Jenis Klien yang Tak Perlu Dijadikan Raja

31
Sebaiknya klien bersikap kooperatif juga.

Memang benar pembeli adalah raja. Sama halnya dengan klien. Namun ada beberapa tipe klien yang sebaiknya tidak diperlakukan seperti raja. Sebab hanya akan menghabiskan waktu dan energi saja.

Hal ini sehubungan dengan sikap dan mentalitas mereka yang tidak patut untuk diapresiasi. Ingin mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa memperhitungkan posisi Anda sebagai penyedia jasa. Atau dengan kata lain, bersikap egois demi kepentingan diri sendiri.

Akan tetapi tak bijak pula untuk membalas dengan perlakuan yang sama. Setiap klien harus dihadapi dengan pelayanan yang memuaskan. Bedanya, tinggal mainkan skill dan berdiplomasi untuk jenis klien tertentu. Ikuti gaya mereka sejak awal, namun tunjukkan pula sikap kita. Sekaligus memberikan pesan halus, bahwa tak selamanya mereka bisa bersikap seenaknya.

Tidak tahu maunya apa

Pertama, jangan terlalu fokus pada klien yang tidak tahu maunya apa. Paling tidak, mereka harus dapat memberikan bayangan yang jelas tentang apa yang diinginkan. Jadi, ketika datang tanpa konsep sama sekali, sebaiknya Anda tak usah repot-repot membantu menginterpretasikan. Ketimbang mengerjakan apa yang diminta berlandaskan “kira-kira”. Bukan tidak mungkin, hasil pekerjaan akan selalu dianggap salah atau kurang, karena dari awal tidak ada pengantar yang pasti.

Penuh teka teki

Serta secukupnya saja saat menemui klien yang penuh teka teki. Karakternya tidak mudah ditebak, suka membuat perubahan mendadak, spontan meminta di luar jalur kesepakatan, dan menggampangkan persoalan. Contohnya sering berkata, “kita lihat nanti, tidak usah dipikir sekarang”. Berarti Anda juga tak perlu memikirkannya sekarang, lebih baik mengalihkan ke klien yang lebih bersahabat.

Lebih suka berbau diskon

Memasang harga diskon untuk menarik klien sebanyak-banyaknya termasuk strategi yang tepat.

Tapi hati-hati dengan klien yang cenderung lebih suka bau diskon untuk segala sesuatu.

Apalagi ingin mendapat kualitas terbaik dengan harga serendah mungkin.

Untuk tipe klien yang satu ini, tegaskan ada harga ada rupa. Kapan bisa mendapat harga diskon, kapan wajib mengikuti harga normal.

Menyepelekan perjanjian

Perjanjian dibuat sebagai panduan dan saling respek satu sama lain. Sehingga ketika bertemu klien yang kerap menyepelekan perjanjian, sebaiknya Anda tak usah pula menghiraukannya. Misalnya tidak mentaati jadwal rapat, tidak lekas memberi uang muka, menunda pembayaran tanpa alasan jelas, dan sebagainya.

Memberi deadline mendadak

Tipe lain yang tidak patut Anda perjuangkan adalah yang suka memberikan tenggat waktu mendadak. Contohnya meminta pekerjaan selesai hari ini, sementara baru menghubungi kemarin. Padahal permintaan klien tergolong sulit dan tidak masuk dalam standar untuk segera diselesaikan.

Tetap tenang, dan lancarkan jurus balik menghadapinya. Yaitu menegaskan bahwa deadline darinya tak mungkin untuk dikabulkan.

Berkata bisa melakukan sendiri

Bila mendapat klien yang sering berkata bisa melakukan sendiri atau ada saudara dan teman yang akan membantu, menandakan klien tak perlu ditempatkan pada posisi VIP. Karena dari kata-katanya sudah tidak menghargai dan menaruh hormat. Serta tidak jelas niat kedatangannya pada Anda, lebih baik dia pergi saja ke pihak yang disebutkan tadi. (LAF)

Foto ilustrasi: Pixabay.com/www_slon_pics

Follow Instagram @etalaseserpong