Jeli Membeli Properti Saat Pandemi

75

Tetap pandemi bukan berarti tidak ada keinginan untuk membeli properti. Karena ada beberapa kemudahan yang mulai ditawarkan oleh para developer. Meski demikian, jangan terburu-buru. Pasang kejelian dan waspadai beberapa faktor yang mengikat pada properti.

Menurut catatan Rumah.com Indonesia Property Market Index, pergerakan harga properti di kuartal IV 2020 tidak bagus. Dalam kuartalan turun 0,46 persen, sementara dalam tahunan turun 1,3 persen. Tapi di sisi lain, jumlah suplai dalam kuartalan meningkat 13 persen, dan dalam tahunan meningkat 42 persen.

Maka dari itu, untuk mengimbangi, banyak pengembang memainkan segala strategi guna menggenjot pembelian di tengah lesunya minat pada properti. Terlebih fisik bangunan sudah terlanjur jadi. Dari menurunkan harga rumah, memberikan hadiah menggiurkan untuk beberapa pembeli pertama, dan lain sebagainya.

Baca juga: Pergeseran Selera Konsumen Terhadap Properti Saat Pandemi

Meski menarik dan dana sudah siap, teliti kembali. Hindari kerugian seperti hak konsumen yang dilanggar. Karena berhadapan dengan pihak pengembang atau bank juga melelahkan.

Tujuan membeli

Nah, awali dengan mengenali lagi tujuan membeli. Untuk apa? Apakah untuk rumah tinggal bagi diri sendiri dan keluarga, untuk disewakan, untuk usaha, atau untuk dijual demi mendapat margin lebih tinggi. Semacam jalan investasi di tengah pandemi yang kian tak menentu ini. Semakin Anda tahu untuk apa tujuannya, semakin tepat Anda menghasilkan berbagai keputusan. Dari jenis properti, batasan harga dan cicilan maksimal, ukuran, serta lainnya.

DP 0 persen

DP 0 persen memang sedang tren. Memikat tapi harus tetap jeli. Pasalnya ada serangkaian imbas yang mesti ditanggung di belakang bila sudah terikat kontrak jual beli. Pahami dan pastikan Anda tahu plus minusnya. Sebagai contoh, tidak ada uang muka membuka celah keharusan membayar tagihan per bulan lebih besar dibanding adanya down payment di awal.

Baca juga: Jangan Buru-Buru, Pelajari Dulu KPR Rumah DP 0%

Suku bunga

Termasuk urusan suku bunga. Pandemi belum juga berakhir, banyak nilai saham rontok, sama halnya dengan suku bunga yang dikhawatirkan tidak terkontrol. Karenanya tanyakan detail akan ini. Apakah suku bunga yang berlaku rata selamanya atau sangat tergantung dari kebijakan bank.

Keringanan angsuran

Tanyakan pula tentang keringanan angsuran andaikan nantinya ada masalah terkait finansial. Namun biasanya urusan ini akan diarahkan ke pihak bank. Sehubungan dengan pengampu developer untuk masalah bayar membayar. Jika developer dan bank tidak menyediakan opsi keringanan, maka pikir lebih dalam lagi. Terkecuali Anda sanggup langsung membayar lunas tanpa harus mencicil setiap bulan.

Mekanisme gagal bayar

Selain keringanan angsuran, Anda juga perlu tahu mengenai mekanisme gagal bayar. Akan bagaimana dan opsi apa saja yang tersedia. Umumnya bank akan menawarkan penundaan sekian bulan tidak mengangsur, mengambil alih hak rumah untuk dilelang, dan sebagainya.

Baca juga: Perhatikan Ini Sebelum Beli Rumah Hasil Sitaan Bank

Profil finansial pribadi

Tak lupa tentang profil finansial pribadi. Sekali lagi membeli properti kala pandemi sah-sah saja. Tapi buat garansi bahwa dana yang dipakai untuk membeli tergolong aman hingga batas akhir cicilan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram: @etalaseserpong