Kesalahan Finansial Generasi Milenial

94

K

ebanyakan generasi milenial mulai melek akan keuangan. Akan tetapi, tak jarang juga dari mereka keliru dalam mengelola finansial. Mereka lebih senang mengalokasikan uangnya untuk kesenangan dan pengalaman tanpa menyisihkan uang untuk menabung atau berinvestasi.

Mengutip dari finance.detik.com, generasi milenial yang saat ini mendominasi penduduk Indonesia, diprediksi akan sulit memiliki rumah atau terancam jadi ‘gelandangan’ dalam beberapa tahun ke depan. Gaya hidup yang cenderung boros dengan rata-rata kenaikan harga rumah yang sangat tinggi, menjadi penyebab utamanya. Lalu, apa saja kesalahannya? Simak ulasannya sebagai berikut.

Kebiasaan menunda menabung

Sebagian besar generasi milenial selalu mengesampingkan untuk menabung. Mereka masih memiliki pola pikir ingin menikmati masa muda dengan membeli ini itu sesuka hati. Karena tidak terbiasa, kebiasaan menabung ini menjadi hal yang menyiksa bagi mereka karena biaya gaya hidupnya harus terpotong.

Seperti yang dilakukan Irma, salah seorang warga Perum Suradita. “Saya paling enggak bisa nabung. Tiap gajian pasti habis buat belanja keinginan yang sebenarnya enggak saya butuhkan, hanya karena bentuknya lucu atau sedang diskon.”

Mereka selalu berpikir akan mulai menabung kalau penghasilan sudah lebih tinggi. Akan tetapi pada kenyataannya, semakin gaji tinggi, tanpa disadari standar gaya hidup juga akan semakin naik. Jadi, bukan pada gajinya yang harus naik, tetapi kebiasaannya yang harus dilatih.

Seharusnya yang perlu disadari oleh generasi milenial adalah hidup itu akan selalu berubah. Semakin tua, kemampuan pun akan semakin terbatas, tetapi biaya hidup terus meningkat. Jika tidak memiliki tabungan sejak dini, kamu akan kesulitan di masa tua.

Pengeluaran tanpa batas  

Tanpa disadari, gaya hidup generasi milenial selalu mengikuti standar kehidupan sosial di sekitarnya. Menonton konser, menonton film di bioskop, atau berwisata ke luar negeri jadi standar baru yang harus diikuti agar bisa diterima sosial mereka. Untuk itu, mereka banyak sekali mengeluarkan uang hanya untuk memenuhi standar tersebut. Meskipun menabung, tujuannya bukan untuk investasi, tetapi hanya untuk memenuhi standar sosial.

Generasi milenial selalu mengutamakan keinginan daripada kebutuhan. Hal tersebut menyebabkan mereka terbiasa overspending untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu mereka butuhkan.

Cobalah ubah kebiasaan dengan sisihkan gajimu untuk tabungan terlebih dahulu, baru kamu atur selebihnya untuk kebutuhan dan keinginanmu. Atur pengeluaran dengan mengurutkan mana yang lebih penting. Sisihkan 20 persen dari pendapatan tiap bulannya untuk tabungan. Jika tidak bisa menabung, kamu bisa membuat tabungan dengan sistem autodebit tiap bulannya.

Mengabaikan dana darurat

Kehidupan selalu berubah-ubah setiap harinya. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Kejadian tak terduga yang menimpa, seperti pemutusan kerja, sakit, atau kecelakaan yang membutuhkan banyak pengeluaran. Karena tidak ada tabungan, akhirnya kita memilih berutang. Maka dari itu, sediakanlah dana darurat untuk menghindari hal tersebut terjadi. Perlu diingat, dana darurat berbeda dengan tabungan atau investasi, ya.

Besaran untuk menyediakan dana darurat tiap bulannya adalah 5-10 persen dari penghasilan sampai dana darurat kamu sebesar 6 kali gaji bulanan. Pisahkan dana darurat dengan rekening baru. Jangan ditabungkan dalam bentuk tabungan yang memakan waktu lama ketika pencairan. Karena sifatnya darurat, jadi harus disimpan di tempat yang mudah diambil ketika mengalami keadaan darurat.

Penyalahgunaan pinjaman kredit

Untuk menopang seluruh gaya hidup, generasi milenial banyak yang melakukan segala cara, salah satunya dengan melakukan pinjaman kredit. Apalagi sekarang menjamurnya pengelola bisnis yang memberikan pinjaman dengan syarat mudah, hanya lewat ponsel dan prosesnya cepat, yang dikenal dengan istilah “pay later”. Itu kelebihan yang diberikan fintech. Memanjakan pelanggan dengan bunga kecil dan proses lebih mudah serta menaikkan limit pinjaman jika kamu sering meminjam.

Pertimbangkan kembali untuk pemakaian kartu kredit atau melalui fintech. Hal ini supaya kamu tidak menjadi orang yang konsumtif dan impulsif ketika menginginkan sesuatu.

 

Apa kamu jadi salah satunya? Yuk, mulai sekarang buatlah anggaran keuangan agar lebih mudah terkontrol pengeluarannya. Banyak sekali aplikasi gratis yang bisa membantumu untuk menganggarkan pendapatan yang kamu dapatkan. Jadilah milenial yang bijak mengelola keuangan ya, ETALASER!

 

Penulis: Linda Irawati

Foto ilustrasi: Tirachardz/Freepik

Follow Instagram: @etalaseserpong