Makna Pancasila yang Menjadi Dasar Keutuhan Republik Indonesia

40
Hari Lahir Pancasila ditetapkan pada tanggal 1 Juni 1945.

Selamat Hari Lahir Pancasila! Semoga semangat nasionalisme yang ada pada jiwa leluhur masih lekat di dalam diri para generasi muda. Seperti yang kita ketahui, Pancasila terdiri dari 5 sila yang memiliki makna persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, sebagai generasi muda dan modern, alangkah baiknya kita menghargai perjuangan para leluhur dengan mempererat rasa kekeluargaan serta jiwa bergotong-royong antara satu sama lain. Mari kita kilas balik ke masa perjuangan dahulu.

Seperti yang dikutip dari Risalah BPUPKI(Sekretariat Negara RI 1995), beberapa minggu sebelum Proklamasi dikumandangkan, tanggal 1 Juni 1945 Presiden pertama Indonesia yaitu Soekarno akhirnya memperkenalkan sila ke-5 yang menjadi pelengkap keutuhan Pancasila. Beliau mengatakan sila berarti dasar yang mendirikan negara Indonesia menjadi negara yang kekal dan abadi.

Istilah Pancasila sendiri terdiri dari dua kata dari Bahasa Sansekerta. “Panca” berarti lima dan “Sila” memiliki makna sebagai prinsip atau asas. Pancasila akan menjadi pondasi masyarakat Indonesia dalam hidup bernegara setelah merdeka.

Makna Pancasila

Burung Garuda merupakan lambang dari Pancasila. Bukan tanpa makna, burung Garuda dipilih karena dikenal sebagai burung yang besar dan sangat kuat di dalam mitologi nusantara kuno. Burung Garuda Pancasila memiliki bulu berwarna emas yang bermakna keagungan, sedangkan untuk paruh, sayap, cakar, serta ekor Garuda dilambangkan sebagai kekuatan dan tenaga pembangunan.

Siapa di sini yang masih ingat berapa jumlah bulu  pada Burung Garuda Pancasila? Yup benar! Jumlah bulu Burung Garuda Pancasila disesuaikan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu 17 Agustus 1945. Jumlah bulu terbagi menjadi 4 yaitu  17 pada sayap, 8 pada ekor, 19 pada pangkal ekor, dan 45 pada lehernya.

Burung Garuda Pancasila mencengkeram helaian bertuliskan Bhineka Tunggal Ika yang memiliki arti “berbeda-beda tetapi tetap satu.” Di bagian dada Burung Garuda terdapat perisai yang melambangkan ke-5 sila di dalam Pancasila yaitu bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, padi, dan kapas.

Pancasila

  1. Ketuhanan yang Maha Esa – simbol bintang.
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab – simbol rantai.
  3. Persatuan Indonesia – simbol pohon beringin.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan – simbol kepala banteng.
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia – simbol padi dan kapas.

Adapun Pancasila tentunya disusun dengan harapan agar seluruh masyarakat Indonesia selalu takwa kepada Tuhan, selalu bermusyawarah dan bergotong royong antara sesama, saling menghormati perbedaan di antara masyarakat, menjadi warga yang adil dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta menempatkan kepentingan bangsa dan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

 

Penulis: Maria Theresia

Foto ilustrasi: Pixabay/ StockSnap

Follow Instagram: @etalaseserpong