Nilai-Nilai Kehidupan yang Bisa Dipetik dari Serial Bridgerton

115
Pelajaran hidup yang bisa dipetik dari serial Bridgerton.

Film Bridgerton yang tayang pada 25 Desember 2020 lalu di kanal Netflix masih hangat diperbincangkan. Film yang mengusung latar belakang kerajaan sekitar tahun 1800-an ini mengisahkan berbagai karakter di dalam kondisi keluarga yang berbeda. Film ini merupakan hasil adaptasi novel The Duke and I karya Julia Quinn yang terbit pada tahun 2000, wah sudah lama sekali ya ternyata?

Mengutip dari Insider.com, menceritakan tentang kehidupan para aristokrat Regency London yang sedang memasuki musim perjodohan, rupanya mencari pasangan di zaman dahulu dengan zaman sekarang tak jauh berbeda lho. Bedanya hanya orang modern sudah lebih terbuka mengenai seks edukasi sehingga sudah lebih siap menjalani kehidupan pernikahan. Yuk simak ulasan berikut ini.

Pentingnya seks edukasi di dalam keluarga.

Seks edukasi di dalam keluarga

Di musim pertama serial Bridgerton menceritakan tentang dua keluarga aristokrat yaitu Bridgerton dan Featherington. Namun, di tengah-tengah cerita muncul karakter kunci yang akan mewarnai kelanjutan serial yaitu Duke of Hastings. Pada akhirnya Daphne anak keturunan Bridgerton menikahi Simon si The Duke of Hastings. Sayangnya, karena kurangnya seks edukasi di zaman itu, Daphne tak tahu menahu bagaimana cara perempuan untuk hamil setelah menikah. Ia bahkan harus bertanya kepada pelayannya bukan dari orangtuanya sendiri! Ini dia yang perlu diperhatikan ketika mendidik si kecil. Seks edukasi sama pentingnya dengan pendidikan akademis. Minimal orangtua harus membekali anak agar ia tak salah jalan ketika tumbuh dewasa. Informasi mengenai apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan sebelum menikah juga penting agar anak tak keliru. Contohnya seperti kewajiban menjaga kebersihan alat reproduksi dan menghindari seks bebas agar terhindar dari penyakit kelamin.

Perempuan berhak mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki.

Kesetaraan gender

Di zaman itu, meskipun perempuan tidak boleh pergi ke sekolah, ada beberapa karakter perempuan yang menunjukkan kecerdasan intelektualnya melebihi para laki-laki di sana yaitu Eloise Bridgerton dan Penelope Featherington A.K.A Lady Whistledown. Mereka sebenarnya menentang perjodohan yang harus dilalui para perempuan muda karena keinginannya untuk masuk ke sekolah seperti yang boleh dilakukan oleh laki-laki. Kalau sekarang sih beda cerita ya bund… para perempuan modern sudah memiliki kesempatan yang sama untuk menekuni jenjang pendidikan setinggi-tingginya sebelum memutuskan untuk menikah.

Peran orangtua mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Peran orangtua

Dari dulu hingga sekarang menjadi orangtua bukan lah hal yang mudah. Tidak ada pola didik yang benar-benar sempurna untuk diadopsi oleh sebuah keluarga. Di dalam film diceritakan, Duke of Hastings atau Simon menyimpan dendam terhadap ayahnya sendiri karena tidak mengingingkan sosoknya yang bisu sewaktu kecil. Perlu diingat, bimbingan orangtua merupakan yang terpenting dan sangat dibutuhkan oleh si kecil. Cara orangtua mendidik dan menyayangi anaknya lah yang menentukan bagaimana karakter mereka ketika tumbuh dewasa.

Tidak boleh ada pihak ketiga di antara suami dan istri dalam berbagai hal.

“Dapur rumah tangga” hanya urusan suami istri

Yang namanya pertengkaran dalam rumah tangga sudah pasti ada. Tetapi sebaiknya pertengkaran ini hanya diketahui oleh suami istri saja jangan sampai ada pihak ketiga yang ikut nimbrung. Seperti scene yang ditunjukkan ketika terjadi kekeliruan di antara Daphne dan Simon perihal ingin memiliki momongan atau tidak, ayah dari Simon banyak berpengaruh dalam mindset Simon mengenai kelahiran anak. Simon yang sejak lama tidak menginginkan anak jauh berbeda dengan Daphne yang sangat mendampakan kelahiran buah hati. Pada akhirnya Daphne mengatakan jika kehidupan rumah tangga serta keputusan yang akan diambil tidak boleh dipengaruhi oleh orang lain selain suami istri itu sendiri.

 

Penulis: Maria Theresia

Foto Ilustrasi: Instagram/ @bridgertonnetflix

Follow instagram @etalaseserpong