Kenali Tanda-Tanda Orang Ingin Bunuh Diri

24
Mengenal tanda seseorang ingin bunuh diri.

Bulan lalu santer berita seorang karyawan media TV ditemukan meninggal di daerah dekat Bintaro. Penyelidikan polisi mengarah pada kemungkinan bunuh diri. Di Bintaro sendiri beberapa kali terjadi kasus bunuh diri. Ada yang menimpa gadis remaja, ada pula pengusaha.

Bunuh diri sesungguhnya sangat mungkin dihindari bila cepat ditangani. Karena itu tidak ada salahnya mengetahui apa saja tanda-tanda orang yang ingin melakukannya. Mungkin dengan berbekal satu dua pemahaman, antisipasi dan pertolongan dapat dilakukan segera.

Orang yang ingin bunuh diri menunjukkan perilaku atau sikap yang tidak biasa dari kesehariannya. Umumnya akibat mengalami tekanan besar, seperti depresi, di bidang pekerjaan, ekonomi, sekolah, rumah tangga, dan kehidupan sosial. World Health Organization (WHO) pada 2015 lalu menyatakan bunuh diri terjadi di seluruh dunia setiap 40 detik. Tentu kasus yang tidak bisa dikategorikan ringan.

Terlebih pandemi yang mengarah ke krisis kian menguatkan berbagai pemicu untuk mendorong seseorang melakukan bunuh diri. Dan bisa menimpa siapa saja. Teman, saudara, pasangan, dan tak terkecuali diri sendiri.

Begitu menyadari ada beberapa tanda, berikan langkah pertolongan yang tepat. Alih-alih langsung melarangnya, mulai dengan mendengarkan segala keluhan mereka. Pendekatan personal untuk membuat mereka tahu bahwa ada yang peduli. Lalu hubungi lembaga bantuan atau psikolog untuk mendapat terapi jangka panjang.

Mood swing

Tanda mencolok yang sering terlihat adalah mood swing secara ekstrem. Dari yang tadinya tampak bahagia atau baik-baik saja, mendadak terlihat sedih dan murung. Terus berulang, tak terduga, dan tidak mengenal waktu serta di mana dia berada.

Bahkan menjadi bahagia dan tenang sekali, seolah-olah tidak mengalami masalah yang tampak dari kesedihannya yang ekstrem sebelumnya. Bahayanya bila dibiarkan, mereka semakin tidak menyadari apa yang telah terjadi dan kian mempercepat upaya bunuh diri.

Depresi klinis

Ditambah mereka juga kehilangan minat untuk makan, gangguan tidur yang parah, dan memilih bersikap lain tidak seperti biasanya. Agar salah satunya tetap berlangsung, mereka sangat membutuhkan bantuan. Misalnya dengan minum obat tidur. Pada tahap ini, tak jarang, keinginan untuk mulai menyakiti diri sendiri mulai ada. Meski dalam level yang ringan dan sering tidak disadari.

Perubahan selera drastis

Gejala lain yang tampak yaitu muncul perubahan selera yang begitu drastis. Meninggalkan hobi yang selama ini ditekuni, tidak lagi tertarik pada bidang tertentu, dan sebagainya. Pelaku juga bisa saja mengalihkan minatnya ke hal lain atau justru tidak tertarik pada apapun. Semuanya terasa sama, hambar, dan tidak menawarkan sesuatu yang membuatnya bergairah atau semangat.

Menarik diri

Menarik diri sebagai kecenderungan umum cukup sering dikenali dari mereka yang ingin bunuh diri.

Memutuskan komunikasi dengan orang-orang terdekatnya, tidak memberikan kabar, mengurung diri, tidak memberitahukan lokasi saat ini, dan sejenisnya.

Bila ini sudah terjadi, terus hubungi dan pastikan dalam kondisi baik.

Mengungkapkan atau memberi tanda

Ada ungkapan perasaan atau kode khusus yang bisa dibaca sebagai keinginan untuk bunuh diri. Di antaranya terangan-terangan mengucapkan selamat tinggal, dengan kalimat aku tidak ingin hidup lagi, rasanya ingin mati saja, aku sudah tidak ada gunanya, dan masih banyak lagi. Di situasi darurat ini, sebaiknya Anda segera minta bantuan dan jangan biarkan mereka sendiri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay.com/rebcenter-moscow

Follow Instagram @etalaseserpong