Jangan Jatuhkan Mental Anak Muda

15
Masa depan dunia ada di tangan para anak muda.

Anak muda memang masih perlu dibimbing oleh orangtua dalam menjalani hidup terlebih saat mereka harus membuat sebuah keputusan. Orangtua sudah lebih dulu hidup dan memiliki jauh lebih banyak pengalaman melewati peristiwa suka dan duka. Tidak ada salahnya menasihati para anak muda yang masih berjiwa bebas dengan semangat yang membara dalam menjalani hidup tetapi jangan sampai mengekang atau bahkan memotong kreativitas serta mindsetnya yang sedang berkembang. Masa muda adalah ketika mereka mencoba untuk out of the box.

Seperti yang dikutip dari betterhealth.vic.gov.au, menyiksa mental anak muda dengan mengekang kreativitasnya bisa menimbulkan rasa trauma dan menghentikan perkembangan hidupnya. Dampaknya bisa sampai ke kemajuan dunia lho. Setiap generasi menjalani hidupnya sesuai dengan perkembangan zaman. Ada banyak nilai yang sedikit demi sedikit mulai bergeser sehingga seringkali menimbulkan pertentangan di antara yang tua dengan yang muda. Ada kalanya generasi terdahulu mengekang banyak hal sehingga yang muda akan terus berontak dan membangkang. Bisa jadi yang dulu dianggap salah, kini dianggap benar dengan banyak pertimbangan, begitu pun sebaliknya.

Jangan sampai hal ini malah menimbulkan luka di hati masing-masing. Salah satu cara agar kita semua bisa hidup maju adalah dengan mengedepankan komunikasi dan membuka pola pikir

Rasa Bersalah Selamanya

Anak muda memang lebih berjiwa bebas serta memiliki semangat yang membara. Mereka cenderung tidak takut mengambil resiko dan pantang mundur. Selain itu kreativitas serta buah pikirnya seringkali membuat generasi yang lebih tua geleng-geleng kepala. Ada baiknya jika keputusan atau mindset anak muda tidak langsung dikekang atau dilarang melainkan dibimbing secara positif. Mereka harus diberikan arah agar terbiasa berpikir kritis melihat perkembangan dunia di era nya.

Kehilangan Jati Diri

Jika kamu terus menerus mengekang gerak-gerik anak muda, bisa jadi mereka akan tumbuh menjadi sosok yang kehilangan jati diri. Trauma secara mental sangat sulit disembuhkan. Mereka cenderung tidak mengenal dirinya sendiri karena sudah terlalu lama dibentuk para generasi terdahulu. Padahal potensi anak muda sudah pasti jauh lebih besar dan bisa mengubah dunia ke arah yang lebih baik.

Tidak Bisa Out of The Box

Jangan menahan gejolak jiwa muda anak muda karena mereka akan menjadi sosok yang selalu berada di dalam box. Biarkan mereka bebas berkreasi dan memandang dunia dengan jati dirinya sendiri.

Membebani Generasi Terdahulu

Para orangtua hanya akan menyulitkan dirinya sendiri di kemudian hari jika terus menerus menjatuhkan mental anak muda. Karena terbiasa di kekang, mereka pada akhirnya akan selalu bergantung pada orangtua sebagai acuan dan punggung berlindung. Mereka pun tidak akan bisa hidup mandiri.

 

Penulis: Maria Theresia

Foto ilustrasi: Pixabay.com/Free-Photos

Follow Instagram @etalaseserpong