Kiat Memilih Rumah Kontrakan

69

Belum punya rumah sendiri? Tak perlu berkecil hati. Anda bisa memulainya dengan mengontrak rumah terlebih dahulu. Sistem sewa rumah ini sebenarnya menjadi pilihan yang paling tepat khususnya jika Anda sudah berkeluarga. Dengan menyewa rumah, Anda bisa memiliki area privat, tak seperti indekos yang masih memiliki area tertentu yang harus digunakan bersama. Selain itu, dengan menyewa rumah, untuk Anda yang berpenghasilan tak terlalu tinggi, merupakan solusi yang paling cocok.

Namun, mengontrak rumah tak bisa sembarangan. Anda perlu punya strategi agar selama masa kontrak, keuangan Anda tidak “bocor”. Selain itu, hak guna rumah tersebut sebaiknya memang sepadan dengan harga yang Anda bayarkan.

Lalu, apa saja yang harus dipertimbangkan saat mencari rumah kontrakan? Berikut beberapa poin yang kami kumpulkan, khusus untuk Anda, pembaca Etalaser!

Dekat dengan rutinitas

Ketika Anda mengontrak rumah, pastikan dekat dengan kantor atau sekolah atau kampus—tempat-tempat yang rutin Anda kunjungi atau tempat Anda beraktivitas tiap hari. Enaknya mengontrak rumah adalah Anda masih bisa berpindah-pindah rumah tanpa harus menjualnya terlebih dahulu. Jadi, selalu dekatkan rumah dengan rutinitas Anda.

Strategi ini tentu akan sangat menghemat pengeluaran bulanan. Jika rumah dekat dengan sekolah/kantor/kampus, tentu pos transportasi menjadi rendah. Dengan begitu, semakin banyak uang yang bisa dialokasikan untuk hal lain.

Hal ini juga dilakukan oleh Yohana, yang bekerja di Sekolah Athalia. Dia memutuskan untuk memboyong keluarganya dari Malang dan tinggal di dekat sekolah. “Kebetulan anak saya juga sekolah di tempat yang sama dengan saya bekerja, jadi saya pikir lebih praktis kalau kami tinggal di dekat sekolah. Jadi, tiap hari kami jalan kaki bersama ke sekolah. Bebas macet dan tidak ada biaya transportasi!”

Lingkungan

Pilih cluster atau perumahan lama? Ini tergantu preferensi Anda. Tren rumah cluster memang sedang booming. Kebanyakan milenial memilih untuk menyewa rumah di cluster, seperti di The Eminent, La Verde, The Icon, The Green, dan lain sebagainya. Nah, manakah yang sesuai dengan kebutuhan Anda?

Cluster memang menawarkan fasilitas keamanan yang lebih terjamin. Sistem keamanan cluster biasanya satu pintu dengan penjagaan yang cukup ketat. Oleh karena itu, rumah-rumah di lingkungan cluster kebanyakan tak berpagar karena standar keamanannya lebih tinggi.

Walau begitu, tinggal di cluster juga tak bebas risiko. Ketiadaan pagar, bagi sebagian orang, menjadi masalah karena akan membuat privasi terganggu.

Cek kualitas air

Air bersih adalah hal yang wajib. Di area Serpong, ada beberapa perumahan yang memang dibangun di atas bekas rawa-rawa sehingga kondisi air tanahnya kurang jernih. Oleh karena itu, Anda perlu mengecek, apakah perumahan tersebut memiliki sistem pengairan lainnya, misalnya PDAM atau mengelola water plant sendiri?

Kebutuhan akan air bersih memang tak bisa disepelekan, khususnya untuk kebutuhan mandi, masak, dan cuci baju. Jadi, pastikan rumah incaran Anda memiliki pilihan air bersih yang bisa digunakan sehari-hari. Selain itu, Anda juga perlu perhitungkan pengeluaran bulanan untuk membayar tagihan air.

Harga sesuai kantong

Setelah melihat spesifikasi rumah, Anda tinggal menyimpulkan: apakah harga rumah tersebut sepadan dengan fasiitasnya? Apakah sesuai dengan budget Anda? Jika Anda memiliki rencana untuk mengontrak rumah dalam jangka panjang, ada baiknya Anda mengambil paket minimal dua tahun sekaligus. Semakin lama Anda menyewa, semakin murah harga sewanya. Bicarakanlah hal ini dengan penyewa untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan budget Anda.

Yuk, pilih rumah kontrakan dengan bijak agar keuangan tetap terkendali!

Penulis: Krista Rai

Foto: Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong