Ikuti Cara-Cara Ini Agar Anak Suka Berolahraga

441
Asian happy kid playing slider in swimming pool

Olahraga merupakan kebutuhan setiap orang. Dengan berolahraga, tubuh tetap terjaga kebugarannya sehingga Anda akan terhindar dari gangguan kesehatan.

Nah, membiasakan diri untuk rutin berolahraga memang bukan hal yang mudah. Butuh komitmen dan konsistensi yang tinggi untuk bisa bertahan di pola hidup ini. Jika Anda ingin anak memiliki habit olahraga, Anda perlu melatihnya sejak dini.

Anda bisa melakukan trik-trik berikut agar anak terbiasa dengan aktivitas olahraga.

Biasakan aktif sejak dini

Ketika anak Anda mulai bisa berjalan, ada baiknya membiasakannya untuk aktif bergerak. Anda bisa membiarkannya mengeksplorasi rumah dan lingkungannya. Kurangi intensitas menggendong dan biasakan ajak anak untuk jalan pagi berkeliling kompleks.

Hal lain yang bisa dicoba, yaitu tak membiasakan anak duduk di stroller sesaat setelah dia mampu berjalan. Ketika Anda mengajaknya jalan-jalan keliling kompleks atau mal, ada baiknya memintanya untuk berjalan sendiri. Dengan begitu, anak akan terbiasa bergerak aktif dan dorongan untuk mengeksplorasi dunia semakin besar. Di kemudian hari, saat dia memasuki usia yang lebih besar, dia akan lebih mudah diperkenalkan pada kegiatan fisik lainnya.

Trik ini juga dilakukan oleh Ingga, warga La Verde. Dia membiasakan anaknya untuk berjalan kaki dan mengurangi penggunaan stroller. “Saya paling hindari bawa stroller ke mal. Ketika anak sudah bisa jalan, kami sudah tak bawa stroller dan membiasakan anak jalan sendiri. Nah, sekarang sudah 3 tahun dan dia selalu aktif dan tidak pernah menolak untuk diajak beraktivitas fisik!”

Olahraga menjadi kebiasaan keluarga

Agar anak mau menyukai olahraga, keluargalah yang harus memberikan contoh. Jadikanlah olahraga menjadi kebiasaan harian keluarga. Misalnya, tiap pagi menyempatkan diri untuk lari atau bersepeda keliling kompleks. Atau, bisa juga Anda memberikan waktu khusus bagi anak untuk bermain lempar bola dan jenis olahraga lainnya yang bisa dilakukan di teras atau halaman rumah.

Cara lainnya, bisa dengan mengajak anak berkegiatan di alam bersama keluarga, misalnya kemping atau mengikuti progam outbound.

Heri, warga Regency Melati Mas, membiasakan anak-anaknya untuk setidaknya setahun dua kali mengikuti kegiatan outbound. “Saya suka sekali dengan aktivitas fisik sehingga saya menularkan kebiasaan itu ke anak-anak. Dua kali setahun saya ajak mereka untuk melakukan aktivitas fisik Bersama. Jadi, fisiknya terlatih,” ujarnya.

Melakukan aktivitas beragam

Kunci dari asyiknya sebuah kegiatan salah satunya adalah tidak melakukannya berulang kali. Anda bisa memiliki berbagai kegiatan olahraga yang berbeda-beda untuk menghindari kebosanan. Misalnya, hari senin bersepeda, selasa bermain sepak bola, rabu bermain badminton, kamis berenang, jumat yoga. Anda bisa mengatur jadwal olahraga sesuai kondisi dan kemampuan Anda. Dengan beragamnya aktivitas, anak tak merasa bahwa olahraga adalah kegiatan repetitive yang monoton dan membosankan.

Berikan contoh yang baik

Orangtua adalah panutan anak. Oleh karena itu, anak akan menirukan segala hal yang dilakukan orangtua, termasuk kebiasaan berolahraga. Anak akan menjadikan olahraga sebagai bagian dari hidupnya jika dia melihat orangtuanya melakukan hal tersebut. Misalnya, biasa jogging di pagi hari, lari-lari kecil di sekitaran rumah, atau lompat tali. Seiring berjalannya waktu, anak akan menirukan habit orangtuanya sehingga Anda tak perlu lagi susah-susah mengajarkan anak untuk mau olahraga.

Penulis: Krista Rai

Foto: Jcomp/Freepik

Follow Instagram