Mengapa Suami Perlu Terlibat Dalam Pekerjaan Rumah Tangga?

35
Suami perlu turut andil dalam pekerjaan rumah tangga.

Suami dan istri memang punya peran yang berbeda. Namun bukan kemudian ketika dikaitkan pada urusan pekerjaan rumah tangga hanya jadi beban istri semata. Suami pun perlu terlibat di dalamnya.

Mengapa sampai begitu penting? Salah satunya adalah beban pekerjaan rumah tangga yang tidak berkesudahan. Selalu muncul dan berulang. Apalagi ketika sudah ada anak yang membutuhkan perhatian khusus dan pengawasan setiap saat. Atau status istri yang juga sebagai perempuan berkarier. Sama-sama bekerja, tapi bagian istri seolah tidak ada habisnya.

Baca juga: Ketika Anak Laki-Laki Tertarik Dengan Pekerjaan Anak Perempuan

Karena itu, kehadiran suami sangat diperlukan. Bukan hanya untuk meringankan beban, tapi masih banyak alasan yang menyertainya. Mau melibatkan diri dan tidak ragu menyelesaikan beberapa pekerjaan domestik. Terlebih saat ini, waktu di rumah sekarang lebih banyak sehingga sangat memungkinkan suami terlibat lebih intens.

Tinggal menyesuaikan saja dengan waktu masing-masing. Misalnya, suami bekerja dari pagi hingga sore. Maka, ia dapat membantu untuk malam harinya. Atau menyelesaikan kebutuhan sendiri tanpa harus meminta bantuan istri. Cuci piring setelah makan, membereskan ruangan kerja, merawat tanaman kesayangan, mengajak anak main sehingga istri bisa istirahat sejenak, dan sebagainya.

Pengingat sebagai satu tim

Melibatkan diri dalam pekerjaan rumah tangga, dalam satu sisi, adalah sebagai pengingat bahwa suami dan istri itu satu tim. Satu sama lain mesti bekerja sama untuk tujuan yang sama. Saat yang lain menemui kesulitan atau kewalahan, tak ada salahnya yang lain segera mengulurkan tangan.

Termasuk dalam urusan pekerjaan rumah tangga ini. Sekalipun istri tidak bekerja dan fokus mengurus anak, suami tetap perlu melibatkan diri.

Rumah adalah tanggung jawab bersama

Selain itu, tak layak menjatuhkan urusan rumah mutlak tanggung jawab istri. Apa yang ada di rumah merupakan tanggung jawab bersama. Suami dan istri punya porsi yang seimbang. Mulai dari pekerjaan rutin sehari-hari, mengurus anak dan tumbuh kembangnya, arus keluar masuk keuangan, serta segala hal yang menyangkut tempat tinggal. Tidak ada yang dominan, di mana salah satu hanya kerap memerintah saja tanpa mau melayangkan bantuan.

Baca juga: Rahasia Pernikahan Tetap Mesra Selama Di Rumah Saja

Ketika rumah sudah merasa menjadi milik bersama, maka rumah akan lebih enak untuk dihuni. Nyaman secara fisik, dan menenteramkan dalam hati. Suami hadir sebagai pasangan dan support system yang ada sepenuhnya.

Penguat tali pernikahan

Keterlibatan suami dalam pekerjaan rumah tangga juga mampu jadi obat penguat tali pernikahan. Interaksi makin hangat di antara keduanya terbangun lewat hadirnya suami ditengah-tengah padatnya aktivitas harian rumah tangga. Istri juga merasa dihargai, karena suami tidak alergi menyentuh pekerjaan yang banyak dipandang umum sebagai wilayah perempuan saja. Di samping sama-sama menjaga properti yang sudah menjadi milik berdua.

Baca juga: Ayah Single Parent Dalam Mengisi Peran Ibu

Suami perlu turut andil dalam pekerjaan rumah tangga.

Tak kalah pentingnya yaitu suami hadir sebagai role model bagi anak. Memberikan contoh visual langsung bahwa laki-laki maupun perempuan itu memiliki peran yang sama terhadap pekerjaan rumah tangga. Apa yang bisa dilakukan para pria juga dapat dilakukan oleh para wanita. Demikian pula sebaliknya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow instagram: @etalaseserpong