Mengenalkan Gaya Sosialisasi Ala Pandemi ke Anak

66

Era pandemi telah mengharuskan orang untuk menahan diri bersosialisasi. Termasuk bagi anak-anak. Padahal kebutuhan ini perlu dikenalkan sejak dini dan tidak bisa ditunda. Bagaimana mengatasinya?

Pastinya dibutuhkan kesadaran dari orang tua untuk berinisiatif mengenalkan. Mengajak anak berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan di luar lingkaran terdekat. Apalagi masih terbilang keluarga, seperti kakek dan nenek yang tinggal berjauhan.

Baca juga: Belajar Sosialisasi Dari Keluarga Sendiri

Tujuannya bukan hanya sekadar silaturahmi. Melainkan juga belajar tentang cara berkomunikasi yang sopan dan santun, mengenal norma pergaulan, membangun empati, dan sebagainya. Bekal penting yang perlu digenggam sembari masa tumbuh kembangnya terus berjalan. Sebab walau mungkin berbagai kebutuhan dapat dipenuhi selama di rumah saja, bagaimanapun manusia tetaplah makhluk sosial. Satu sama lain perlu terhubung dan saling melengkapi.

Ada jadwal rutin harian

Latih anak dengan mengadakan jadwal rutin harian. Bangun tidur, makan, beribadah, belajar, serta seterusnya. Berfungsi untuk membuat anak mengetahui mana kebutuhan yang perlu diprioritaskan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dirinya. Sebelum mengindahkan agenda-agenda yang sifatnya distraksi.

Agenda bermain dengan teman

Untuk kesehatan mental anak, ajak dia tetap bermain dengan teman-temannya. Terapkan protokol kesehatan agar ajang bermain tetap terpenuhi dan aman. Sementara bila tak bisa bertemu, setidaknya beralih ke daring.

Baca juga: Tips Mengeratkan Tali Silaturahmi Dengan Tetap Menjaga Jarak

Cara bersikap ketika komunikasi dengan keluarga

Orang tua sangat penting menitikberatkan beberapa poin ketika mengajak anak melakukan komunikasi lewat telepon atau video dengan keluarga. Seperti membalas sepatutnya untuk pertanyaan yang diajukan, permisi atau mengucap salam sebelum berpamitan, dan lain-lain. Pada tahap ini anak akan mengetahui bahwa ada etika yang perlu dijunjung tinggi.

Cara berbicara dan menuangkan pendapat

Di berbagai kesempatan, orang tua mesti menunjukkan cara berkomunikasi yang sehat. Contohnya menatap wajah anak sembari ada kontak mata, mengeluarkan kata-kata yang sopan, boleh menyanggah asal tetap menghargai opini masing-masing, gerak tubuh juga mesti baik. Contoh yang langsung dirasakan dan bakal ditiru untuk dipraktekkan baik di rumah maupun di luar.

Membuat permainan dalam tim

Sesekali buat permainan dalam tim. Satu tim terdiri dari dua orang. Saling berkompetisi untuk memenangkan pertandingan.

Ajak anak mengucapkan selamat pada tim yang menang.

Juga tetap bersikap sportif saat berada di tim yang kalah. Di samping mengenalkan anak bahwa ada aturan-aturan gim yang tak boleh dilanggar. Sama halnya dengan aneka rupa peraturan di luar sana demi kemashlahatan hidup bersama.

Menyusun strategi kerja sama dan kolaborasi

Orang tua dapat menumbuhkan insting untuk saling kerja sama dan kolaborasi. Contoh sederhananya meminta kakak dan adik merapikan mainan serta kamarnya. Awali dengan narasi, misalnya, daripada bekerja sendiri lebih baik saling membantu untuk hasil yang lebih baik.

Baca juga: 5 Hal Penting Yang Perlu Dipersiapkan Orang Tua Untuk Masa Depan Anak

Melibatkan anak dalam berbagi

Sementara itu untuk menumbuhkan rasa empati dan peduli, ada baiknya sering melibatkan anak terjun langsung berbagi. Walau dalam peran yang kecil. Dari membantu mengemas makanan atau barang yang akan diberikan, menemani orang tua mengantar ke lokasi, serta sejenisnya. Semakin sering anak terlibat, semakin mengasah anak untuk peka pada masalah sosial di sekitarnya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram: @etalaseserpong