Mendeteksi Mobil Bekas Terendam Banjir

133
Waspada ketika membeli mobil bekas.

Banjir di awal tahun kemarin menyisakan banyak persoalan. Salah satunya mobil-mobil yang terendam banjir. Hati-hati jika ingin membeli. Coba lebih jeli lagi dan teliti sebelum memutuskan bertransaksi.

Mobil yang terendam banjir memang bisa diperbaiki. Meski begitu, kinerjanya tak seoptimal seperti semula. Dan kondisi ini baru bisa dirasakan setelah enam bulan peristiwa terjadi. Kondisi akan terus menurun dan akan terus menerus menyedot anggaran. Otomatis bakal merugikan pembeli ketika mendapat mobil yang tidak sesempurna yang dibayangkan.

Jadi jangan sampai tertipu. Deteksi lebih dalam bukan hanya dari penampakan luarnya saja. Goresan atau lecet-lecet pada kulit dapat ditutupi dengan cat ulang. Tetapi jalannya mesin beserta segala perangkatnya tidak ada yang mampu menjamin. Anda bisa melakukan serangkaian test drive untuk menguji coba. Bila tak bisa sendiri, ajak ahli mesin atau orang yang memahami dunia otomotif.

Alamat mobil

Kenali di mana mobil sebelumnya tinggal. Dari surat-surat resmi yang menyertai. Walau sebenarnya tidak bisa menjadi bukti kuat sebagai penunjuk bahwa mobil pernah terendam. Surat mungkin mengatakan mobil beralamatkan pemilik di area yang bebas banjir, namun nyatanya selama ini bermukim di daerah yang sebaliknya.

Aroma kuatnya

Lalu dari aroma kuat yang tercium.

Mobil bekas banjir sulit terbebas dari bau lumpur, kotoran, serta tak sedap. Biasanya akan diakali dengan memberikan aroma wangi penguat untuk menutupi.

Kadang berhasil, tapi banyak pula yang tetap gagal. Sebab bau tak enak masih tertinggal. Karena itu bila ada aroma yang tak biasa, entah wangi atau tidak yang terlalu dominan, Anda seharusnya menaruh curiga.

Lihat bagian interior

Di bagian interior, bekas banjir juga bisa diamati. Contohnya pada bagian karpet dan dibaliknya, pada jok sofa, pada karpet yang menyelimuti sisi pintu dalam dan jendela, juga di bagian bagasi. Kotoran dan bekas lumpur tidak mudah dihilangkan. Kalau pada bagian-bagian tersebut karpet telah diganti, coba telusuri alasan yang sebenarnya.

Kondisi mesin dan elektronik

Tak ketinggalan kondisi mesin dan elektronik. Banjir pastinya meninggalkan jejak yang terasa. Mulai dari urusan aki, radio tape, power window, lampu kabin, lampu sein, sekring, dan wiper. Bahkan lampu cenderung berembun, di sisi lain bumper dan baut rata-rata berkarat. Sedangkan olinya berwarna putih susu.

Riwayat perawatan

Periksa riwayat perawatannya. Mobil yang dirawat rutin dan berkala dapat dipantau dari, semacam, buku hariannya. Bengkel akan mencatat apa saja yang selama ini perlu diperbaiki atau sekadar perlu dibersihkan saja. Amati pula dari klaim asuransi yang pernah diajukan.

Harga yang ditawarkan

Jangan mudah tergiur dengan harga yang ditawarkan. Mobil bekas banjir rentan ditawarkan dalam angka yang rendah. Langkah mudah supaya cepat beralih tangan. Terlihat untung di awal, namun belakangan jadi rugi berkepanjangan. Harga murah harus diikuti dengan biaya perbaikan yang lebih banyak, perawatan yang tidak sedikit, dan akhirnya menyedot anggaran lebih besar. Belum lagi tenaga terkuras dan emosi negatif pun tak ketinggalan menyertai. (LAF)

Foto ilustrasi: Pixabay.com/Free-Photos

Follow Instagram @etalaseserpong