Kenali Kedok Arisan Bodong Agar Tak Jadi Korban

44
Hati-hati memilih geng arisan.

Walau sudah terjadi berulang kali, tampaknya masih banyak yang terjebak dengan tipuan arisan bodong. Baru tersadar setelah uang dibawa kabur. Lantaran tak mengenali tanda-tandanya sejak awal.

Minimnya pengetahuan ini dimanfaatkan oleh penyelenggara arisan sebaik-baiknya. Khususnya menyasar impian yang diinginkan banyak orang. Misalnya arisan pergi umrah, logam mulia, apartemen atau properti, hewan kurban, alat masak mahal, mainan anak, dan masih banyak lagi. Dengan harga murah, rentang waktu lebih pendek, dan masih mendapatkan bonus melimpah. Mereka juga tak segan-segan memilih mangsa yang lebih spesifik. Contohnya para ibu rumah tangga atau lansia.

Sejak awal mereka menampilkan diri sebagai lembaga yang sehat dan penuh percaya diri. Lengkap dengan perjanjian di atas hitam putih. Aktif menghubungi dan mengajak peserta. Kian gesit ketika waktu setoran dana tiba. Namun setelah berjalan sekian lama, sepi tak ada kabarnya. Satu per satu penyelenggara mendadak hilang. Peserta arisan kebingungan, lalu tersadar uangnya lenyap dan barang impian tak bakal tergenggam.

Hasil untung yang memukau

Setiap penjual tentu ingin memperoleh untung. Sama halnya dengan konsumen atas tabungan atau investasinya. Akan tetapi yang dilakukan para pelaku arisan bodong berbeda. Mereka menawarkan laba yang terlalu memukau. Nilainya di atas rata-rata dari arisan lainnya.

Jika arisan lain mungkin tidak memberikan iming-iming selain mendapat barang kesepakatan, maka arisan bodong akan memberikan lebih dari itu. Contoh yang banyak terjadi adalah memberikan untung lebih dari 10 persen per bulan. Trik untuk menggaet peserta segera bergabung dan tak ragu bila diminta menyetorkan lebih dari nilai awal.

Skema ponzi

Untuk memaksimalkan keuntungan secara sepihak, arisan bodong kerap menjalankan skema ponzi. Yaitu peserta arisan diminta mengajak orang lain bergabung. Semakin banyak yang bergabung, untung akan semakin banyak didapat. Padahal, lagi-lagi, keuntungan hanya akan dirasakan oleh oknum arisan nakal ini.

Promosi produk yang mewah

Cermati bahwa arisan bodong lekat dengan promosi produk yang wah.

Dan sangat wajar iklan produk yang demikian. Perbedaannya adalah terlalu muluk untuk suatu arisan yang baru dibentuk. Juga kenali dari bahasa pengantar yang muluk-muluk dan bombastis.

Tak segan-segan mereka akan mengadakan perkenalan berupa seminar atau sejenisnya di tempat-tempat bergengsi. Mengundang narasumber bonafide, namun bukan penyelenggara arisan. Hanya kedok untuk mencitrakan diri sesempurna mungkin.

Profil tidak jelas

Di samping itu, meski sudah berkali-kali berinteraksi, umumnya peserta arisan tidak mengenal dengan pasti siapa sebenarnya yang mengelola uangnya. Mungkin sebatas nama lengkap dan nomor ponsel. Tapi tak tahu latar belakang, alamat tinggal, serta riwayat pekerjaan. Maka tak aneh jika pelaku arisan bodong sulit ditangkap sebab pandai menyembunyikan identitas.

Tidak punya izin legal

Arisan bodong jelas tak punya nomor izin operasional legal. Kebohongan ini sering ditutupi dengan mencantumkan nomor izin palsu. Untuk memastikan sah tidaknya, Anda bisa menghubungi langsung pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Supaya nanti bila terjadi sesuatu, OJK bisa membantu dan uang Anda tergaransi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay.com/Frantisek_Krejci

Follow Instagram @etalaseserpong