Mengenal Proses Belajar Yang Memerdekakan Anak

21

Merdeka belajar digadang-gadang sebagai konsep revolusi dalam pendidikan. Akan tetapi, hingga kini masih banyak yang belum memahami. Padahal dalam prosesnya, merdeka belajar membutuhkan banyak kerja sama dari semua pihak.

Khususnya para orang tua di rumah. Yang mana sejak pandemi melanda berperan sebagai tenaga pengajar. Atau siapa saja yang berkaitan langsung. Tak hanya guru, melainkan juga anggota keluarga yang lain, pengasuh, tetangga, dan lingkungan yang lebih besar.

Sebab sejatinya pendidikan, dan yang sangat ditekankan dalam konsep merdeka belajar, memang tidak sebatas hanya proses ajar mengajar di kelas. Tidak cukup hanya murid menerima materi, menguasai, mengerjakan tugas, dan mendapat nilai. Juga bukan melulu sebatas rangking pertama dan meraih banyak piala. Ada tujuan yang lebih luas dari itu semua.

Baca juga: Melihat Kategori Dalam Blended Learning

Sehingga mereka yang saat ini atau setiap saat terlibat langsung dalam proses pendidikan anak perlu memahami. Bukan melimpahkan dan menyerahkan tanggung jawab tersebut pada guru seorang, misalnya. Memahami agar tahu bagaimana mewujudkan merdeka belajar dengan seoptimal mungkin.

Menghargai proses anak

Pertama, yang perlu disadari dalam mendukung terlaksananya konsep merdeka belajar adalah menghargai proses belajar anak. Artinya jangan hanya menuntut tentang hasil yang terbaik. Dukung dan beri kesempatan pada anak untuk menjalani waktunya belajar lewat metodenya sendiri. Terlebih tiap anak punya gaya belajar sendiri-sendiri. Tidak harus disamaratakan lewat satu cara.

Jika anak tidak kunjung mengerti dari buku teori, ajak dia belajar langsung ke contoh nyata. Benda-benda di halaman rumah, membuat percobaan sendiri di rumah, atau bertanya langsung dengan pakarnya.

Mungkin proses yang ditempuh anak membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding cukup membaca dari buku pelajaran. Tapi apa yang dia dapat bakal lebih mendalam dan penuh penguasaan. Lantaran orang tua percaya dan mendukung prosesnya.

Baca juga: Makna Sukses Yang Perlu Diajarkan Pada Anak

Menumbuhkan kesadaran dan kemandirian

Merdeka belajar juga terkait proses menumbuhkan kesadaran dan kemandirian. Dari kepercayaan dan dukungan tadi, anak tergugah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki guna memecahkan masalah yang dihadapi. Mengapa dia perlu belajar, memecahkan masalah lewat caranya sendiri, mempersiapkan perangkat belajar sendiri, mengatur waktu, dan sebagainya. Bukan terus menerus tergantung bantuan orang lain, khususnya orang tua.

Membangun karakter

Termasuk membangun karakter. Apalagi anak-anak sekarang tumbuh dalam dunia serba digital. Tantangan orang tua lebih besar lagi. Selain kemandirian, bekal akan kecerdasan berliterasi di dunia maya, membangun jaringan dan merawatnya, melek informasi, serta masih banyak lagi, semuanya perlu ditumbuhkan bersama-sama.

Mengembangkan pola pikir dan inovasi

Dalam merdeka belajar, pengembangan daya kognitif juga sangat diprioritaskan. Membiasakan anak berpikir kritis, analitis, dan inovatif. Sehingga arahnya pada penemuan solusi, tidak berhenti pada sekadar menerima materi.

Baca juga: 5 Hal Penting Yang Perlu Orang Tua Persiapkan Untuk Masa Depan Anak

Menyesuaikan kebutuhan

Dan, menyesuaikan kebutuhan. Pastinya kebutuhan anak dalam mengembangkan minat dan bakatnya. Di samping itu menyesuaikan terhadap lingkungan di mana anak tinggal, mengasah keterampilannya dalam bersosialisasi, dan kebutuhan yang sekarang diberikan untuk membuatnya mampu berdikari terhadap tantangan-tantangan di masa depan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram: @etalaseserpong