Kapan Perlu Ambil Kuliah S2?

126
Menentukan waktu yang tepat untuk S2.

Kapan tepatnya perlu mengambil studi strata dua kerap membingungkan. Bagi yang baru menjadi sarjana, juga bagi mereka yang telah lama bekerja. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan untuk memutuskan sekarang atau nanti-nanti saja.

Ya dan tidaknya sering terjebak oleh kondisi kompleks yang dialami seseorang. Atau malah kadang lebih mementingkan kebutuhan orang lain, misal keluarga dan orang tua, dibanding diri sendiri. Semakin pelik saat tempat kuliah letaknya jauh, menghambat komunikasi, dan tertundanya karir yang sudah dirintis selama ini. Hal yang sangat berbeda dengan kondisi ketika mengambil kuliah S1 dulu.

Akan tetapi, perlu diingat pula, bahwa jam tatap muka kuliah di S2 terbilang lebih sedikit. Meski tetap banyak tugas. Namun ini menjadi celah Anda seharusnya tak terjebak pada padatnya waktu. Anda bisa memanfaatkan kekosongan untuk agenda lain yang tak kalah pentingnya. Sembari tetap berhubungan erat dengan keluarga dan karir.

Semangat belajar masih berkobar

Semangat belajar yang masih berkobar dan menggebu-gebu jadi modal utama dalam menempuh pascasarjana. Pasalnya semangat ini sering menghilang seiring dengan berhentinya seseorang belajar di ruang formal. Bila spirit masih terpendam kuat, segera wujudkan untuk menggapai tingkat studi yang lebih tinggi. Ketimbang menunda dan akhirnya semangat yang dulu ada padam sama sekali.

Waktu yang leluasa

Waktu yang leluasa merupakan kunci kedua. Walau telah bekerja, tetapi masih mempunyai waktu lebih yang bisa digunakan untuk menempuh bangku kuliah lagi, tentu tak jadi soal. Justru dalam sekali masa, Anda dapat menggapai banyak hal yang berdampak baik.

Belum terbebani tanggung jawab

Lalu, belum terbebani oleh tanggung jawab. Dalam arti tanggung jawab yang menyangkut hajat hidup orang lain dan tidak bisa disepelekan. Contohnya pasangan dan anak-anak yang sangat mungkin berpengaruh langsung dalam kelancaran studi. S2 berpotensi batal akibat perhitungan biaya rumah tangga. Karena itu, saat belum ada beban, ambil saja keputusan untuk kuliah kembali.

Didukung dan mendukung karir

Kadangkala karir di kantor malah jadi penghambat. Namun bila yang terjadi sebaliknya, alias sangat didukung dan S2 akan mendukung karir, jangan ucapkan kata tidak. Ambil kesempatan besar ini, sebab mungkin tak datang dua kali. Terlebih saat kantor memberikan keleluasaan supaya Anda tak kerepotan menghadapi jam kerja dan kuliah secara bersamaan. Sangat menguntungkan kan?

Fasilitas terhampar 

Sama halnya saat fasilitas terhampar. Bak karpet merah yang siap menyambut tamu VIP. Mulai dari beasiswa penuh, finansial pribadi yang siap menyokong, garansi kesehatan, asrama gratis, biaya pulang pergi ditanggung, hingga jaminan mendapatkan kembali pekerjaan. Serta dukungan optimal dari keluarga. Sepertinya tak ada lagi alasan untuk menolak maupun mengabaikan studi S2 berlalu dengan mudahnya.

Bukan pelarian

Satu lagi yang harus dipertimbangkan. Kapan waktu yang tepat mengambil S2 yakni saat tidak menjadikannya sebagai pelarian. Entah dengan latar belakang apapun. Putuskan dan nikmati masa-masa kuliah di jenjang ini atas inisiatif pribadi. Termasuk untuk urusan pilihan jurusan dan manfaatnya ke depan. (LAF)

Foto ilustrasi: Pixabay.com/ptksgc

Follow Instagram @etalaseserpong