Lebih Jeli Merawat Alat Kelamin Bayi

29

Merawat bayi memang harus hati-hati. Khususnya pada bagian alat kelamin. Selain sering buang air kecil maupun besar, perlakuan membersihkan yang salah dapat membuat alat kelamin bayi iritasi.

Penyebabnya adalah kulit di sekitar area kelamin masih sangat tipis dan sensitif. Belum lagi ada beberapa kondisi pada bayi laki-laki dan perempuan baru lahir yang cukup berbeda dengan kelamin anak-anak yang sudah lebih besar. Karenanya orang tua diharapkan lebih melek dan bijak dalam proses merawat kelamin bayi.

Baca juga: Mitos Bayi Baru Lahir Yang Merugikan

Salah satu contohnya kebiasaan menaburkan bedak setelah kelamin dibersihkan. Bedak, atau bahan-bahan lain, seperti alkohol, tisu basah yang mengandung pewangi, baluran jamu, sabun wangi untuk membasuh, dan sebagainya justru tidak ramah bagi kulit mereka. Apalagi rentan masuk ke dalam bagian alat lubang vagina atau penis.

Kuncinya, selalu awali dan akhiri dengan mencuci tangan terlebih dulu. Segera ganti popok bayi begitu mulai penuh dan buang air besar. Basuh dengan air bersih dan keringkan sebelum mengenakan popok yang baru. Juga ingat, tidak setiap saat alat kelamin harus tertutup. Sesekali biarkan saja terbuka untuk mendapat aliran udara yang segar. Hal ini guna mencegah iritasi, ruam, dan jamur yang gampang tumbuh di tempat lembap.

Bayi perempuan

Perlu disadari bahwa vagina bayi perempuan yang baru lahir biasanya terlihat bengkak, merah, mengeluarkan cairan bening dan berlendir, kadang disertai sedikit darah. Tak usah khawatir, kondisi semacam ini wajar mengingat masih ada pengaruh dari hormon ibu saat bayi di dalam kandungan. Dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu.

Terpenting, dalam membersihkan atau proses membasuh, selalu mulai dari depan ke belakang. Supaya kotoran tidak mendekati wilayah vagina. Memang vagina mempunyai kekuatan untuk membersihkan dirinya sendiri. Akan tetapi daripada khawatir dan situasi tidak diinginkan terjadi, bersihkan bibir vagina terlebih dulu, kemudian sekitarnya, lantas mengarah ke anus.

Baca juga: Bagaimana Mengenalkan Gender Pada Anak

Jika sampai ada tinja atau kotoran yang masuk ke bibir vagina, buka perlahan dan bersihkan sampai kotoran hilang. Jangan lupa usai dibersihkan, basuh kembali dan keringkan dengan lap bersih.

Bayi laki-laki

Pada bayi laki-laki yang baru lahir dan yang belum disunat, kulup bayi masih menempel dengan kepala penis. Mereka baru akan berpisah dengan sendirinya saat bayi mulai menginjak usia 2 hingga 3 tahun. Oleh sebab itu, ketika mandi atau mengganti popok, cukup dibersihkan biasa. Menyeluruh pada bagian penis dan kantong zakar (skortum). Tak perlu ditarik agar kulit kulup tidak robek. Sementara pada bayi yang sudah disunat, berarti kulit kulup dan penis sudah terpisah. Lebih mudah membersihkan karena tidak ada kulit tipis yang rawan.

Baca juga: Cara Fun Ajarkan Anak Tentang Seks

Andai mendapati penis bayi, pasca disunat, berubah jadi bengkak, merah, berlendir, dan mengeluarkan cairan kekuningan, ini adalah kondisi yang wajar sebagai proses penyembuhan luka. Karenanya, cukup dibasuh dan dikeringkan. Tak perlu buru-buru memakaikan popok agar penis cepat kering kembali. Bila ingin ditutup, cukup perhatikan bagaimana tingkat gesekan antara kain atau popok dengan alat kelamin bayi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow instagram: @etalaseserpong