Membangun Perilaku Sehat Sejak Remaja

29
Tidak sulit membentuk perilaku remaja yang positif.

Komitmen Rumah Sakit Premier Bintaro untuk melayani kesehatan masyarakat sangat kuat. Terbukti dengan bergabungnya Adhityawarman Menaldi, M.Psi, sebagai Psikolog Klinis. Psikolog lulusan Universitas Indonesia ini melayani konsultasi untuk remaja, dewasa, hingga lansia.

Iman, panggilan akrab Adhityawarman, kali ini menyoroti mengenai dinamika perilaku sehat remaja. “Kondisi fisiologis remaja sedang dalam masa puncak. Remaja mampu mengalihkan kebutuhan-kebutuhan fisik mendasar dirinya, seperti istirahat dan makan cukup, dengan beragam kegiatan lain yang lebih menarik minatnya,” ujar Iman.

Itulah sebabnya, acapkali remaja mudah mengabaikan sinyal-sinyal tubuh. “Remaja mungkin merasa baik-baik saja, namun, sebetulnya situasi ini merupakan kegiatan ‘menabung’ penyakit di masa tua,” ujar Iman. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis yang seharusnya ada, malah tidak tercukupi dengan baik.

Adhityawarman Menaldi, M.Psi

Inilah beberapa kiat agar mampu memulai dan mempertahankan perilaku sehat :

  1. Mencari tahu kerentanan fisik (faktor risiko)diri sendiri, contohnya riwayat diabetes pada keluarga. Lalu, kumpulkan informasi mengenai hal tersebut beserta hal-hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan.
  2. Melakukan pola kebiasaan sehat baru secara bertahap. Bilatadinya sering ngemil, kurangi perlahan, misalnya dari 3 kali sehari, menjadi dua kali sehari pada bulan pertama. Langkah kecil yang konsisten lebih baik dibandingkan langkah besar namun menimbulkan ketidaknyamanan yang juga besar.
  3. Mencari informasi mengenai kegiatan fisik yang feasible dan bisa dipertahankan. Misalnya, bersepeda atau jogging di kompleks rumah.
  4. Bila Anda cukup mampu atau lebih suka mengatur sendiri, maka Anda bisa membuat perencanaan-perencanaan, termasuk pengingatnya. Bila lebih senang bersama orang lain, maka ajak individu yang mampu menjadi rekan berperilaku sehat dan buat kompetisi sehat, misalnya. Pilih orang yangAnda dengarkan pendapatnya, contohnya Ibu, pasangan,
  5. Pahami bahwa penurunan motivasi itu biasa. Menerima bahwa kadangkala kita didera malas yang luar biasa, akan membantu kita untuk cepat bangkit. Sebagai motivator internalbisa gunakan mantra. Contohnya, “saya memilih sehat, dan menikmati hidup hari tua dengan bahagia”. Atau kalimat apapun yang bisa menguatkan diri. Ketik, hias, cetak, lalu tempel di pintu kamar. Atau humor, seperti “hoi, jangan males ah, inget itu perut udah kayak bemper!”
  6. Maknai setiap pengalaman hidup dengan positif. Berupaya untuk mencari sisi baik dari setiap pengalaman akan membuat hati “enteng”. Denganbegitu kita akan mudah bergerak, beraktivitas, dan menciptakan hari-hari yang pos (YBI)

 

Foto ilustrasi: Pixabay.com/sasint

Follow Instagram @etalaseserpong