Jalan Lain Ketika Tidak Kuliah

93
Tidak kuliah tak lantas menjadi masalah besar.

Menempuh bangku kuliah bagi sebagian orang kadang bukan pilihan utama. Pilihannya kadang langsung kerja atau menunda. Namun tentu harus ada jalan lain untuk menjamin masa depan cerah dan bersinar.

Ada beberapa faktor mengapa kemudian selepas jenjang SMA tidak kuliah. Seperti alasan ekonomi, tidak ada jurusan yang cocok, atau keyakinan bahwa kuliah tidak terlalu membawa manfaat bagi karier dan kesuksesan. Golongan yang percaya pandangan ini sering mengambil contoh riil dari beberapa public figure. Susi Pudjiastuti, Mark Zuckerberg, Steve Job, Bill Gates, dan contoh orang tenar lainnya.

Baca juga: Bila Ditawari Kerja Tapi Tak Sesuai Jurusan Kuliah

Memang benar dari mereka ada yang tidak kuliah sama sekali atau drop out di tengah jalan. Namun mereka tidak berhenti di situ. Mereka melakukan sesuatu yang luar biasa demi bertahan hidup layak. Sebab pastinya uang, kekayaan, kesuksesan, dan kemapanan tidak datang sendiri. Harus diusahakan dengan cara-cara lain. Terlebih saat ini, kuliah sudah menjadi standar level pendidikan terendah dan peluang mencari pekerjaan semakin sempit bagi mereka yang tidak kuliah.

Terus belajar

Sekalipun tidak kuliah, jangan pernah untuk berhenti belajar. Belajar apa saja? Banyak sekali dan tidak terbatas hanya pada teori. Kuasai bahasa asing (minimal bahasa Inggris), menggunakan email dan media sosial secara profesional, cara melobi dan negosiasi dengan konsumen, etika pergaulan dalam bisnis, akuntansi sederhana, dan sebagainya.

Gali minat dan bakat (otodidak)

Kenali minat dan bakat sendiri. Kembangkan terus dengan belajar otodidak atau berguru pada seorang mentor. Lalu naikkan pada level bagaimana cara mengkapitalisasi minat dan bakat agar menghasilkan uang. Karena di usia lulus SMA, sewajarnya mulai berusaha mengurangi ketergantungan finansial dari orang tua.

Baca juga: Alasan Tak Perlu Ragu Pada Manfaat Kuliah

Harus kerja ekstra keras dan cerdas

Selain itu harus kerja ekstra keras dan cerdas. Mau mengerjakan apa saja dari level nol. Sebab tidak kuliah tentu beda dengan lulusan kuliah. Kesempatan kerja lebih sempit, jejaring lebih sedikit, informasi juga amat minim. Maka mau tak mau, tak ada cara lain. Mesti memaksa diri untuk bekerja lebih ekstra.

Buka mindset dan sikap

Buka dan ubah mindset seluas-luasnya. Siap belajar dari mana dan siapa saja. Jangan mudah antipati selama tidak menyalahi prinsip atau aturan hukum. Mindset dan sikap yang terbuka akan lebih memudahkan penerimaan lingkungan ketimbang para individu yang tidak mau belajar serta beradaptasi.

Rawat jaringan baik-baik

Rawat jaringan baik-baik. Namun bukan dalam konteks memanfaatkan teman. Merawat disini lebih ke arti bagaimana bisa belajar dan selanjutnya berkolaborasi bersama. Pasalnya dengan tidak kuliah, bukan berarti tidak punya circle. Lingkaran pertemanan yang sehat justru sangat dibutuhkan. Karenanya, jangan mudah menyia-nyiakan perkenalan dengan jejaring baru, meski saat ini terlihat sepele.

Baca juga: Agar Tak Salah Pilih Jurusan Kuliah

Rencana untuk terus survived

Selalu kantongi rencana untuk terus survived. Bertahan dengan mengandalkan diri sendiri, terlebih saat jauh dari keluarga dan daerah asal. Rencana yang mencakup keseluruhan. Keuangan setiap bulan, target berapa lama bekerja di tempat yang sekarang, perlu tidaknya side job atau wirausaha, dan rencana-rencana cadangan yang lain. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow instagram: @etalaseserpong