Mencapai Resolusi di Tahun Baru, Bukan Cita-cita Muluk!

158

Siap akhir tahun semakin dekat, banyak orang mulai melakukan kontemplasi: apa yang sudah saya capai selama satu tahun ini? Apa yang gagal saya lakukan? Apa yang harus saya perbaiki?

Untuk kita, yang masih berusia muda, memiliki resolusi mengajarkan kita untuk merencanakan masa depan dan mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih matang. Namun, kadang kala mengeksekusi jauh lebih sulit dari membuat deretan daftar resolusi. Ketika tahun berganti, segala kesibukan membuatmu lupa: apa saja, ya, resolusi saya tahun ini?

Di tahun baru nanti, Rangga, seorang guru gitar di Wishing Star Academy SDC dan di Uninesia BSD City, sudah memasang target yang ingin dicapai. “Iya, aku ingin sekali belajar lagi dan punya pengalaman yang lebih banyak untuk perkembangan karierku. Semoga bisa terealisasi!”

Lain halnya dengan Suci, mahasiswa jurusan Jurnalistik Universitas Multimedia Nusantara, yang punya deretan daftar resolusi untuk 2020. “Aku ada banyak hal yang mau diperbaiki. Ingin lebih mencintai diri sendiri, jadi perempuan yang lebih bijak dan dewasa. Aku juga punya harapan segera lulus kuliah dan bisa kerja sesuai minat dan bakat. Dan semoga beberapa hal yang belum beres di tahun ini bisa segera selesai tahun depan!” ujarnya dengan optimistis.

Nah, ketika kamu sudah punya daftarnya, sayang sekali kalau tidak diusahakan untuk terwujud. Kami bantu dengan memberikan beberapa tips berikut.

Lakukan satu per satu

Resolusi identik dengan daftar yang panjang! Jadinya, kamu pusing sendiri: mau mulai dari mana? Ketika kamu membuat list, juga buat skala prioritas. Manakah yang akan kamu dahulukan? Berikan nomor pada tiap list dan patuhi nomor-nomor tersebut.

Ketika kamu fokus pada satu hal di satu waktu, kamu akan punya energi lebih banyak untuk “membereskannya”. Kamu baru bisa beralih ke hal lainnya setelah prioritas pertamamu selesai.

Buat perencanaan

Misalnya, kamu punya resolusi untuk lebih rajin membaca buku. Kamu bisa membuat rencana yang lebih spesifik, misalnya mengunjungi perpustakaan atau toko buku setidaknya satu kali seminggu, menyediakan waktu khusus untuk membaca hingga 20 menit, dan menyediakan anggaran khusus untuk membeli buku.

Buatlah perencanaan matang dalam bentuk pointer-pointer agar kamu lebih mudah mengeksekusinya!

Menyediakan solusi antisipasi

Ketika kamu punya resolusi tak mau lagi terlambat masuk kelas, kamu harus menyediakan solusinya. Misalnya, membeli jam weker dengan suara nyaring atau mengganti notifikasi alarm di ponsel dengan suara yang lebih “berisik”. Atau, kamu bisa mengubah pola tidur sehingga bisa tidur lebih cepat dengan harapan bisa bangun lebih pagi.

Berkisahlah!

Ketika kita punya niat untuk memperbaiki diri, ada baiknya kita bercerita kepada orang terdekat. Mintalah dukungan dari mereka. Dorongan dan motivasi dari orang terdekat akan membuatmu terus mengingat resolusi tersebut dan kembali bersemangat ketika sudah mulai “low”.

Sedikit, lama-lama jadi bukit

Tak ada yang instan di dunia ini. Semuanya butuh proses. Jadi, nikmatilah proses itu. Jika kamu punya resolusi untuk menurunkan berat badan, “nikmatilah” segala pengorbananmu yang mati-matian berolahraga, mengatur pola makan menjadi lebih sehat, dan lain-lain. Tunggu dan bersabarlah karena kamu akan menuai hasilnya nanti!

Biarkan kegagalan menyapa

Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Ketika pada percobaan pertama kamu belum berhasil, bukan berarti kamu tak akan pernah berhasil! Segera bangkit dan coba lagi! Kamu hanya perlu menambah takaran semangat dan doa untuk mencapai sesuatu!

Berikan penghargaan

Ketika suatu hari nanti kamu berhasil mencapai salah satu target resolusi, jangan lupa untuk memberikan reward kepada diri sendiri. Bahagiakan diri dengan berbagai cara, misalnya makan di restoran mewah yang menyajikan menu kesukaan, membeli Tamiya baru, atau melakukan traveling ke tempat idaman. Ingat, ya, kamu berhak mendapatkan semua itu setelah berhasil “mendisiplinkan diri” untuk mencapai targetmu.

Selamat berjuang mencapai resolusi di tahun baru!

Penulis: Krista Rai

Foto: Freepik

Follow IG: @etalaseserpong