Kenali Gejalanya, Leukimia Masih Bisa Diobati

67

Meninggalnya Ibu Negara Presiden RI ke-6 Ani Yudhoyono karena kanker darah membuat publik terenyak. Penyakit yang diderita Ibu Ani selama beberapa bulan terakhir mengejutkan banyak orang dan menimbulkan banyak pertanyaan: apa itu kanker darah dan seberapa berbahayanya kanker darah?

Kanker darah atau leukimia adalah kanker yang menyerang sel darah putih. Pada kondisi normal, sel darah putih diproduksi secara teratur sesuai kebutuhan tubuh untuk memerangi infeksi yang sedang terjadi. Namun, pada tubuh pengidap kanker, sumsum tulang belakang akan memproduksi sel darah putih yang abnormal dan jumlah yang berlebihan dan tidak dapat berfungsi dengan semestinya. Kelebihan sel darah putih inilah yang mengakibatkan terjadinya penumpukan sehingga mengurangi jumlah sel darah sehat, serta akan menyebar ke organ lainnya.

Ada dua jenis kanker darah, yaitu kanker darah akut yang berkembang dengan cepat dan membutuhkan penanganan segera, dan kanker darah kronis yang berkembang secara perlahan dan dalam waktu yang cukup panjang. Jenis yang kedua ini sering kali tak terdeteksi karena gejalanya tak begitu terlihat hingga akhirnya masuk stadium akhir.

salah satu warga Bintaro, Dhanti, berkisah mengenai kanker darah yang dialami ibunya. “Ibu saya terkena leukimia dan kejadiannya terasa begitu cepat. Sejak pertama kali didiagnosis leukimia, satu bulan kemudian ibu saya “kalah” melawan penyakit ini.”

Kesulitan mendeteksi penyakit ini yang membuat banyak orang “lengah”. Padahal, jika diperhatikan dengan saksama, penyakit ini menunjukkan beberapa gejala. Berikut adalah beberapa gejala kanker darah yang sering muncul yang disarikan dari situs web Mayo Clinic. Periksakan diri ke dokter ketika Anda merasa sering mengalami gejala-gejala berikut secara berulang.

Darah sulit membeku

Kanker darah menyerang salah satunya trombosit darah yang berfungsi untuk membekukan darah. Pada kondisi normal, ketika seseorang terluka, darah yang keluar akan segera menggumpal dan aliran darah akan segera berhenti. Pada pengidap kanker, pembekuan darah tidak terjadi sehingga darah akan terus keluar dan sulit dihentikan.

Sering berdarah dan mimisan

Perdarahan adalah gejala yang awam dialami penderita kanker darah. Hal ini terjadi karena rendahnya jumlah trombosit dalam tubuh. Penderita kanker darah akan sering mengalami mimisan. Selain itu, mereka juga sering mengalami memar, walau tidak terjadi benturan. Terkadang, muncul pula bintik-bintik merah atau ungu pada tubuh yang disebut petechiae akibat adanya perdarahan minor di dalam kulit.

Rentan terkena infeksi

Pada pengidap kanker darah, sel darah putih mereka berkembang secara abnormal yang membuat fungsinya tidak optimal. Hal itu membuat pengidap kanker darah sering mengalami infeksi karena pertahanan tubuh terhadap berbagai macam kuman tak bekerja maksimal. Akibat dari infeksi ini adalah munculnya demam.

Pada penderita leukemia, demam sering terjadi dan berlangsung selama beberapa hari dengan suhu mencapai 38 derajat celsius.

Nyeri sendi dan tulang

Penderita leukemia kerap merasakan nyeri pada persendian dan tulang belakang. Bahkan, nyeri ini sering membuat penderita mengalami demam tinggi. Selain nyeri sendi dan tulang, penderita leukimia juga sering mengalami nyeri ada bagian perut karena organ hati mengalami pembengkakan.

Anemia

Anemia terjadi akibat kekurangan sel darah merah. Oleh karena itu, penderita leukimia umumnya menunjukkan gejala fisik terlihat pucat, lemah, mudah letih, dan sering sesak napas.

Penurunan berat badan

Penderita leukimia akan mengalami penurunan berat badan secara bertahap meski sedang tidak melakukan diet. Jika gejala ini sudah Anda rasakan, segeralah cari pertolongan medis.

 

Penulis: Krista Rai

Foto:

Follow @etalaseserpong