Jawaban Bijak Saat Interview Kerja

107
Menjawab pertanyaan interview dengan bijaksana.

Proses wawancara kerja sangat menentukan. Sayangnya kadang pelamar dibuat tidak siap oleh pertanyaan yang sensitif dan menjebak. Maka dari itu, sejak awal dibutuhkan banyak stok jawaban yang bijak dan diplomatis.

Tujuannya banyak sekali. Dengan mengeluarkan jawaban bijak, pelamar tampak lebih siap. Ada kesan positif, tenang, matang, dan sungguh-sungguh dalam meraih posisi yang ditawarkan. HRD pun dibuat lebih tertarik. Sebab jawaban yang bijak, yang memang dari semula sudah dipersiapkan, kerap diiringi dengan pembawaan gesture tubuh yang baik. Tidak terlihat grogi, ragu-ragu, terlalu banyak gerakan tangan, atau spontan memberikan jawaban tanpa tahu dampaknya.

Baca juga: Yang Tabu Dalam Interview

Mengapa berhenti dari tempat bekerja dulu?

Seperti contoh pertanyaan, mengapa berhenti dari tempat bekerja yang dulu? Mungkin Anda bisa saja menceritakan masalah yang sebenarnya, bila ada. Misalnya karena rekan-rekan kerja menyebalkan, tidak kunjung naik gaji, beban kerja terlalu berat, dan sebagainya.

Tapi sebaiknya jangan. Simpan masalah pribadi untuk sendiri. Lebih ganti dengan jawaban yang lebih netral dan mengesankan Anda tidak punya korelasi dengan suatu masalah. Namun tetap tidak berbohong. Seperti, saya sudah merasa cukup menimba pengalaman di kantor yang lama.

Mengapa tertarik bergabung disini?

Bagaimana bila ditanya tentang, mengapa tertarik bergabung disini? Alasan sesungguhnya karena tertarik gaji yang lebih tinggi, perusahaan yang lebih bergengsi, atau yang penting dapat pekerjaan dulu.

Ketimbang dilihat sebagai asal-asalan, beri jawaban yang lebih serius. Ingin berkontribusi lebih atau tampaknya potensi saya lebih dibutuhkan disini adalah contoh opsi jawaban yang lebih tepat.

Baca juga: Bahasa Tubuh Yang Menggagalkan Wawancara

Berapa gaji yang Anda inginkan?

Pelamar sering dibuat kikuk jika sudah menyangkut soal tawaran gaji. Coba akali dengan langsung menyebut angka yang pasti. Angka yang didapat dari hasil pengamatan upah berbagai posisi, pengalaman di masa lalu, dan prestasi yang telah digenggam. Jangan ragu untuk turut menyebutkan alasan mengapa angka yang Anda inginkan pantas untuk didapatkan.

Apa bayangan Anda bila bekerja di sini?

Sebenarnya kebanyakan pelamar tidak tahu akan menjawab apa bila ditanya begini. Apalagi pertanyaan ini sering diajukan oleh HRD hanya untuk menjebak saja. Siapa tahu pelamar hanya seorang kutu loncat.

Karenanya beri jawaban yang menyakinkan. Misalnya, saya punya rencana jangka panjang untuk perusahaan bisa jadi pilihan.

Kami terbiasa bekerja dalam tekanan dan lembur, bagaimana?

Jangan hanya menjawab baik atau saya sudah terbiasa jika HRD mengajukan pertanyaan sejenis ini. Beri reaksi yang lebih mantap dan bijak untuk menanggapi mereka. Seperti dengan kalimat, saya akan berusaha memberi yang terbaik dan seoptimal mungkin, jika ada kendala akan saya komunikasikan, serta lainnya. Walau terasa menekan, namun dengan menunjukkan diri punya posisi yang perlu dihargai justru akan lebih disegani.

Baca juga: Penampilan Yang Dianjurkan Bagi Pelamar Kerja

Ceritakan tentang prestasimu?

Jika ini yang dilayangkan HRD kadang bukannya tidak bisa menjawab. Tapi memang tidak ada prestasi yang bisa dibanggakan. Namun jangan pantang menyerah dan rendah diri. Imbangi lewat jawaban yang menggambarkan karakter Anda. Misalnya saya orang yang jujur, berdedikasi, mandiri, dapat bekerja dalam tim, dan siap menghadapi tantangan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram: @etalaseserpong