunci kesuksesan kedai kopi di era milenial ini, yaitu menyediakan menu yang unik dan kafe yang instagramable. Dijamin para milenial dan generasi Z akan menghampiri kafemu. Jangan lupa untuk bekerja sama dengan penyedia layanan pesan-antar, seperti Grab Food atau Go Food agar produkmu bisa diakses orang tanpa harus datang ke kafe.

Fotografi

Kamu bisa “menguangkan” minat fotografimu, lho! Mulailah dari menawarkannya kepada saudara dan teman dekat yang kamu tahu akan mengadakan event, misalnya pernikahan. Kumpulkan portofolio terlebih dahulu sebelum akhirnya kamu memperluas jangkauan bisnismu.

Jangan lupa untuk membekali diri dengan ilmu-ilmu baru yang lebih spesifik, misalnya teknik memotret bayi newborn, teknik memotret produk, dan lain sebagainya. Jika skill-mu makin banyak, cakupan bisnismu pun semakin lebar!

Hal inilah yang dilakukan oleh Raymond, warga Il Lago, Gading Serpong. Walau latar pendidikannya desain grafis, Raymond punya ketertarikan pada dunia fotografi. Selama 8 tahun belakangan, fotografilah yang menjadi ladang penghasilannya. “Awalnya saya diminta untuk memotret kalau ada acara di gereja. Dari situ, banyak jemaat gereja yang meminta bantuan saya untuk memotret, entah untuk event kantor atau pernikahan. Sampai sekarang, saya menjadi anggota tim fotografer di salah satu EO besar di Jakarta!”

Event organizer

Bisnis yang satu ini bis dibilang “tidak ada matinya”. Semua orang butuh mengadakan event. Jadi, kamu bisa memanfaatkan momentum ini untuk merintis bisnis event organizer. Seperti fotografi, kamu bisa memulainya dengan membantu teman atau kolega mengatur hari besar mereka. Jadikan itu portofolio sembari kamu memperluas jaringan, misalnya bekerja sama dengan katering, penyedia jasa fotografi, dan lain sebagainya.

Kerajinan tangan

Suka membuat kerajinan tangan yang menggemaskan? Atau, kamu punya skill membuat tas, dompet, dan aksesori lainnya? Yuk, kembangkan jadi sebuah bisnis potensial! Saat ini, berjualan semudah mengunggah foto di Instagram dan memberikan deskripsi sedikit tentang produk tersebut. Lakukan trial-error beberapa kali. Minta saran dari orang terdekat mengenai produk dummy-mu. Ketika kamu sudah mendapatkan “gaya” desain produk yang orisinal, kamu bisa mulai menjualnya ke beberapa teman dekat.

Yang menarik dari generasi milenial, yaitu mereka tak terpaku pada brand-brand mahal. Mereka suka menjajal brand lokal yang menawarkan produk dengan kualitas yang tak kalah bagusnya. Yuk, mulai gambar desain produk pertamamu!

Penulis: Krista Rai

Foto: Freepik

Follow IG: @etalaseserpong