Mengatasi Generasi Gap Antara Orangtua dan Anak Remaja

51
Pahami perkembangan zaman agar bisa mendekati anak remaja.

Menghadapi sikap anak remaja memang sesuatu banget ya bun… Keras dikit salah, tapi terlalu melonggarkan aturan juga tidak baik bagi masa depannya. Tak jarang anak merasa enggak nyambung ketika diajak diskusi atau sedang dinasihati oleh orangtua. Akibatnya anak remaja bisa melampiaskan gundah dulana dalam hati ke kegiatan yang negatif. Bahaya!

“Memang cukup sulit menjalani komunikasi dengan orangtua yang usianya berbeda ya. Rasanya membicarakan pertemanan, karier, atau hubungan percintaan juga sudah enggak nyambung gitu. Tapi ya tetap harus diusahakan namanya juga keluarga. Cari solusi terbaik dengan diskusi terus menerus,” ujar Nia selaku warga Gading Serpong.

Mengutip dari parenting.firstcry.com, kebanyakan orangtua dan anak terpaut dalam usia yang cukup jauh sehingga terjadi generation gap atau yang biasa dikenal dengan istilah kesenjangan generasi. Sering diremehkan, kesenjangan ini justru bisa berbahaya bagi kehidupan sosial keluarga. Yuk simak ulasan berikut ini.

Wajib open minded

Pola asuh orangtua zaman dulu pastinya jauh berbeda dengan masa kini. Begitu pun nilai-nilai moral yang kian bergeser ke arah modern. Untuk itu orangtua wajib memiliki pola pikir yang terbuka dan mau menerima perkembangan zaman agar tidak terus menerus berdebat dengan anak sendiri.

Jangan buru-buru marah

Anak remaja berbuat kesalahan? Jangan buru-buru marah! Justru di usia ini lah anak remaja butuh arahan dan bimbingan orangtua. Jika rerus menerus dikekang dan dibatasi argumentasinya, anak remaja jadi enggan untuk mengajak orangtua untuk berdiskusi. Kunci penting untuk mendapatkan kepercayaan dari remaja adalah memperbaiki cara seluruh anggota keluarga berkomunikasi.

Kompromi

Menyusun kesepakatan dalam sebuah keluarga bukanlah hal yang tabu. Remaja yang terbiasa untuk bekerja sama dalam membuat keputusan dalam rumah tangga akan tumbuh menjadi sosok yang mudah kompromi. Hindari kecenderungan didikan otoriter dan biarkan anak ikut berpartisipasi dalam membuat suatu keputusan demi masa depan keluarga.

Sering hangout bareng

Meskipun orangtua merasa lelah sehabis pulang bekerja, luangkan lah waktu untuk hangout bersama anak. Apalagi di usia remaja, mereka akan sering sekali mencari tempat-tempat hangout berbau anak muda. Jika kamu mampu membaur dengan hal-hal yang mereka sukai, maka tidak ada lagi “jembatan” antara orangtua dan anak.

 

Penulis: Maria Theresia

Foto ilustrasi: Pixabay.com/sweetlouise

Follow Instagram @etalaseserpong