Mempersiapkan Bisnis Kuliner untuk Pertama kalinya

180

Dunia bisnis begitu luas. Anda, yang ingin memulai bisnis, perlu memetakan rencana bisnis dengan matang. Dimulai dengan potensi bisnis yang ada. Atau bisa juga mulai dari hal yang Anda minati, misalnya hobi atau makanan.

Ya, jika Anda menjalankan bisnis yang sesuai minat, Anda akan memberikan diri sepenuhnya untuk menekuni bisnis ini. Jika Anda suka sekali dengan kopi, Anda bisa memulai bisnis gerai kopi lokal, seperti yang dilakukan oleh Kopi Kalyan. Jika Anda penggemar makanan berbahan daging babi, Anda bisa merintis bisnis kuliner olahan daging babi, seperti yang dilakukan oleh Pig Hunter.

Lalu, bagaimana sih strategi mendirikan bisnis kuliner? Anda bisa memulainya dari langkah-langkah sederhana berikut.

Matangkan konsep, cari keunikan

Saat ini, bisnis kuliner yang bertahan lama adalah yang mampu menyajikan keunikannya dan membuat pelanggan mengingat terus karakteristik produk tersebut. Jika Anda ingin menjual produk yang tersedia banyak di pasaran, tanoa menawarkan inovasi yang berbeda, mungkin Anda akan kesulitan untuk bersaing dengan merek lain yang sudah lebih established. Ada baiknya gali terlebih dahulu kemungkinan-kemungkinan inovasi sebelum benar-benar memulai bisnis kuliner.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Esther, founder healthy drink dengan merek Kokumi, yang juga warga Serpong. Sebelum memutuskan untuk terjun dengan brand Kokumi, Esther melakukan riset terlebih dahulu. Perkembangan healthy drink meningkatkan rasa penasarannya. Kemudian, agar brand-nya kuat di tengah banyaknya healthy drink yang sudah ada di pasaran, Esther dan tim menciptakan konsep baru. “Fenomena healthy drink yang ada di mana-mana membuat kami melihat peluang di bidang ini cukup besar. Kemudian, kami mengonsepkan sebuah minuman dengan bahan-bahan asli dan rasa yang unik! Terbukti, konsep ini cukup diterima masyarakat dan penikmat Kokumi semakin banyak!” ujarnya.

Hitung modal awal dengan rinci

Modal awal bisnis biasanya berasal dari kantong pribadi. Walau begitu, Anda perlu menghitung secara saksama tiap rupiah yang akan Anda keluarkan. Atur skala prioritas dan tentukan budget untuk tiap pos, misalnya budget untuk harga kemasan, bahan baku makanan, promosi, hingga penyewaan tempat.

Jika Anda tak punya modal pribadi, Anda bisa mengajukan pinjaman ke koperasi atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang biasanya menawarkan bunga yang lebih rendah dari bunga perbankan.

Bidik lokasi yang strategis

Bisnis kuliner tak harus diawali dengan toko fisik. Anda bisa memulainya dari mengikuti bazar-bazar di berbagai tempat, seperti mal dan pameran. Strategi bisnis yang sedang booming sekarang ini justru diawali dari promosi via media sosial sebelum akhirnya Anda memiliki toko fisik.

Jika Anda mulai ingin mencari lokasi untuk bisnis, Anda perlu memperhatikan beberapa hal. Yang paling penting, yaitu lokasi yang strategis yang sudah disesuaikan dengan target pasar. Misal, membuat sebuah produk yang menyasar mahasiswa, ada baiknya Anda membuka gerai pertama di area yang ramai mahasiswa, contohnya AEON Mall yang memang dekat dengan beberapa universitas prestisius.

Lain halnya dengan Kokumi yang gerai pertamanya ternyata malah di area perumahan. Sang founder, Esther memberikan alasannya, “Daerah Green Lake merupakan daerah yang sangat berkembang. Kami melihat ada peluang di sini. Jadi, kami memutuskan untuk membuka gerai pertama sekaligus kantor pusat di area ini.”

Target pasar

Masih berhubungan dengan poin di atas, target pasar merupakan salah satu poin penting dalam menentukan arah bisnis Anda. Ada baiknya di awal-awal Anda menentukan target pasar yang spesifik agar Anda bisa fokus menguatkan imej band Anda. Penentuan target pasar ini akan memudahkan Anda nantinya dalam pemilihan strategi promosi.

Yuk, promosikan sekarang!

Anda sudah mendapatkan target pasar, sekarang saatnya menentukan strategi promosi. Promosi ini dimaksudkan untuk menarik para target Anda agar mau “melirik” produk Anda dan mencobanya. Saat ini, promosi yang paling efektif adalah melalui Instagram. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan investasi di bidang foto dan video agar produk Anda terepresentasikan dengan baik. Ajak follower untuk berinteraksi dan tawarkan promo-promo menarik yang membuat mereka tertarik untuk mencicipi produk Anda untuk pertama kalinya.

Hal ini juga yang dilakukan oleh Kokumi yang selalu menyajikan foto-foto produk yang menarik. “Kami menggarap serius media sosial Kokumi. Kami tahu bahwa kekuatan promosi di Instagram adalah melalui foto. Jadi, Kokumi selalu mencoba menyajikan foto-foto serepresentatif mungkin sehingga pesan kami tersampaikan dengan baik ke follower setia kami!”

Anda juga bisa membuat web sederhana yang bisa diakses oleh follower Anda yang ingin mengetahui seluk-beluk produk Anda lebih jauh lagi.

Bagaimana, sudah siapkah Anda memulai bisnis kuliner? Semoga beruntung!

Penulis: Krista Rai

Foto: Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong