Kunci Melamar Kerja Bagi Sarjana Saat Pandemi

56
Jangan ragu melamar kerja di masa pandemi.

Bukan saja menggebuk orang yang sebelumnya sudah mapan dengan pekerjaan. Pandemi juga seakan telah menutup akses lulusan kampus sebelum memulai sepak terjangnya. Langkah sulit saat ini untuk melamar dan mendapat pekerjaan.

Banyak perusahaan lebih memilih merumahkan karyawannya. Bertahan dengan kondisi serba memprihatinkan tanpa membuka lowongan baru. Setidaknya hingga kondisi ekonomi bisa dipastikan stabil. Sementara sarjana yang baru lulus muncul dimana-mana. Segera membutuhkan tempat naungan yang baru. Memperoleh pekerjaan, penghasilan, dan status yang baru.

Meski tampak serba sulit, namun jangan putus harapan. Masih ada beberapa jenis perusahaan yang tetap menambah karyawan. Terutama yang dibutuhkan seiring berlakunya adaptasi kebiasaan baru, dan hanya sebagian jenis usaha yang siap menyokongnya. Sehingga mereka terus membutuhkan orang baru guna membantu jalannya produksi. Terus pantau informasi terkini, raih setiap kesempatan, dan jangan gampang menyerah.

Gunakan keterampilan dan prestasi

Saat melamar, tunjukkan segala daya dan potensi yang Anda punya. Termasuk semua pengalaman dan prestasi yang pernah diukir. Misalnya  pengalaman magang untuk menaikkan nilai kerja di mata perusahaan. Tuliskan pula karya tulis akhir andai memiliki korelasi dengan posisi yang diincar. Buat perusahaan tertarik dan mempertimbangkan lamaran Anda, di tengah persaingan yang kian ketat sekarang.

Manfaatkan yang ada di depan mata

Manfaatkan yang ada di depan mata. Singkirkan segala pertimbangan yang mungkin tidak sesuai dengan selera atau kenyamanan selama ini. Pandemi memang tidak menyediakan banyak opsi. Jadi ambil berbagai kemungkinan yang bisa diraih. Jajaki meski tidak sesuai bidang kuliah atau minat pribadi. Anggap saja, bagian awal ini untuk menambah pengalaman dan memulai karier.

Pikirkan karier jangka pendek dan panjang

Namun bukan berarti tak boleh berpikir tentang kemantapan posisi diri sendiri. Anda juga berhak menimbang tentang karier jangka pendek maupun panjang. Agar tidak berpindah-pindah kerja dan terus menerus mengawali dari awal. Contohnya lebih memilih kerja dibidang kesehatan, sebab saat ini lebih banyak dibutuhkan ketimbang bidang lain.

Tetap berjejaring

Terus berjejaring akan sangat membantu. Dengan teman-teman kuliah, dosen, tempat magang dulu, saudara, dan dengan yang lain. Informasi dan ajakan bekerja akan lebih terbuka, dibanding menyendiri. Ceritakan posisi dan kerja seperti apa yang ingin Anda raih. Jangan lupa dan ragu, segera berikan bantuan bila ada teman yang membutuhkan. Guna merawat jejaring yang sudah ada.

Terus belajar hal baru

Terus belajar hal baru. Jangan mengandalkan satu keterampilan yang Anda miliki. Apalagi dunia maya menyediakan berbagai kesempatan untuk belajar secara gratis. Plus mudah diakses kapan saja. Barangkali dengan sedikit keterampilan baru akan menambah poin dalam penguasaan ilmu tertentu yang dibutuhkan perusahaan, sehingga Anda diperhitungkan.

Buka usaha sendiri

Di samping itu, Anda bisa membuka usaha sendiri. Terutama yang punya passion berwirausaha. Atau menjadikan usaha sendiri sebagai ajang mengisi waktu sebelum ada panggilan dari perusahaan yang dilamar. Dengan demikian, Anda tak berpangku tangan. Memanfaatkan kemudahan dari media sosial, jejaring, dan jasa pengiriman untuk promosi serta kelancaran usaha. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay.com/StartupStockPhotos

Follow Instagram @etalaseserpong