KDRT Meningkat Selama WFH? Begini Penjelasannya

78
Jangan biarkan KDRT merenggut hidupmu.

Dampak COVID-19 menggemparkan dunia hingga saat ini. Angka yang terus meningkat juga membuat kita sebagai warga negara khawatir dan was-was di dalam rumah. Meskipun sudah mulai ada titik cerah karena pasien yang sembuh pun tak kalah meningkat. Pemberlakuan physical distancing mengharuskan sebagian besar masyarakat untuk #workfromhome dan #dirumahaja.

Rupanya penyakit yang biasa dikenal sebagai virus corona ini tidak hanya berdampak pada kesehatan saja. Kehidupan sosial pun berubah drastis. Gejala depresi meningkat seiring dengan kasus KDRT pasangan suami istri. Seperti yang dilansir melalui Magdalene.com, kebijakan beberapa perusahaan untuk memberhentikan sementara para pekerja tanpa upah menjadi salah satu pemicu yang kuat. Dugaan seperti ini sangat relevan jika dikaitkan dengan rangkaian benang merah yang kita alami sejak pandemik ini terjadi.

“Memang beda sih rasanya selama physical distancing begini. Saya yang biasanya jarang bertemu suami karena dia kerja kan, sekarang jadi dari pagi ke malam ketemu,” ujar Tina selaku warga Gading Serpong. “Perubahan yang paling dirasakan memang jadi banyak cekcok dan beda pendapat. Upah suami juga berkurang, saya pun jadi stres di rumah mau makan apa, bayar sekolah anak bagaimana. Itu sering jadi bahan pertengkaran di rumah. Ada banyak hal yang terpaksa diputus,”pungkasnya.

Stres akibat tidak ada pemasukan sedangkan kebutuhan hidup tetap berjalan, istri di rumah malah menjadi korban pelampiasan. Apalagi jika keluhan-keluhan terhadap “uang belanja” kian nyaring terdengar di telinga. Rasanya bukan tidak mungkin manusia menjadi emosi ketika sedang berada di ujung tombak. Tetapi apakah amarah dan kekerasan selalu menjadi solusi?

Mediasi

Ada baiknya untuk  berusaha saling mengerti dan melakukan mediasi sebagai pasangan suami istri. Tidak banyak yang bisa dilakukan selain sabar dan ikhlas di masa pandemik seperti saat ini. Seorang suami harus memaklumi adanya keluhan soal uang belanja bulanan yang dilontarkan oleh istri. Begitu pula seorang istri yang harus memaklumi keadaan yang memaksa untuk harus diam di rumah saja sehingga penghasilan pun berkurang. Coba lah untuk mencari jalan keluar bersama seperti buka usaha online atau mulai mengurangi pengeluaran yang tidak penting.

Cari Pertolongan

Cepat-cepat mencari pertolongan jika kamu sudah mengalami KDRT selama beberapa kali. Cerita kepada orangtua, saudara, atau orang terdekat yang tinggal di sekitarmu. Minta lah pertolongan jika keadaan sudah sangat mendesak.

Jangan Malu untuk Melapor

Kesalahan utama para korban KDRT adalah malu untuk melapor ke polisi. Padahal kamu memiliki hak untuk hidup secara nyaman dan aman. Kamu juga dilindungi secara hukum oleh negara sehingga melaporkan praktik KDRT bukan lah hal yang tabu untuk dilakukan.

Simpan Dokumen Penting

Jika kamu sudah mulai melihat gelagat pasangan melakukan KDRT, sebaiknya kamu menyimpan semua dokumen penting di dalam satu tas. Tujuannya agar kamu bisa dengan cepat dan sigap pergi tanpa kekurangan dokumen serta harta tabungan. Jangan sampai dokumen pribadi milikmu disalahgunakan atau dijadikan ancaman ketika kamu terpaksa pergi dari rumah dengan tangan kosong.

 

Penulis: Maria Theresia

Foto ilustrasi: Pixabay.com/cocoparisienne

Follow Instagram @etalaseserpong